
Kali ini Elena bersama Liana, dan Leon memutuskan pergi ke Kekaisaran Barat. Di sana mereka di sambut oleh Kota seribu bunga, karena ini musim semi jadi banyak bunga dari berbagai jenis mekar di jalanan seperti tanaman liar, sangat banyak.
"Enaknya jadi petualang, keluar masuk kekaisaran tetangga pun hanya butuh stempel saja," ucap Liana yang merasa bahagia karena impiannya untuk pergi ke Kekaisaran Barat atau juga di kenal sebagai tempat yang di cintai oleh dewa karena keindahannya, akhirnya tersampaikan juga. Ia semakin bahagia melihat Leon sangat menikmati perjalanan kali ini.
"Karena sudah di sini ayo kita cari makan," ajak Elena, ia berlari lebih dulu ke kedai camilan.
"Aku juga mau. Jangan lupa dagingnya, camilan saja tidak cukup," rengek Leon mengikuti Elena.
"Tentu saja ini tidak cukup. Camilan hanya bisa untuk mengganjal perut," jawab Elena, ia mengendong Leon karena tidak cukup tinggi untuk memilih, "Kau mau yang mana?"
"Semua terlihat enak, apa kita bisa membeli semuanya? itu tidak boros kan?"
"Mumpung sudah di sini maka kita harus makan sepuasnya, pilih saja mana yang kau mau."
"Bagaimana jika uangnya kurang? kita selalu kekurangan uang kalau membeli berlebihan."
"Kak Liana kan ada," jawab Elena menatap Liana, Leon pun tersenyum dan mulai memilih.
"Dia memang sedikit menyebalkan jika bersikap nakal. Tapi dia adalah alasan di balik semua senyuman Leon, kasih sayang yang begitu nyata sampai memikat banyak hati. Bagaimana bisa aku menolak dia," batin Liana. Ia mendekati mereka berdua, dan membayar semua camilan yang mereka beli.
Sementara itu di sisi lain Yoluta menyeret Casey secara paksa untuk pergi ke Kekaisaran Barat, Yoluta tidak mau kehilangan jejak Elena sementara Casey tidak mau pergi karena masih belum menemukan master mereka.
"Wah, enak sekali, manis sekali." Leon tidak berhenti memuji permen yang dia makan.
"Imut sekali." Elena juga tidak berhenti mengecup pipi Leon.
"Kita ke mana dulu? penginapan atau kedai makan?" tanya Liana setelah melihat ada penginapan di dekat mereka.
"Kedai makan," jawab Elena dan Leon serempak.
"Kalau begitu kita ke … Eh!" Liana terkejut dan langsung berbalik ke belakang, ia mengedarkan pandangannya menatap semua orang yang berlalu lalang di belakang mereka.
"Makan siang!" sorak Elena dan Leon di depan pintu kedai, Liana pun segera menyusul mereka ke kedai itu. Namun ia tidak melepaskan pengawasannya, ia merasa saat ini mereka sedang diawasi oleh seseorang.
Hal yang sama di rasakan oleh Yoluta, karena kontrak antara dia dan Elena sudah terikat lagi maka dia bisa merasakan jika ada seseorang sedang menargetkan Elena. Jahat atau tidaknya orang itu tidak bisa Yoluta pastikan, bahkan keberadaannya samar-samar.
"Mata jahat dari mana itu?" batin Yoluta.
*****
"Kau sudah kembali Elios?" tanya seorang pria paruh baya yang sedang bermeditasi kepada pria yang tingginya sama seperti anak kecil berusia 8 tahun.
"Iya, guru. Tapi kali ini aku menemukan sesuatu yang menarik, anak berkekuatan unik. Guru pasti ingin tau kan apa kekuatan anak itu?" Tanya Elios tersenyum licik.
"Kecuali seorang pemanggil, aku tidak tertarik dengan yang lain," jawab sang guru.
"Itu dia yang unik, dia seorang pemanggil. Tapi ada yang aneh, aku merasa tidak nyaman saat melihatnya."
"Hahahahah." Gurunya tertawa, ia membuka mata sampai turun dari tempat meditasi, "Ini adalah takdir yang telah tuhan atur, penantian ku selama ini akhirnya terwujud juga."
"Tidak kenal yah tidak kenal, apa peduli ku? jika kau bisa menyadari kekuatan anak itu maka aku pun sama, aku yakin saat aku menawari sesuatu pada seseorang dia sudah pasti akan menerimanya," ucap guru merasa sangat yakin.
"Keyakinan yang kuat." Suara asing muncul di iringi dengan cahaya hijau di dalam gua mereka, saat cahaya itu hilang Euros muncul di sana.
"Dewa angin, Asya memberi salam untuk mu." Asya memberikan salam dengan menempelkan kedua telapaknya di depan dada.
"Lama tidak bertemu, Asya. Aku sudah mendengar tentang anak unik itu, sebenarnya aku mengenal anak itu. Dia berasal dari keturunan ku," ucap Euros memberikan banyak harapan pada Asya.
"Ini sungguh takdir. Saya sangat beruntung bisa bertemu dengan keturunan anda, sekarang saya semakin yakin bisa membuat anak itu menjadi murid ku."
"Aku bisa saja membantu mu. Tapi dengan satu syarat, dia harus kau jadikan seorang pemanggil suci maka dengan begitu aku akan menjadikan dia avatar ku. Kau tau kan menjadi avatar seorang dewa bukanlah hal yang mudah, ini juga bisa mengangkat reputasi mu di mata dunia bahkan kau bisa tinggal di dunia atas jika dia jadi murid mu."
"Cih! ambisi yang terlalu besar itu bisa membunuh seseorang. Ku harap kau tidak lupa akan hal itu," batin Elios.
"Saya pasti akan memenuhi keinginan anda, anda bisa menyerahkan semua itu pada saya," jawab Asya.
"Tapi ini tidak akan mudah bagi mu, karena musuh terbesar dua dunia ada di tubuh anak itu. 3 dari raja dunia bawah, Penguasa Monster Raja Alden," ucap Euros membuat Elios dan Asya terkejut.
"Jangan bercanda." Elios sangat marah bahkan dia menunjukan tatapan nyalang pada Euros.
"Tenanglah," bisik Asya menenangkan Elios.
"Biarkan saja dia dewa angin," ucap Asya beralih pada Elios, "Saya akan setuju dengan apa yang anda katakan. Saya akan menjadikan anak itu seorang pemanggil suci dan membawanya ke hadapan anda sebagai avatar anda."
"Baiklah. Aku percaya padamu, sampai jumpa di hari itu." Cahaya hijau membungkus tubuh Euros, dan saat cahaya itu hilang Euros ikut menghilang.
Prang!
Elios melempar cangkir ke tempat Euros berdiri tadi, ia akan sangat kesal jika ada yang membahas hal-hal tidak masuk akal tentang sahabatnya terutama dari Euros.
Dulu Elios adalah salah satu dewa dunia atas, dia adalah dewa petir, selain wajahnya tampan Elios memiliki kekuatan yang tidak terkalahkan. Namun karena perebutan tahta Elios kehilangan gelarnya sebagai dewa, karena banyak dewa mendukung adiknya sebagai penganti Elios.
Mereka menganggap Elios tidak pantas karena dia suka bersikap kasar, tidak punya sopan santun, dan suka mengabaikan pertemuan penting para dewa.
Saat Elios di paksa menyerahkan gelarnya banyak para dewa terluka karena tidak sanggup menandingi kekuatan Elios, mereka pun meminta bantuan dari Raja para dewa yakni Dewa kebijaksaan.
Elios sempat melawannya bersama para 4 pilar dunia atas yaitu dewa elemen, karena kekuatan mereka terlalu kuat saat menyerang bersama Elios pun kalah. Kekuatannya di rantai sampai membuat tubuhnya mengecil, setelah itu ia di lempar oleh 4 pilar dunia atas ke dunia manusia.
Manusia pertama yang menemukan Elios adalah istri dari Alden, ia membawa Elios ke rumahnya yang di sana ada Alden. Tinggal bersama salah satu raja dunia bawah membuat Elios selalu saja pertengkaran setiap hari, berkat pertengkaran itu mereka menjadi dekat. Tapi itu tidak berlangsung lama, karena setelah terjadi perang yang merengut keluarga Alden dari Elios.
*****
Bersambung.
Silakan tinggalkan jejak and dukung selalu author, karena dukungan kalian sangatlah berarti😘