
Setelah semua bintang agung masuk ke dalam portal, portal pun di tutup lalu kristal suci di hidupkan dengan tenaga dalam para tetua yang ada. Kristal itu menunjukan secara langsung apa yang para bintang agung lakukan. Namun hanya ada 6 kristal saja yang bercahaya, satu kristal lagi bisa hidup hanya menampilkan gambar hitam. Itu tandanya jika lokasi salah-satu bintang agung tidak terlacak.
"Ada apa ini tetua agung?" tanya tetua pavilliun tanah, ia bertugas menghidupkan kristal yang itu.
"Buat formasi pelacakan. Cari tahu murid mana yang tidak terlacak itu," perintah tetua agung kepada tetua pavilliun formasi.
"Tidak perlu di lacak. Murid itu adalah Elena Abraham," jawab penguasa menara. Ia tidak menemukan Elena pada gambar yang di ambil oleh 6 kristal itu.
"Anak misterius itu pergi ke mana. Dia yang tidak bisa di lacak atau tempatnya, ini masalah besar. Setelah sekian lama aku bisa menemukan anak yang menarik, mana mungkin aku biarkan menghilang begitu saja," batin tetua agung.
"Cepat lacak anak itu, gunakan segala cara. Dia harus di temukan," perintah tetua agung.
"Baik," jawab semua murid dari pavilliun formasi. Seisi akademik menjadi kacau karena hilangnya satu murid, penguasa menara sendiri tidak habis pikir kenapa tetua agung turun tangan secara langsung hanya untuk satu murid.
*****
"Apa yang kalian lakukan?" teriak Brunhilde saat para peri memukul Elena.
"Kami tidak ingin menyakiti mu dewi perang. Tapi ini salah mu karena kau berani datang bersama pemilik kekuatan gelap, jadi kami harus mengurung mu dalam jaring anti serangan bersama dengannya. Tunggu setelah dia pingsan baru kami akan melepaskan anda," jawab ketua para peri itu.
Tidak lama para peri kecil terbang lalu menjatuhkan serbuk peri beracun pada Elena, serbuk itu membuat tubuh Elena lumpuh dalam sekejab. Rasa sakit yang Elena rasakan dari bunyi lonceng, rasa sakit pukulan para peri petarung, dan di tambah serbuk beracun itu membuat tubuh Elena seakan hancur.
"Hentikan! dia adalah nona ku!" lerai Brunhilde.
"Penghuni dunia bawah tidak mungkin memiliki pengikut atau menjalin kontrak dengan kita para keturunan suci," jawab ketua peri itu. Ia beralih lagi menatap Elena, "Serang lebih kuat lagi!"
Mendadak tanda lahir mawar putih di tubuh Elena mengeluarkan cahaya, cahaya itu menyembuhkan semua luka pada tubuh Elena bahkan rasa sakit yang ia rasakan lenyap tanpa sisa.
"Lepas," ucap Elena membuat jaring itu terhempas jauh dari lalu jatuh pada peri petarung yang berada tidak jauh dari Elena.
"Ini kekuatan suci dari dewi ramuan," ucap ketua peri terpesona dengan cahaya putih itu.
"Rani." Dewi ramuan merasakan kekuatan avatarnya bangkit. Tanpa menunggu lama ia berlari menuju altar kebangkitan, di sana kristal avatarnya yang telah mati selama ratusan tahun kembali bercahaya.
Dewi ramuan bernafas lega. Kakinya terasa tidak bertenaga sampai ia harus berlutut di lantai, "Ra-Rani kembali. Terima kasih tuhan."
"Aku akan mengirimnya telepati," batin dewi ramuan, ia sudah menunggu saat ini untuk waktu yang lama.
"Rani, selamat da … eh!" dewi ramuan merasa ada yang aneh karena telepatinya terputus. Jika telepati terputus itu tanda hanya satu, yaitu orang yang tujukan telepati telah tiada.
"Bagaimana mungkin dia sudah tiada? lalu kristal ini bercahaya karena apa? sudah ratusan tahun aku tidak memilih avatar karena aku yakin Rani masih hidup, bagi ku dia bukan hanya avatar melainkan keluarga. Jika kristal ini bercahaya bukan karena dia … apa mungkin cahaya ini berasal dari anak Rani? iya, itu bisa saja karena Rani berkata akan memberikan kekuatan avatarnya pada bayi dalam kandungnya. Tapi di mana bayi itu setelah ratusan tahun?" batin dewi ramuan yang mulai berpikir keras.
Dewi ramuan meletakan tangannya pada kristal itu lalu ia merasakan dari mana asal kekuatan avatarnya, setelah mengetahui asalnya ia pun bergegas menuju wilayah para peri.
Sementara itu di sisi lain Elena tidak tahu kenapa kekuatan sebesar itu bisa keluar dari tubuhnya, ia merasa kekuatan itu memang sudah lama menjadi miliknya.
Elena diam saja ia mencoba merasakan kekuatan hangat yang mengalir dalam tubuhnya, sampai kekuatan itu menghilang Elena masih bisa merasakannya.
"Eh! aku tidak pingsan? biasanya aku selalu pingsan jika mengeluarkan kekuatan besar, waktu itu juga. Kenapa sekarang tidak?" tanya Elena pada dirinya sendiri.
"Nona." Brunhilde menyentuh pundak Elena.
"Ada apa?" tanya Elena. Brunhilde memberikan isyarat dengan mata ke arah para peri.
"Woah. Maafkan aku! aku lupa kalian tadi bicara apa?" tanya Elena membuat para peri itu langsung jatuh.
"Sia-sia saja kami memohon sampai seperti itu," timpal salah satu peri.
"Maafkan aku. Aku tidak tahu aturan di tempat ini. Tapi malah berani melangkah masuk ke sini, jika kalian marah maka tidak masalah bagi ku karena itu hal yang wajar. Aku tau kalian berusaha melindungi tempat tinggal kalian dari bahaya yang datang, aku juga akan melakukan hal itu demi keselamatan banyak orang. Benarkan?" tanya Elena membuat semua peri terharu.
"Seperti yang di harapkan dari nona. Dia mengakui kesalahan bahkan untuk sesuatu yang tidak dia lakukan, kami siap melayani orang berhati besar ini dengan segenap jiwa. Itu adalah kehormatan," batin Brunhilde mengingat pertemuan pertama mereka dengan Elena.
3 Tahun Lalu….
Salah satu desa di daratan agung terkena kutukan kekuatan gelap dari salah satu warga yang mengikuti ajaran terlarang, ia menggunakan kekuatan terlarang itu untuk memanggil pasukan ogre hitam dari alam bawah lalu menabur racun yang bisa membuat manusia biasa berubah menjadi mayat hidup.
Para murid bagian dalam dengan peringkat teratas turun tangan termasuk Elena, mereka datang melenyapkan pasukan ogre lalu murid pemanggil yang memiliki kontrak dengan Undine memurnikan racun dalam tubuh manusia yang menjadi mayat hidup. Setelah di murnikan para ahli ramuan akan menyirami mereka dengan kekuatan penyembuhan untuk menghilangkan racunnya.
Saat itu penguasa menara meminta bantuan dari dunia atas, raja dewa mengirim Valkyrie datang untuk membantu.
"Benar-benar kacau. Para Ogre jelek itu membuat ku mual," keluh Hirst. Dia adalah Valkyrie kedua dengan kekuatan ilusi.
"Aku mau pulang," tambah Gondul. Dia adalah Valkyrie keempat dengan kekuatan manipulasi Elemen api.
"Di sana ada murid level dasar." Rota menunjuk Elena, dia adalah Valkyrie ke enam dengan kemampuan terbang yang cepat dan menggunakan bulu sayapnya sebagai senjata.
"Dia mungkin adalah umpan para Ogre. Lihatlah dia hanya berdiri diam di sana," ejek Thurd dia adalah Valkyrie kelima dengan kekuatan fisik yang luar biasa.
"Penguasa menara agung pintar juga dalam menyusun rencana," balas Brunhilde dia adalah Valkyrie tertua dengan kekuatan mengendalikan pedang.
Pertemuan pertama mereka dengan Elena habis dengan merendahkan Elena karena levelnya saja, mereka bahkan berharap Elena cepat di terkam oleh Ogre daripada menjadi beban.
*****
Bersambung.
Silakan tinggalkan jejak and dukung selalu author, karena dukungan kalian sangatlah berarti😘