The Second Chance To Change Destiny.

The Second Chance To Change Destiny.
Bab 100 Mencoba mengingat.



"Benarkah? aku suka kejutan. Aku akan menantikannya," ucap Rani dengan antusiasnya.


Setelah itu Rani berjalan mendekati Hans dan memberikannya bingkisan.


"Apa ini?" tanya Hans seraya menerima bingkisan tersebut.


"Hadiah dari ku. Sekarang kita tetangga jadi harus ada keramahan dari ku, sekarang mana keramahan dari mu?"


"Apa maksud mu dengan tetangga?"


"Kau belum tahu, aku pikir Alfred sudah memberi tahukannya pada mu. Aku sudah menikah dengan Alden jadi aku tinggal di dunia bawah bersama dengan mu."


"Apa? Alden yang itu? pria kerjam itu? kau dipaksa atau bagaimana? ini terlalu mendadak, aku tidak percaya."


"Alden tidak kejam, dia hanya pemalu dan tidak pandai bergaul, itu saja. Jangan menghina suami ku, aku menikah dengannya karena aku mencintai dia," jawab Rani, tidak ada keraguan dari perkataannya.


"Kau pulang saja dulu." Hans mendorong pelan Rani menuju pintu keluar aula kerajaannya, "Kami akan menemui mu nanti. Sampai jumpa."


Hans menutup pintu lalu menguncinya dari dalam. Ia menghela nafas kemudian mendekati Alfred yang terkulai lemas di lantai.


"Alfred. Kau baik?" Hans menepuk pundak Alfred dari belakang.


"Apanya yang baik? Rani kenapa harus menikah dengan pria itu? dia itu monster. Saat aku melamarnya dia malah menganggap lamaran itu sebagai candaan, dan saat Alden melakukan itu mereka langsung menikah. Kurang apa aku dalam hidup Rani?" keluh Alfred.


"Aku tidak kurang apa pun. Bagi ku kau …."


"Aku tidak peduli seperti apa aku di mata mu, aku hanya peduli pada Rani."


"Maksud ku, kau sangat baik bahkan sangat sempurna. Tapi mau bagaimana lagi jika Rani tidak mencintai mu, hak mencintai seseorang ada dalam hidup siapa saja dan kita tidak bisa merenggut hak itu.  Bagi Rani kita tidak lebih dari teman, maka kita bisa apa? memaksanya?"


"Tidak. Ini bukan salah Rani, dia pasti telah di manipulasi oleh monster itu. Aku yakin dia memakai trik kotor untuk memikat Rani."


"Jangan asal menuduh. Rani akan membenci mu, sebaiknya kau dukung dia dalam menjalani kehidupannya yang baru." Hans berusaha membuat Alfred mengerti jika hati tidak bisa diubah semudah itu.


Sayangnya Alfred tidak mau mengerti apa pun, dia menyimpan dendam pada Alden dan berniat merebut Rani. Dendam itu semakin besar saat kabar Rani sedang hamil sampai ke telingannya.


Pada hari itu ia menyusun rencana penyerangan dunia bawah, sebelum itu ia telah mengambil sumpah Hans untuk tidak ikut campur dalam perang ini. Alasan perang itu adalah penghinaan dari para monster akan dirinya, Alfred berniat melenyapkan Alden pada perang itu sayangnya ia tidak tahu jika Rani akan ikut serta dalam perang setelah ia melahirkan anaknya dan tewas bersama Alden dalam perang.


Penyesalan Alfred akan tiadanya Rani dalam perang itu ia buktikan dengan melakukan pemurnian dihadapan Hans, dan bersumpah tidak akan melakukan kesalahan yang sama lagi. Namun itu tidak benar, sumpah palsu itu telah ia langgar.


****


Setelah sadar Yoluta meminta Casey memanggil Jolycia, masih banyak hal yang harus mereka bicarakan tentang apa yang tadi tertunda.


"Aku masih tidak percaya Rani mengatakan itu padamu, aku perlu bukti yang cukup kuat," ucap Yoluta diangguki oleh yang lain.


"Rani bilang  jika ada yang meragukan aku maka katakan rahasia besar mereka, mereka pasti akan percaya. Tapi apa aku bisa mengatakan di depan semua orang?" tanya Jolycia.


"Katakan, rahasia Casey dulu," jawab Yoluta menunjuk Casey.


"Rahasia terbesar Casey yang hanya di ketahui oleh Rani, adalah dia pernah membohongi Alden masalah uang. Dia menangis mengatakan dia butuh uang untuk membayar hutang ibunya, dan kenyataannya uang itu ia habiskan di rumah bunga," balas Jolycia membuat tatapan nyalang tertuju pada Casey.


"Lalu apa rahasia ku? nama ku Yoluta," tanya Yoluta.


"Yoluta pernah demam selama 3 hari itu bukan karena masuk angin, melainkan karena cintanya di tolak oleh Damian," jawab Jolycia membuat wajah Yoluta seketika memerah.


"Masih ada lagi rahasia pria bernama Damian. Damian diam-diam telah menikah dengan dewi ramuan tanpa izin Alden," lanjut Jolycia.


Setelah mendengar itu mereka yakin apa yang Jolycia katakan benar, hanya saja bagaimana bisa Jolycia dan Elena tertukar itu harus dijelaskan oleh Damian karena apa yang terjadi tidak diketahui oleh siapa pun selain Damian.


Damian memutar otak mencoba mengingat kejadian yang sebenarnya, mereka sampai mengasingkan Damian selama sebulan agar ia bisa mengingat segalanya.


Setelah sebulan mereka pergi menemuinya. Yoluta mewakili semuanya dan bertanya "Bagaimana? apa kau ingat sesuatu?"


"Ya, hari itu setelah Rani melahirkan anaknya. Aku …." Damian memejamkan matanya mengingat kejadian itu dengan jelas.


*****


"Nona, sudah cukup," geram Reva, ia Valkyrie kesembilan dengan kekuatan elemen petir. " Anda akan mengabaikan tunangan anda sampai kapan?"


"Aku tidak mengabaikannya. Aku hanya tidak tahu cara menghadapinya, aku bingung," jawab Elena. Sudah sebulan lamanya ia tidak bicara dengan Louis.


"Kau ingin nona berbaikan dengannya karena kau tidak sabar ingin bertanding melawan pria itu. Pikirlah sedikit perasaan nona," balas Kara, ia adalah Valkyrie bungsu dengan kekuatan mengendalikan tombak.


"Jangan asal bicara kau. Aku ini pakarnya cinta, jadi aku tahu apa yang baik dan buruk dalam hubungan asmara. Kau diam saja pada tempat mu," perintah Reva.


"Kak Brunhilde, katakanlah sesuatu. Aku benci perdebatan mereka," keluh Eir, ia adalah Valkyrie ketujuh dengan kekuatan pertahanan yang sangat tebal.


"Nona." Elsa Valkyrie kedelapan yang selalu bersikap dingin sesuai kekuatannya memanpulasi elemen es, kini bicara dengan Elena untuk yang pertama kalinya.


"Jangan bicara kau. Kau hanya akan memperkeruh keadaan," cegah Gondul.


"Membekulah." Elsa membekukan tubuh Gondul, ia tidak peduli walau pun Gondul adalah kakaknya.


"Begini yah, nona. Coba anda pikirkan sekali lagi apa yang tunangan anda lakukan, menurutku dia tidak salah karena sesuai ucapan nona semua orang benar dengan cara, pemikiran, dan posisinya masing-masing. Lalu kenapa anda bersikap begini?" tanya Elsa membuat Valkyrie yang lain terkejut. 


"Sikap ku begini bagaimana? aku biasa saja," jawab Elena berusaha menutupi kebenaran jika saat ini ia masih kecewa dengan Louis yang diam saja tentang kebenaran jika ia memutar waktu untuk Elena.


"Nona." Elsa menggenggam tangan Elena, "Aku justru berterima kasih pada tunangan anda, karena berkat dia mengulang kehidupan nona kami bisa bertemu bahkan menjalin kontrak dengan wanita sehebat nona. Coba nona bayangkan jika orang yang nona cintai mati dihadapan nona, apa yang akan nona rasakan? ada perasaan sakit, kecewa, dan tidak rela. Kan? lalu jika ada peluang bagi nona untuk menguabah segalanya akankah nona diam saja?" 


"Aku … tidak mungkin diam saja," jawab Elena.


Pertanyaan Elsa membuat Elena sadar dengan apa yang Louis lakukan selama 3 kehidupan, dia berjuang sendirian selama itu dan terus percaya akan ada yang berubah. Elena sadar jika dia telah melakukan kesalahan besar. Oleh karena itu, Elena langsung bergegas mencari keberadaan Louis.


*****


Bersambung. 


Silakan tinggalkan jejak and dukung selalu author, karena dukungan kalian sangatlah berarti😘