
"Terima kasih Irene." Tim perawat tanaman memeluk Elena, bahkan ada yang meneteskan airmata.
"Kalian tolong rahasiakan ini yah. Ku mohon," pinta Elena langsung di angguki oleh mereka semua.
"Karena kau sudah bekerja keras maka aku akan membuatkan mu makanan spesial, roti dengan isian selai. Kerja keras harus di balas dengan makanan manis," cetus Benton membuat Elena sangat senang.
"Aku suka selai blueberry. Bisakan?" tanya Elena.
"Serahkan semua pada yang ahli." Benton menjadi sangat percaya diri karena Elena sangat menyukai roti buatannya.
"Kami akan membantu," teriak yang lainnya.
"Dia berada jauh di atas kami padahal level kami semua sama. Tapi dia tidak membedakan dirinya atau merendahkan kami, dia sangat sempurna," batin Haura, ia sangat tersentuh dengan apa yang Elena lakukan.
Saat mereka sedang istirahat dan makan bersama, seorang wanita dengan pakaian mewah datang mendekati mereka.
"Nama ku Iris, aku adalah pengawas kalian hari ini. Setahu ku ini bukan waktunya makan. Tapi kenapa kalian di sini makan bersama?" tanya Iris pada mereka semua.
"Kakak, kau ini …."
Plak!
Iris menampar Haura di hadapan semuanya, "Jangan membuat nama ku kotor dengan memanggil ku seperti itu. Kalian murid terbuang tidak pantas menjadi adik ku."
"Kakak." Elena melangkah maju ke depan Iris, "Kau datang sebagai pengawas. Maka tempat mu bukan di sini, kami istirahat atau tidak itu juga bukan urusan mu. Kau hanya pengawas maka tugas mu melihat semua pekerjaan kami apa sudah selesai atau belum, bukan hanya bertanya di sini."
"Jalan ke ladang ada di sebelah sana." Elena menunjuk jalan kecil menuju ladang.
"Berani sekali kau pada ku. Kau minta aku berjalan ke belakang saat matahari terik seperti ini?" tanya Iris. Amarahnya terpicu oleh ucapan Elena.
"Kau kan pengawas. Pak pengawas selalu melakukan itu setiap hari, jadi kenapa kau tidak melakukan itu?"
"Kau …."
"Selamat jalan kak, kami tidak antar yah." Elena memotong ucapan Iris lalu ia mengajak yang lain untuk makan bersama lagi.
Iris menghentakan kakinya dan pergi ke belakang. Ia sudah tahu ada yang sengaja telah meminta orang untuk menghabsikan air yang tersimpan dalam tong sebelum Pak pengawas pergi, agar ia bisa memberikan mereka hukuman. Karena ada wanita dari murid terbuang telah memikat hati pria yang kakaknya cintai. Tapi saat melihat mereka yang bersikap biasa saja, membuat Iris semakin kesal.
Sesampainya di ladang Iris terkejut karena tanaman herbal di sana sangat segar, bahkan tidak ada satu pun yang layu.
"Ini … air suci?" batin Iris mencium bau harum dari ladang, bau itu seperti bau air suci yang pernah ia lihat di taman permaysuri.
"Pasti bukan. Panas matahari membuat ku berhalusinasi," batin Iris menggelengkan kepalanya. Tanpa menunggu lama Iris pun langsung pergi dari sana.
"Cih! ini menjadi tidak seru, aku pikir akan ada pertengkaran yang hebat. Menyebalkan!" batin seseorang yang bersembunyi dibalik gerbang masuk halaman belakang.
Malam sudah semakin larut. Namun Elena masih terjaga, Elena masih mengingat bagaimana para rekannya melihat spirit yang ia panggil. Mereka mungkin terkejut dan juga sedikit kecewa.
Elena tau mereka semua adalah orang yang baik, maka Elena berniat membantu mereka. Ia menulis beberapa cara latihan untuk memajukan level, cara ini adalah cara yang akan di gunakan di masa depan saat seorang peneliti mengumumkan hasil penelitiannya.
Keesokan harinya Elena memberikan itu pada semua rekannya, mereka menerima itu dengan senang hati bahkan mereka langsung percaya pada apa yang tertulis di sana terutama setelah melihat kekuatan Elena kemarin.
"Walau pun aku tidak bisa maju. Tapi aku yakin kalian bisa," batin Elena.
*****
Kedatangan Galen bersama dengan Kenzi disambut dengan sangat meriah oleh Jovanka, Ernest, dan bersama para pelayannya.
"Selamat datang Galen." Ernest memeluk Galen dengan sangat bahagia. Mereka berpelukan selama beberapa saat lalu Galen memberikan salam pada Jovanka.
"Ayo masuk, aku sudah menyiapkan jamuan untuk mu," ajak Ernest pada Galen.
Mereka semua masuk lalu makan bersama, setelah itu Galen duduk bersantai dengan Ernest sambil bertukar cerita.
"Aku pikir kau tidak akan datang karena aku dengar kau sedang sakit. Aku merasa sangat bersyukur karena kau datang, lagi pula kau hanya batuk-batuk kan? jadi itu bukan penyakit yang serius, pergantian musim memang membuat banyak orang sakit seperti flu. Jangan terlalu dipikirkan," ucap Ernest membuat Kenzi tidak senang.
"Sebenarnya ini bukan flu atau batuk biasa. Penyakit lama ku kambuh, aku sempat merasa tidak bertenaga sama sekali dan …."
"Penyakit lama apa? itu sebuah kebetulan. Kau jadi kekurangan tenaga karena fisik mu memang lemah, seandainya kau sering beraktivitas seperti berpedang atau yang lainnya maka tenaga mu tidak akan kurang. Lemah sekali," potong Ernest.
"Anda adalah teman dari tuan ku, setidaknya anda harus mengerti keadaan teman anda. Tuan mengindap penyakit itu sejak kecil, kenapa anda tega mengatakan hal sekejam itu? apa anda tidak mencemaskan sahabat anda sendiri?" tanya Kenzi, ia tidak bisa menahan diri untuk tidak buka mulut.
"Aku tidak bertanya pada mu. Jadi tutup mulutmu itu, aku berteman dengan dia mungkin lebih lambat dari mu. Tapi aku tinggal lebih lama bersamanya dari pada diri mu, aku kenal keadaan Galen dengan baik. Aku tidak butuh ceramah mu," jawab Ernest.
"Aku rasa ini adalah alasan kenapa tunangan anda melepaskan hubungan dengan anda. Anda adalah pria yang egois, bahkan pada teman anda sendiri anda tidak peduli sama sekali. Seharusnya habis makan anda meminta tuan ku pergi istirahat bukan bicara di sini, tuan ku sedang sakit. Tapi anda tidak mau mengerti, benar-benar egois bahkan sangat egois."
"Jika kau tidak suka aku mengganggu atau kau ingin Galen istirahat maka katakan saja, tidak perlu menyinggung hubungan ku dengan Elena. Selama dengan Elena aku tidak pernah bersikap egois, aku selalu menghormatinya. Dia meninggalkan aku bukan karena sikap ku melainkan karena dia salah paham, itu saja. Dia terlalu berlebihan dalam menanggapi hubungan ku dengan sahabatnya. Aku sudah meminta maaf bahkan memohon padanya agar tidak melepaskan hubungan kami. Tapi dia malah bersikap egois dengan mengabaikan aku, bahkan dia sampai bertunangan dengan pria lain sementara aku masih menunggunya. Beruntung aku sadar jika wanita yang mencintai ku dengan tulus itu adalah sahabatnya bukan dia."
"Wah hebat sekali. Jika anda tidak egois lalu kenapa anda masih menghadiri perjamuan padahal anda mendapatkan surat jika Nona Elena sedang sakit, hum? seharusnya anda pergi menjenguk atau merawatnya dari pada pergi ke perjamuan. Jika anda melakukan itu maka salah paham tidak akan pernah terjadi, apalagi setelah anda tau jika anda telah di tipu. Bisa saja kan anda di tipu oleh sahabat Nona Elena itu? bisa saja pelayan yang datang memberikan pesan itu adalah pelayan sahabatnya sendiri, karena pelayan yang anda berdua maksud tidak di temukan di antara pelayan nona Elena. Selain anda yang mendapatkan pesan itu hanya Nona Sonia, apa anda tidak bisa berpikir?" Tanya Kenzi membuat ingatan Ernest kembali ke kejadian saat itu.
*****
Bersambung.
Silakan tinggalkan jejak and dukung selalu author, karena dukungan kalian sangatlah berarti😘