The Second Chance To Change Destiny.

The Second Chance To Change Destiny.
Bab 53 Keberhasilan dalam ujian.



Keesokan harinya Isabella dan Odelia pergi dari daratan agung, tidak ada yang tahu alasan dibalik perginya mereka berdua adalah Elena. Yang tahu hal itu hanya bisa diam saja


Rahasia itu akan mereka pendam dalam-dalam apa pun yang terjadi, sementara penguasa menara sendiri sedang berpikir keras murid mana pada pavilliun pemanggil yang memiliki kekuatan gelap.


*****


Hari pertunangan Ernest dan Sonia pun tiba, semua tamu sudah hadir untuk ikut merayakan hari yang penuh kebahagiaan itu. 


Hari ini adalah hari yang paling berarti bagi Sonia, karena mulai dari hari ini kehidupannya akan berubah total. Kelak tempat di samping Ernest hanya akan menjadi miliknya sampai kapan pun.


"Kau bahagia sekali rupanya," bisik Jovanka pada Sonia yang berdiri di depan banyak orang dengan gaun indah berharga ribuan keping emas.


"Hari ini aku sudah menang sepenuhnya dari mu, bibi. Setelah hari ini aku akan menjadikan Ernest milikku, dan untuk Elena dia tidak akan ada tempat lagi di dalam hidup Ernest. Lalu untuk kau bibi, jangan khawatir karena tempat mu sudah aku siapkan di pengasingan," jawab Sonia. Jovanka hanya tersenyum karena dia sudah menyiapkan rencana baru.


Tidak lama Ernest datang dengan setelan jas yang rapi, rambutnya ditata dengan baik sampai ketampanannya terpancar memikat banyak wanita muda di pesta itu. Dengan kehadirannya acara pun langsung di mulai.


Namun dalam pertengahan acara, bawahan Ernest datang melaporkan sesuatu yang membuat Ernest membatalkan pesta itu. Sonia bahkan tidak sempat meminta penjelasan karena Ernest bergegas pergi saat itu juga.


"Ada apa ini sebenarnya?" tanya Sonia pada Jovanka.


"Rencana candangan yang telah aku siapkan bernama Elena," jawab Jovanka membuat Sonia membeku di tempatnya.


"Mau bermain taktik dengan ku. Kau masih belum pantas," ejek Jovanka yang langsung berlalu dari hadapan semua orang.


Setahun kemudian.


Setelah berjuang di halaman belakang sebagai murid terbuang kini mereka bisa melepaskan diri dari tempat itu, mereka semua telah mencapai level misteri dan siap untuk melangkah keluar dari halaman belakang.


Namun sayang sekali mereka harus pergi dari sana tanpa Elena, karena hari ujian seleksi penerimaan murid bagian dalam akan segera tiba maka Elena akan keluar dari halaman belakang saat waktu itu tiba, karena ia bertekad saat keluar nanti ia akan langsung menjadi murid bagian dalam.


Semua pekerjaan di halaman belakang Elena kerjakan dengan bantuan para familiarnya, Gnome membantunya menggiling herbal, bagian merawat tanaman ada pada Undine, para kesatria suci bertugas memetik semua herbal yang sudah siap panen, dan untuk urusan dapur Elena serahkan pada Slyph dan Hydra. Elena sendiri bersantai dengan Salamander. Elena tidak mengizinkan Salamander melakukan apa pun.


"Dasar kau mahluk berbisa, lenyaplah!"


"Hah? kau berani menghina ku maka aku akan membuat mu menyesal. Cepat berikan aku hormat."


"Hormat kata mu? tunggu sampai rambut ku beruban baru aku lakukan."


"Kau lebih baik tidak terlihat seperti udara agar tidak mengganggu pemandangan."


"Aku memang diciptakan dari udara, dasar bodoh."


Pertengakaran Slyph dan Hydra di dapur sudah menjadi hiburan tersendiri bagi yang lain, Elena tidak lagi melerai mereka seperti beberapa hari sebelumya.


"Aku tidak ingat bagaimana aku bisa membuat kontrak dengan Hydra. Tapi apa yang perlu di pikirkan, toh Hydra sangat membantu ku," batin Elena.


*****


2 Tahun kemudian.


Hari ujian pun tiba, semua murid berkumpul di arena pavilliun masing-masing. Tidak peduli mau itu murid terbuang atau murid resmi semuanya harus hadir.


Murid bagian luar yang bisa mengikuti ujian ini hanyalah murid kelas 4 dan 5, para murid kelas 4 paling banyak menunjukan familiar tingkat sedang baik itu berupa monster atau pun yang lain termasuk teman-teman Elena yang dulunya adalah murid terbuang.


Untuk murid kelas 5 familiar mereka sangat mengagumkan, spirit Elemen tingkat tinggi. Tapi hanya untuk beberapa orang saja, yang lainnya membuat kontrak dengan monster seperti serigala neraka, setan laba-laba tingkat tinggi. Dan untuk murid terbaik pavilliun pemanggil dia membuat kontrak dengan sang diva dan 1 dari 7 Dewi perang yaitu penguna pedang yang handal Gunnr.


"Siapa lagi?" tanya ketua pavilliun. Elena mengangkat tangan dan maju.


"Tunggu!" Salah satu murid menghadang jalan Elena, "Kau adalah murid terbuang selama 3 tahun berada di halaman belakang, lalu apa yang bisa kau tunjukan pada kami? apa kau akan memanggil ayam atau sapi ternak? dari pada mempermalukan diri sendiri lebih baik tidak usah maju. Waktu sangat berarti nanti akan jadi sia-sia karena kau."


"Peraturan tetaplah peraturan, semua murid tanpa terkecuali bisa maju. Aku merasa keahlian ku cukup bagus, kau tidak perlu khawatir. Aku tidak maju untuk di permalukan," balas Elena membuat banyak murid tertawa.


"Di hari pertama kau masuk, kau sudah membuat keributan lalu sekarang kau juga mau membuat keributan. Apa memangnya yang bisa kau panggil? kau bahkan tidak tahu kau ini kelas berapa dan berani datang ke area ini."


"Kau mau lihat apa yang bisa aku panggil?" tanya Elena, pria itu mengangguk.


"Memanggil." Elena tidak menyebut nama apa yang dia panggil melalui mulut, melainkan hati. Tidak lama lingkaran ungu muncul dan Hydra keluar dari dalam sana, sialnya dia masih memakai celemek.


"Hahahahahaha. Apa itu? ayah mu?" tanya pria itu tertawa terbahak-bahak, bukan hanya dia semua yang ada di sana juga tertawa termasuk ketua pavilliun.


"Cih dasar orang-orang bodoh," gumam Benton di angguki oleh yang lain, mereka berkata demikian karena mereka tahu sekuat apa Elena.


"Nona, ini ada apa?" tanya Hydra kebingungan.


"Kau luar biasa. Selama ini seorang pemanggil mengikat kontrak dengan monster atau spirit, dan kau malah menjadikan ayah mu sebagai familiar. Luar biasa," ejek pria itu yang saja  tertawa.


"Kau mengejek nona ku? berani sekali kau." Hydra marah karena nada bicara pria itu sangat buruk sama buruknya dengan ucapannya.


Hydra pun menunjukan wujud aslinya di depan semua orang, melihat itu mereka terkejut setengah mati karena Hydra adalah monster peringkat S yang terkenal sangat mudah marah.


"Memanggil." Elena mengeluarkan banyak lingkaran mantra pemanggil yang mengeluarkan semua familiarnya.


Elena memanggil mereka saat mereka sibuk bekerja. Slyph masih memegang sendok nasi, Undine yang sedang memegang selang air, para kesatria suci membawa bakul berisi herbal, Gnome memegang penggiling herbal, dan Salamander yang terlelap dalam tidurnya.


"Semua spirit tingkat tinggi, kesatria suci peringkat S dan monster peringkat S. Dia lebih hebat dari murid terbaik kita. Tapi kenapa para spiritnya aneh?"


"Itu sepertinya peralatan rumah. Apa mereka bekerja juga di rumah mereka?"


"Apa pun itu, wanita ini hebat sekali."


Bisik-bisik semua orang yang ada di sekitar arena, mereka merasa kagum melihat ada murid terbuang sehebat itu. Bahkan ada beberapa yang menyapa Elena, bukan hanya itu saja Benton bersama yang lainnya memeluk Elena dengan perasaan gembira.


Beberapa saat kemudian keputusan keluar, murid yang akan pergi sebagai murid bagian dalam adalah Elena bersama Krystal Kimberly, Parkin Megan, dan Arvin Jourell. Mereka akan berangkat besok pagi.


*****


Bersambung.


Silakan tinggalkan jejak and dukung selalu author, karena dukunga kalian sangatlah berarti😘