
Louis meletakan semua buruannya di depan guild, ketua guild sampai di buat geleng-geleng kepala karena ia memburu 10 Orc dalam satu hari. Orc adalah monster peringkat B hingga mereka harus membayar 200 koin emas untuknya.
"Kau benar-benar hebat, para pemotong daging bisa kewalahan jika harus memisahkan kulit, daging, dan tulang Orc peringkat B sebanyak itu," keluh ketua guild.
"Saya hanya beruntung karena melihat mereka berkumpul," jawab Louis.
"Ayo, kita minum teh di kantor ku," ajak ketua guild, Louis mengangguk.
Hanya dalam waktu seminggu Louis sudah dekat dengan penduduk kota, bahkan menjalin hubungan dengan semua anggota guild termasuk pemiliknya.
Sesampainya di ruang kerja ketua guild, Louis langsung duduk sambil menunggu ketua guild membuat teh.
"Apa itu?" tanya Louis menunjuk sebuah bola berwarna di dalam toples kaca.
"Ah!" ketua guild tersenyum melihat toples kaca itu, ia lalu memberikan cangkir teh untuk Louis dan duduk bersama.
"Itu adalah esensi monster yang memiliki kesadaran tinggi. Tidak banyak petualang yang bisa memburu monster seperti itu. Tapi ada beberapa yang beruntung mendapatkannya," jawab ketua guild mengeluarkan album foto, "Aku mengambil gambar dengan mereka saat mereka memegang buruan itu."
"Lalu kenapa barang berharga itu tidak ada jual?"
"Hahahaha, tidak bisa. Itu kenangan dari orang-orang aneh, mereka selalu ada di hati ku. Coba lihat foto-foto aneh mereka." Ketua guild menunjukan foto itu satu persatu.
"Tunggu!" Louis menahan tangan ketua guild saat ia melihat foto Elena memegang beruang bertanduk bersama seorang wanita dan anak kecil di pundaknya.
"Mereka adalah gadis-gadis yang aneh. Aku heran bagaimana bisa mereka berburu sambil bawa adik kecil mereka, apalagi mereka ingin pergi ke kekaisaran barat. Sudah hampir 2 bulan sejak mereka pergi melanjutkan perjalanan mereka," ucap ketua guild mengingat kembali kenangan lucu.
Brak!
Louis langsung berdiri dari tempatnya kemudian dia berlari keluar ruang kerja ketua guild, saat ketua guild mengejarnya dia telah pergi mengendarai kuda.
"Kenapa dia terlihat sangat buru-buru?" batin ketua guild.
Louis memancu kuda dengan kecepatan tinggi meninggalkan kota menuju kota lain yang menjadi jalan ke perbatasan kekaisaran, ia ingin sampai secepat mungkin ke tempat Elena berada.
*****
"Dapat!" Liana bersorak bahagia setelah mendapatkan bunga yang mereka cari, mereka mendapatkan misi peringkat C untuk memetik bunga lonceng.
"Ayo pulang," ajak Liana pada Elena dan Leon yang berbaring di tanah karena lelah.
"Yang benar saja, kita baru saja memajat tebing tinggi lalu kau bilang ayo pulang. Kami butuh istirahat," tolak Elena diangguki oleh Leon.
Elena sengaja membuat dirinya sibuk agar tidak kepikiran berita dalam surat kabar tersebut. Namun pada akhirnya dia yang mengajak, dia juga yang kelelahan. Berbeda dengan Liana yang tadi menolak untuk ikut dan sekarang malah dia yang menikmati misinya.
"Pulang?" suara asing bergema pada puncak tebing itu, seketika Elena langsung bangun dan memantau keadaan sekitarnya.
"Siapa kau? tunjukan diri mu!" tantang Elena.
Perlahan kabut mulai menyelimuti tebing itu, lalu dari dalam kabut muncullah Hydra. Ular 5 kepala yang sangat menakutkan, dia terkenal bukan hanya karena pertahanannya kuat. Tapi juga karena tingginya mencapai 10 meter, entah kenapa monster peringkat S sepertinya bisa muncul di sini.
"Bunga itu milikku. Itu bukan bunga lonceng biasa, jadi jika kalian ingin pulang maka tinggalkan bunga itu. Cepat atau kalian akan mati di sini," ancam Hydra membuat Liana ketakutan.
"Tidak. Itu bukan bunga milik siapa pun, sebelumnya itu hanya bunga liar dan kami memetiknya maka sekarang itu milik kami. Kau jangan berharap bisa memiliki bunga itu," balas Elena.
"Kau manusia yang lancang rupanya, maka jangan salahkan aku berbuat kasar." Hydra itu menyerang Elena, Elena berhasil menghindar. Tapi, Liana bersama dengan Leon terdorong sampai jatuh dari tebing.
"Memanggil Slyph." Elena memanggil Slyph, Slyph langsung muncul dan menangkap Liana bersama Leon.
"Jangan pikirkan aku, cepat!" perintah Elena.
"Jangan alihkan pandangan mu dari ku." Hydra itu kembali menyerang Elena dari samping dengan ekornya, Elena cukup gesit untuk menghindar lagi.
"Nona, saya tidak bisa. Anda pergilah bersama kami, dia bukan tandingan anda. Ayo!" ajak Slyph membuat Hydra teralihkan pada mereka.
"Tidak ada yang bisa pergi dari sini." Salah satu kepala Hydra mendekati Slyph, ia membuka besar-besar mulutnya untuk melahap Slyph.
"Jangan sentuh mereka." Elena menyerang kepala itu dengan bilah angin.
Serangan itu hanya mengejutkannya. Namun tidak berdampak sama sekali, ia bahkan langsung memukul Elena dengan ekornya.
Elena jatuh ke tanah. Tapi ia langsung bangkit lagi karena 4 kepala Hydra tidak berhenti menyerang, Elena sendiri hanya bisa menghindar.
"Pergi!" Elena menggunakan perintah mutlak pada Slyph, tubuh Slyph pun tergerak sendiri untuk pergi dari area tebing itu menuju pusat kota.
"Memanggil Salamander, Undine, Gnome, dan Kesatria suci." Elena memanggil mereka semua dan bertarung bersama.
Walau pun level mereka saat ini masih jauh berbeda. Namun serangan mereka mulai berdampak, sayangnya kekuatan tenaga dalam Elena semakin menipis sampai para spirit terpaksa harus meninggalkan dunia manusia.
"Maafkan kami, nona." Mereka semua berkaca-kaca melihat Elena menderita sendirian.
"Kerja bagus semuanya." Elena tersenyum para mereka sampai mereka benar-benar menghilang.
"Hahahaha. Manusia lemah seperti mu seharusnya sadar dari awal, kekuatan mu tidak ada apa-apanya di bandingkan dengan ku. Aku akan membunuh mu lalu memakai darah mu untuk menyirami tanaman pada tebing ini," ucap Hydra merasa semakin dekat dengan kemenangannya.
"Ugh sakit." Elena memegang dadanya yang mulai terasa sakit.
Perlahan kekuatan gelap dalam tubuh Elena mulai keluar, mata Elena berubah menjadi berwarna merah. Bukan hanya itu saja sikap Elena berubah sepenuhnya seperti menjadi orang lain.
"Kau bukan tandingan ku katamu? memang benar, kau hanyalah ular kecil di bawah ku. Lihatlah ini." Elena membuat lingkaran mantra pemanggil.
"Memanggil Casey," ucap Elena membuat awan seketika menjadi merah diringi petir yang menggelegar.
*****
Beberapa saat sebelumnya.
Casey membuat makanan untuk Yoluta dengan wajah di tekuk sangat jelek, ia tidak suka perjalanan ini karena baginya pergi dan tidak ada tujuan sama sekali.
"Jika kau memasak dengan wajah begitu maka kau bisa membuat rasa masakannya jadi tidak enak, apa kau mau aku marah lalu memukul mu sampai wajah mu benar-benar jadi jelek," ancam Yoluta, Casey hanya bisa menghela nafas.
"Makanannya sudah siap semua." Casey meletakan semua masakannya di atas meja makan satu per satu.
"Semuanya harum, pasti enak," puji Yoluta yang tidak sabar untuk makan.
"Ayo duduk," ajak Yoluta pada Casey.
Baru saja Casey hendak duduk lingkarang sihir pemanggil muncul di dekat mereka, Casey terkejut karena itu lingkaran untuk memanggilnya. Yoluta yang pernah mengalami hal itu tau betul jika sekarang Elena dalam keadaan bahaya, Casey tidak ingin masuk. Namun, sebuah rantai dari dalam lingkaran itu menarik Casey ke dalam dan menghilang.
*****
Bersambung.
Silakan tinggalkan jejak and dukung selalu author, karena dukungan kalian sangatlah berarti😘