The Second Chance To Change Destiny.

The Second Chance To Change Destiny.
Bab 74 Janji Hans.



Sonia mengajak Alma duduk di balkon kamarnya karena dari balkon mereka bisa melihat Jovanka dengan jelas di Gazebo. Sepanjang waktu menunggu Elena datang Alma selalu mengetuk jarinya di kursi, ia ingin sekali kembali.


"Kau letakan di mana racun dengan kekuatan Alma?" tanya Alma pada Sonia untuk mengusir rasa bosannya.


"Di dalam teh. Begitu dia minum teh itu maka dia akan langsung mati," jawab Sonia. Alma menghela nafas, ia berdiri dari kursi lalu berjalan masuk ke dalam kamar dan berbaring di atas ranjang Sonia.


"Dia mengantuk pada jam begini? dasar anak malas. Biarkan saja," batin Sonia hanya melirik Alma.


Tidak lama Elena datang kemudian duduk di depan Jovanka, mereka nampak sangat serius membahas sesuatu lalu Elena meneguk tehnya Sonia melompat kegirangan. Ia sampai membangun Alma dari tidur lelapbya dan menari bahagia, Alma yang kebingungan hanya mengikuti Sonia saja.


"Apa yang terjadi?" tanya Alma, Sonia tidak menjawab ia hanya menunjuk ke luar balkon.


Alma pun berjalan ke balkon melihat Elena duduk bicara dengan Jovanka, dan sesekali ia meneguk teh dalam cangkir. Melihat itu Alma terkejut karena ia tidak tau jika orang yang ingin Sonia racuni adalah Elena. Namun tidak terjadi apa-apa pada Elena, hal itu membuat Alma lebih terkejut lagi.


Walau pun demikian Alma tetap marah pada Sonia. Ia masuk ke dalam kamar lalu menampar Sonia, "Beraninya kau meracuni Elena. Apa kau gila?"


"Hei anak iblis! jangan membuat ku marah atau akibatnya akan buruk bagi mu, kau marah aku meracuni Elena sementara kau dengan senang hati meletakan kekuatan gelap mu ke dalam racunnya. Jangan lupa itu, kau seharusnya beruntung ada manusia seperti ku yang mau berteman dengan iblis kotor seperti mu."


"Jangan menghina ku. Elena adalah teman ku, jika aku tau kau akan meracuni Elena maka aku akan membunuh mu. Kau pikir siapa kau berani mengancam ku."


"Alma. Ingatlah di tanah siapa kau berpijak. Kau ada di tanah yang di lindungi para dewa, sekali saja kekuatan mu keluar maka para kesatria akan datang menyegel kekuatan mu lalu memenjarakan kau di dunia atas selamanya."


"Kau …."


"Apa? huh? marah? dasar bodoh. Pergilah sebelum aku memanggil kesatria suci, jika Elena tau kau adalah iblis maka dia akan mencincang tubuh mu dengan tangannya sendiri. Ingat itu! tidak ada manusia yang mau berteman dengan iblis."


"Bodoh! racun itu tidak bekerja pada Elena, buktinya dia masih baik-baik saja."


"Apa?" Sonia mengintip keluar balkon dan melihat Elena yang masih duduk dengan santai.


"Ini pasti karena kekuatan mu yang lemah. Dasar iblis kotor! pergi kau dari sini, kau hanya merusak rencana ku. Benar-benar tidak berguna," cemooh Sonia. Alma berusaha menahan amarah lalu pergi dari kamar Sonia, Sonia adalah manusia paling buruk yang dia temui. Namun memikirkan Elena akan  membencinya juga membuat Alma sedih, ia berniat meninggalkan dunia manusia.


******


"Di balkon tadi itu … Alma kan?" batin Elena yang sempat melihat Alma.


"Memanggil Slyph," bisik Elena tidak lama Slyph muncul dalam bentuk kecil sekali, sekecil kupu-kupu.


"Kenapa nona memanggil ku dengan berbisik? aku benci wujud kecil," rengek Slyph.


"Jadilah besar. Tapi pastikan hanya aku yang melihat wujud mu, lalu kau terbang ke balkon itu. Lihat apa yang terjadi di sana," perintaj Elena. Slyph mengangguk lalu terbang ke balkon kamar Sonia.


"Nona, wanita bernama Alma memarahi bekas sahabat mu. Bekas sahabat mu telah menaruh racun di dalam teh mu, Alma marah besar saat tau hal itu mungkin bekas sahabat mu ini memanfaatkannya. Tapi Alma malah di hina sampai di ancam oleh bekas sahabat mu dengan identitas aslinya, Alma ternyata adalah putri dari ras iblis. Dia pergi dengan menangis," lapor Slyph melalui telepati.


"Permisi bibi, aku harus pergi." Elena langsung berdiri dari tempat duduknya, tidak lupa ia membuang sisa teh dalam cangkirnya sebelum pergi mengejar Alma.


"Tertangkap!" teriak Elena memeluk Alma dari belakang. Alma terkejut setengah mati saat itu, ia hampir saja menyerang Elena.


"E-Elena? bagaimana kau tahu aku ada di sini?" tanya Alma.


"Ah! hebatnya. Padahal aku berniat mau pulang."


"Bagaimana jika pulang bersama lalu mampir untuk makan siang bersama?"


"Soal itu aku …."


"Jangan sungkan, ayo!" Elena menarik Alma secara paksa agar ikut dengannya.


Kedatangan Alma di sambut dengan sangat antusias oleh Liliana, Alma merasa nyaman berada di sekitar keluarga Abraham. Saking nyamannya Alma tidak sadar jika hari sudah gelap, Elena menyewakan kereta kuda untuk mengantarkan Alma pulang.


*****


Damian sibuk melatih para kesatria kegelapan, monster dari berbagai ras menunjukan keahlian mereka untuk menjadi kesatria yang terbaik.


"Damian." panggil Casey.


Damian meletakan senjatanya lalu ia menghampiri Casey, "Ada apa?"


"Wanita racun itu pergi menemui dewa kematian," jawab Casey membuat Damian penasaran apa urusannya ke sana.


Sementara itu Vivian sekarang telah berdiri di depan salah satu raja dunia bawah, Dewa Kematian Hans.


"Kau ke dunia bawah? apa kau dapat libur?" tanya Hans mendapatkan tatapan nyalang dari Vivian.


"Ternyata aku salah. Jadi apa alasan kau datang ke mari?" tanya Hans lagi.


"Teman mu itulah alasannya. Dia telah menipu semua dewa sampai aku di usir dari dunia atas, aku rasa penipuan yang sama telah dia lakukan pada Elios. Dia tidak pantas berada  pada tempatnya saat ini."


"Jaga ucapan mu. Kau yang salah lalu di usir kenapa malah menyalahkan Alfred?"


"Aku selalu membuat racun untuk menekan kekuatan putri dari Rani, lalu entah kenapa muncul tanda suci gadis yang di cintai oleh angin pada tubuh wanita itu. Aku tahu dengan memalsukan kejahatan ku agar dia bisa membawa putri Rani dari penjara, dengan alasan untuk memastikan kekuatan wanita itu. Kau sendiri tahu kan ambisi Alfred akan cintanya, aku rasa dia akan menikahi putri dari Rani."


"Cukup dengan semua khayalan mu itu. Aku tahu sebesar apa pun cinta Alfred pada Rani, dia tidak akan menikahi putri Rani. Jika itu sampai terjadi maka aku akan melepaskan Alfred dan akan menjadi raja dunia bawah seutuhnya bukan dewa kematian dari bagian dunia atas."


"Kau akan menyesal telah mengambil janji itu. Alfred bukan lagi dewa sejak dia memulai perang dengan raja monster demi merebut Rani, lalu dia menyesal karena Rani lenyap dalam perang itu bersama dengan suaminya. Dan sekarang dia akan membuat kesalahan yang sama."


"Aku tahu dia salah saat itu. Tapi dia telah melakukan tahap penyucian jiwa, ia menebus kesalahannya dan berjanji tidak akan mengulangi hal itu. Sebagai teman aku percaya penuh padanya."


"Hans, kau tahu kan hanya ada sedikit perbedaan antara bodoh dan polos. Begitulah diri mu. Saat semua kepercayaan mu hancur karena Alfred maka kau akan merasakan sakitnya jadi aku, satu lagi aku akan pergi mencari reinkarnasi penguasa monster. Kau mau ikut?" 


"Ya, aku juga sedikit penasaran setelah mendengar kabar tentangnya," jawab Hans. Sebenarnya ia sedikit khawatir dengan Alfred, ia takut kesalahan yang sama akan sahabatnya ulangi.


*****


Bersambung.


Silakan tinggalkan jejak and dukung selalu author, karena dukungan kalian sangatlah berarti😘