
"Kau luar biasa, Elsa." Para Valkyrie memeluk Elsa, karena itu pertama kalinya bagi mereka melihat dia mengatakan kalimat yang panjang.
Sementara Elena terus berlari menuju asrama pria. Namun tiba-tiba Auretta muncul di hadapannya, ia membawa kabar yang buruk.
"Gawat nona! Sonia berusaha mengelabui Ernest, dia akan menjatuhkan Ernest dari posisinya sebagai duke. Bagaimana ini?" tanya Auretta, ia mendapatkan tugas mengawasi kedua pasangan itu dari Elena.
"Sial! tidak yang bisa menjatuhkan mereka selain aku. Tapi aku tidak punya waktu untuk ke sana, Begini saja Auretta …." Elena membisikkan sebuah rencana bagus yang membuat Auretta mengangguk setuju.
Setelah itu Auretta pergi menjalan tugasnya, datang lagi seseorang menemui Elena. Kali ini Elena tidak bisa menolak karena panggilan ini sangat penting, urusan Louis terpaksa harus ia tunda.
*****
Seminggu kemudian para bintang agung mendapatkan tugas baru, mereka akan berangkat ke Kekaisaran Ashraf tepatnya di ibu kota menuju ke daratan pertapa yang letak portalnya ada di ibu kota kekaisaran.
Mereka akan ke sana untuk latih tanding atas permintaan penguasa menara pertapa, sebagai teman lamanya penguasa menara agung tidak bisa menolak undangan itu. Ia juga harus membuktikan kekuatan bintang agung yang baru sangatlah hebat, para kesatria suci akademik di pilih beberapa orang untuk menjadi pengawal para bintang agung sampai ke Ibu kota Kekaisaran Ashraf.
"Di mana Elena? apa dia tidak berangkat?" tanya Louis pada Sean, sejak tadi ia tidak melihat Elena.
"Dia dan Kavana sudah berangkat lebih dulu bersama tetua agung, mereka dilatih secara khusus karena keduanya telah dipilih sebagai Ketua dan Wakil ketua bintang agung," jawab Sean.
"Sesampainya di ibukota aku harus menemui Elena, kita punya waktu 7 hari untuk mempersiapkan diri sebelum ke daratan pertapa. Tepat saat hari ulang tahun Luca aku akan minta maaf langsung pada Elena dan memperbaiki hubungan kami," batin Louis.
"Kata Kak Liana, Kak Elena ada diantara bintang agung, aku senang bisa mengawal Kak Elena. Tapi di mana dia?" Leon berusaha mencari keberadaan Elena.
"Hentikan." Elios memukuk kepala Leon dengan sarung pedang, "Bertingkah normal atau para kesatria akademik lain akan menertawakan mu."
Hanya butuh waktu 3 hari para bintang agung sampai di ibu kota, mereka menginap di istana kekaisaran sebagai tamu kehormatan. Luca sebagai putra mahkota kekaisaran menyambut para tamu secara langsung.
"Kakak, sebentar." Luca menarik tangan Louis agar menjauh dari yang lain, sementara asisten pribadi Luca menuntun semua tamu berkeliling istana.
"Ada apa?" tanya Louis penasaran.
"Begini … kemarin aku melihat kakak ipar berpelukan dengan Ernest, apa yang sebenarnya terjadi?"
"Tidak mungkin. Kau konyol sekali! Elena gadis yang baik, dia tidak akan kembali pada Ernest."
"Aku berpikir begitu juga. Tapi kak, mereka bergandengan tangan masuk ke dalam Kediaman Ransom. Lalu tadi Ernest makan bersama dengan kakak di restoran. Liana bilang kalian bertengkar jadi aku pikir ...."
"Siapa pria itu?" tanya Kavana berjalan masuk ke istana bersama dengan Elena.
"Ernest Ransom, dia seorang duke. Hebat bukan dia datang pada ku," jawab Elena. Mereka berdua tidak menyadari jika pada saat yang sama Luca dan Louis ada di sudut pintu masuk dan mendengar percakapan mereka.
"Kakak." Luca menarik Louis yang terguncang ke dalam pelukannya.
"Elena, mengkhianati aku? tidak. Dia tidak mengkhianati siapa pun karena kami tidak dalam hubungan mesra, dia dengan siapa juga apa bukan urusan ku. Ya, aku tidak harus peduli karena ini takdir," batin Louis membenamkan wajahnya di pundak Luca.
Di hari ulang tahun Luca, para bintang agung turut hadir memeriahkannya. Luca juga mengumumkan pertunangannya dengan Liana secara resmi, mereka mendapatkan sorakan karena sangat serasi satu sama lain.
Seusai pesta keluarga Abraham di undang oleh Louis ke ruang istirahat bersama keluarganya, semua orang menantikan apa yang akan Louis katakan termasuk Elena.
"Aku tahu ini acara bahagia, maka dari itu aku menunggu acara usai untuk mengatakan ini. Aku sudah memutuskan membatalkan pertunangan aku dan Elena," ucap Louis. Itu sangat mengejutkan semua orang seperti petir yang menyambar di siang bolong saat matahari terik.
"Tapi kenapa? Elena sudah berusaha menerima hubungan kalian, dia mengatakan pada ku dia akan berusaha mencintai Louis. Kenapa mendadak kau mengatakan ini?" tanya Liliana pada Louis.
"Benar. Usaha Elena bukan main-main, dia membuktikannya pada kami semua. Ada apa dengan mu? jika saja ayahanda ada di sini maka dia akan menampar mu," kali Vanessa yang bicara.
Plak!
Elena tiba-tiba menampar Louis, "Aku sudah mewakili kaisar untuk menamparnya."
"Ini bukan salah kakak." Luca bersuara karena tidak bisa menahan diri saat Elena menampar Louis, "Kak Elena, jangan keterlaluan. Kau mempermainkan kakak, katakan saja yang sejujurnya kau telah kembali pada Ernest jangan membuat kakak menjadi orang jahat."
"Konyol!" bentak Aaron, "Jangan berpikir karena anda putra mahkota kami akan diam saja, Elena tidak pernah kembali pada pria busuk itu. Jaga ucapan anda!"
"Kau sudah keterlaluan, apa buktinya kau mengatakan hal itu? dia itu adalah Elena, apa kau sadar dengan siapa kau bicara?" tanya Qinthia pada adik sepupunya.
"Luca benar, dia melihat sendiri Elena berpelukan dengan Ernest. Elena bahkan mengatakan pada Kavana jika Ernest datang menemuinya lagi. Jika memang Elena tidak bahagia bersama ku dan mendapatkan cinta pertamanya kembali, aku rela melepaskan dia," jelas Louis.
"Tidak mungkin." Vanessa menatap Elena untuk meminta jawaban.
"Memanggil Auretta." Elena memanggil Auretta, penguasa elemen angin tersebut keluar dari lingkaran pemanggil dalam keadaan memakai piyama.
"Eh! El-Elena ada dua?" semua orang terkejut melihat Elena lain keluar dari dalam lingkaran.
"Gawat! saya belum melepaskan penyamaran hari ini," ucap Auretta menggaruk kepalanya.
"Jelaskan pada pria yang suka berkorban itu apa yang sebenarnya terjadi," perintah Elena pada Auretta.
Auretta pun menjelaskan jika dirinya sengaja menyamar menjadi Elena untuk membalaskan dendam pada Sonia, Elena tidak bisa membuat Sonia mendapatkan apa yang ia inginkan seperti mengalihkan harta Ernest atas nama Sonia. Auretta yang menyamar pergi menemui Ernest untuk mengatakan rencana jahat Sonia, setelah rencana jahat itu terbukti Ernets mengirim Sonia ke penjara lalu Auretta merayu Ernest untuk menghabiskan semua hartanya ke tempat terlarang.
Hanya dalam waktu seminggu kekayaan Ernest habis, ia bahkan terlilit banyak hutang. Barulah setelah itu Auretta yang menyamar pergi dari kediamannya, Ernest menjadi kehilangan akal sampai tidak sengaja bertemu dengan Elena asli yang saat itu sedang makan bersama Kavana. Elena tidak menunjukan belas kasih sama sekali padanya, ia menyakiti Ernest di depan Kavana tidak lupa Elena juga mengirim Ernest pada kesatria kekaisaran dengan tuduhan pencurian. Balas dendam Elena pun berhasil sampai menghancurkan Ernest, ia hanya perlu mencari Sonia yang melarikan diri dari penjara saat semua aset Ernest di sita oleh bangsawan yang Ernest berhutang padanya.
Karena penasaran siapa Ernest maka Kavana pun bertanya pada Elena, Elena hanya menjawab pertanyaan dan tidak sengaja terdengar oleh Louis. Mendengar itu Luca merasa malu begitu juga Louis, ia sudah bertindak sembarangan tanpa bicara baik-baik terlebih dahulu.
******
Bersambung.
Silakan tinggalkan jejak and dukung selalu author, karena dukungan kalian sangatlah berarti😘