
Setelah sadar dari pingsannya Elios bertekad untuk meninggalkan Asya, dia berguru pada Asya itu karena ia ingin menjadi ahli ramuan. Tapi sekarang tidak lagi, dia memiliki sesuatu yang jauh lebih penting dari itu.
Lalu untuk membuat dirinya tetap bersama mereka Elios pun membuat drama, ia mengaku pada Elena jika dia adalah anak yatim piatu. Bahkan saat terjatuh tadi Elios mengatakan itu terjadi karena dia berlari sangat kencang agar lepas dari penjual budak. Elena yang tidak tahu kenyataan menjadi kesal, ia pun meresmikan Elios menjadi bagian dari mereka. Liana setuju. Namun untuk Leon belum akan keputusan, dia seperti butuh waktu yang lama untuk itu.
Keesokan harinya Galen datang ke kamar Elena bersama Kenzi, dari rona wajahnya Elena sudah bisa menebak jika saat ini keadaan Galen baik-baik saja.
"Untukmu." Galen memberikan kotak berisi jepitan rambut berwarna biru, itu sangat indah.
"Terima kasih untuk ramuannya. Aku merasa tuhan memang menakdirkan aku bertemu dengan mu, ia menjawab semua doa-doa ku selama ini dan mengirim mu kemari. Sekali lagi terima kasih banyak," ucap Galen setulus-tulusnya.
"Aku melakukannya biar aku dan Kenzi impas. Aku berbohong padanya soal pedang yang menusuk mata adik ku, lalu aku bayar kebohongan itu dengan memberikan dia ramuan pemyembuh. Jangan berterima kasih pada ku atau kau akan berhutang pada ku untuk selamanya," jawab Elena dengan nada ketus.
"Jika kita berjodoh, kita akan bertemu lagi nanti. Sampai jumpa." Galen berpamitan pada Elena bersamaan dengan Kenzi.
"Kalian mau ke mana? apa kau pikir dengan kondisi mu ini kau bisa melakukan perjalanan?" tanya Elena.
"Sahabat ku akan bertunangan 10 hari lagi jadi aku harus pergi menghadiri pertunangannya, aku harus pergi sekarang karena perjalanan ke sana memakan waktu 20 hari. Tapi kami akan menggunakan kekuatan teleportasi, butuh waktu 3 hari untuk sampai ke sana. Jika aku tidak hadir dia mungkin akan marah pada ku. Jadi …."
"Entah kau ini baik atau bodoh. Kata sahabat tidak seharusnya kau pakai pada sembarangan orang, jika dia memang seorang sahabat maka dia tidak akan memaksa mu pergi ke sana karena mengkhawatirkan kondisi mu. Sahabat hanya ada satu di antara 1000 orang yang peduli pada mu, dan sahabat itu adalah wujud dari Kenzi," jelas Elena memotong ucapan Galen.
"Ernest juga sahabat ku. Kau tidak tau betapa terpukulnya dia setelah kekasihnya bertunangan dengan orang lain, dia menggunakan segala cara untuk meminta maaf pada kekasihnya agar hubungan mereka terselamatkan. Tapi kekasihnya itu egois, dia meninggalkan Ernest yang tidak bisa melupakannya setelah 4 tahun dan dia malah bertunangan dengan seorang pangeran. Jika saja di sana tidak ada Sonia yang selalu menghiburnya maka … entah apa yang terjadi pada Ernest," ungkap Galen dengan wajah kesal.
"Begitu yah pendapat mu tentang kekasih Ernest?" tanya Elena memolototi Galen.
Seketika perasaan bersalah menghantui Galen karena tatapan Elena, Galen tidak menjawab lagi ia langsung menarik Kenzi pergi dari sana.
Elena menyesal karena lepas kendali di depan Galen, ia tahu seberapa dekat mereka dulu. Tapi ia tidak tahu jika mereka sudah dekat saat ini, kini terlambat sudah untuk menarik orang itu agar berada di pihaknya.
"Kakak." Leon seolah bisa merasakan penyesalan Elena, ia menggenggam tangan Elena dengan erat.
Beberapa saat kemudian.
"Elios, jika kau keluar pamit dulu atau kau akan pingsan sama seperti kemarin. Kalau butuh sesuatu minta saja pada ku atau Liana," ucap Elena. Dia baru saja kembali dari kamar mandi bersama Leon.
"Aku mau pergi ke toilet sebentar," pamit Elios.
"Kembali sebelum sarapan, kita akan pergi ke kedai nanti."
"Baik," jawab Elios.
Elios bukan ke toilet ia pergi untuk merokok, bersama dengan Elena ia tidak leluasa melakukan apa yang ia mau. Tiba-tiba saja dari belakang ada yang mendekap mulut Elios, orang itu membawa Elios masuk ke salah satu kamar penginapan.
Saat orang itu melepaskan dekapannya, Elios langsung berbalik mengeluarkan kekuatannya, "Petir pemusnah."
"Penghalang spiral." Casey membungkus Elios dalam penghalang, karena penghalang itu kekuatan Elios tidak sampai keluar dan meledak di dalam bahkan mengenai dirinya sendiri.
"Kalian berdua …." Elios mengepalkan kedua tangannya.
"Kurang ajar." Elios melayangkan pukulan keras ke kepala Yoluta dan Casey.
"Katakan apa alasan dibalik sikap lancang kalian, cepat!" desak Elios.
Yoluta berdiri lalu ia mengeluarkan tombak kegelapan dari bawah ranjang, bersamaan dengan botol berisi ramuan buatan Damian.
"Tolong berikan ini pada master. Kami tahu anda akan tinggal bersama dengan master, benarkan? jadi tolong bantulah kami. Bagi master kami hanya orang asing saja jadi sulit untuk mendekatinya lebih dari saat ini," ucap Yoluta memberikan tombaknya pada Elios.
Elios mengambil tombak dan ramuan itu seraya berkata, "Tombak ini membuat ku teringat masa lalu. Dan apa ini?" Elios membuka penutup botol tersebut, "Busuk."
"Itu ramuan untuk membangkitkan kekuatan gelap master. Saat ini kekuatan gelap master masih tersegel, saat kekuatan itu bangkit maka tubuh manusia itu akan menjadi milik master sepenuhnya dengan begitu kita bisa balas dendam kepada para dewa berengsek itu," jawab Casey yang terlalu banyak mengkhayal.
"Mereka juga berpikir Elena adalah reinkarnasi Alden. Biarkan saja untuk saat ini," batin Elios.
Tok tok tok
"Oy. Apa kalian di dalam? mau sarapan bersama kami tidak?" tanya Elena dari luar kamar.
"Tidak terkunci." Elena memutar gagang pintu, saat itu lah pintu terbuka. Mereka semua menjadi panik sampai tidak tau mau berbuat apa.
Bruak!
Elios tersandung karpet sampai tersungkur di lantai, tombak di tangan terhempas dan nyaris menusuk Casey, sementara botol ramuan yang belum sempat Elios tutup langsung tumpah mengenai Yoluta.
"Hahahaha. Kalian sedang apa?" tanya Elena tertawa terbahak-bahak.
"Astaga, Elios." Liana menghampiri Elios dan membantunya berdiri.
"Kalian sangat mencurigakan. Sejak kapan kalian kenal Elios? kalau tidak salah, tadi kau memegang tombak dan botol ramuan itu kan, Elios?" tanya Leon mulai membaca keadaan sekitarnya.
"Benar juga. Sebenarnya ada apa ini Elios?" tanya Elena juga.
"Bukan apa-apa kakak. Aku … tadi itu …."
"Dia meminta bantuan kami agar membelikan hadiah terima kasih untuk mu," jawab Yoluta memotong ucapan Elios.
"Benar. Karena dia melihat kita bicara semalam jadi dia tau kami dekat dengan mu, lalu kami membelikan tombak ini untuknya dan meminta dia datang agar mengambilnya," tambah Casey.
"Benarkah? apa kalian yakin tidak berbohong? karena ada yang aneh. Pertama kalian langsung menyetujui permintaannya untuk membelikan kakak tombak, kenapa kalian melakukan itu padahal kalian tidak cukup dekat dengannya? lalu Elios juga, dari pada dekat dengan mereka kakak terlihat lebih dekat dengan Tuan Galen. Kenapa tidak minta tolong pada mereka? bahkan yang lebih mencurigakan adalah kau gugup saat bicara tadi. Seperti ada yang kau sembunyikan." Leon mengajukan begitu banyak pertanyaan sampai mereka bertiga terdiam membisu.
"Aku benci anak genius," batin Elios serasa ingin memukul wajah Leon untuk menjawab semua pertanyaanya.
*****
Bersambung.
Silakan tinggalkan jejak and dukung selalu author, karena dukungan kalian sangatlah berarti😘