
Louis, Carlos, dan Liana semakin gelisah karena mereka tidak menemukan jejak menghilangnya Elena. Tidak peduli seberapa keras mereka berpikir mereka tetap tidak bisa menemukan jejak Elena, karena hari semakin gelap akhirnya mereka memutuskan untuk pulang lebih dulu. Tapi tidak dengan Louis, ia memilih untuk tinggal lebih lama.
Carlos kembali bersama Liana lalu menceritakan semuanya pada kedua orang tua mereka, Liliana hampir saja pingsan mendengar kabar itu sedangkan Austin merasa sangat cemas.
*****
Kristal merah kali ini hanya bercahaya menunjukan jika rantai kedua yang mengikat kekuatan gelap dalam tubuh Elena sudah terlepas. Namun entah kenapa Damian tidak bahagia melihat itu, ia merasa ada janggal dengan semua ini.
"Damian, apa yang kau lakukan di sini?" tanya Yoluta memasuki altar kebangkitan.
"Ada yang salah. Aku merasa kita sudah melakukan kesalahan," jawab Damian.
Yoluta tersenyum lalu memukul kepala Damian, "Lupakan saja. Kita tidak harus memikirkan hal itu, sekarang kita semakin dengan reinkarnasi master jadi berbahagialah."
"Kau benar, ayo." Damian mengangguk lalu mereka lekas pergi dari sana untuk perayaan.
Di Lembah Naga tepatnya kediaman kaisar naga, Amelia memaksakan diri untuk tersenyum walau pun hatinya sangat sakit.
"Amelia kemarilah." Kaisar naga mengulurkan tangannya pada Amelia, ini pertama kalinya dalam hidup Amelia bisa menggenggam tangan dari pria yang ia cintai.
Amelia pun tanpa ragu menyambut uluran tangan itu, kaisar naga menarik tangannya dengan lembut dan menuntun Amelia untuk duduk di berhadapan dengannya..
"Kau tau, apa alasan aku tidak bisa menikah dengan mu?" tanya kaisar naga, Amelia hanya menggeleng, "Alasannya adalah anak ini. Aku sudah mencarinya selama ratusan tahun, selalu fokus mencari dirinya sampai mengabaikan banyak hal dalam hidup ini terutama cinta ku untuk mu. Sekarang dia sudah ku temukan maka baik sekarang aku atau para tetua bisa bernafas lega."
"Tapi kenapa? apa hubungan mu dengan anak ini sampai untuk mendekati mu saja aku tidak bisa," tanya Amelia.
"Dalam hidup ini aku sudah bersumpah, sebelum anak ini di temukan aku tidak akan menikah dan akan hidup sebagai kaisar naga. Aku tidak mengizinkan kau masuk karena semua pelayan ku adalah pria, aku harus menjaga mu dari tatapan pria lain. Kalau Jeff dia tidak mau mendekati mu karena ia ingin menjaga perasaan istri nya, dan aku tidak mau kau ada didekat ku karena berada di dekat mu tidak menjamin aku tidak bisa menahan diri. Maafkan aku karena selama ini selalu membuat mu takut bahkan marah."
"Aku lega rasanya setelah tau apa yang sebenarnya. Tapi jika kita menikah para pelayan ini kan …."
"Tidak perlu cemas. Setelah kita menikah aku tidak akan menyewa satu pun pelayan, semua rakyat ras naga akan bekerja di ladang sama seperti dulu hal ini juga telah kesepakatan semua pria, kesepakatan semakin erat setelah kami menemukan mata air suci yang sangat bagus untuk di gunakan menyirami tanaman. Pembangunan ladang sudah selesai, kini ladang itu tinggal di tanami lalu setelah itu kita semua akan hidup sebagai saudara tidak perbedaan antara bangsawan dan pelayan sama seperti ratusan tahun lalu."
"Itu bagus. Kini ras naga dunia atas bisa hidup sederhana. Tapi kau belum jawab, siapa anak ini dan hubungan kalian apa?"
"Beberapa tahun lalu …."
Ingatan kaisar naga kembali ke ratusan tahun lalu, saat ras naga di dunia atas masih hidup terpisah sampai bermusuhan satu sama lain. Kaisar naga berasal dari ras naga putih yakni naga paling kuat di dunia atas, saat itu naga putih menjadi musuh besar ras naga hitam dari dunia bawah yang sama-sama tinggal di lembah naga.
Pada suatu ketika untuk pertama kalinya ras naga melihat manusia mereka sangat terkejut karena manusia sangat kecil, dan manusia itu adalah Rani seorang ahli ramuan hebat yang tersesat ke dunia atas.
"Kenapa bisa manusia ada di sini? jika di makan pun dia tidak akan membuat kita kenyang," ucap salah satu ras naga putih.
"Hah? kenapa begitu melihat sesuatu yang ada di kepala kalian hanya makan saja? dasar naga otak dangkal," ejek salah satu naga dari ras hitam.
"Huh? apa kalian berani menyerang?" naga hitam semakin memprovokasi naga putih.
"Bodoh," ucap Rani membuat kedua pihak itu terkejut, "Kalian itu keduanya bodoh lalu malah bertingkah sok hebat satu sama lain, dan sekarang kalian mau pamer? begini saja karena kalian membahas makan dan makanan, aku akan menantang kalian jika kalian bisa mengalahkan aku dalam makan terbanyak maka aku akan mengakui kalian kuat."
"Hahahaha. Hei manusia, kami makan segunung sedangkan kau mungkin hanya bisa makan secuil dari makanan kami," ejek naga putih.
"Kalau begitu buktikan. Kalian juga harus makan dalam wujud manusia biar adil, ayo!" tantang Rani membuat para naga tertawa mengejeknya.
Saat makanan terhidang di depan mereka, para naga mulai makan dengan lahap Rani hanya menatap mereka saja. Setelah 15 menit berlalu mereka akhirnya elesai makan, dan meminta tambah hingga 5 kali. Karena mereka sudah selesai kini Rani yang makan, ia makan sangat cepat hanya dalam waktu 5 menit ia minta tambah sampai 12 kali.
"Lagi," ucap Rani untuk yang ke 13 kali.
"Cukup! kau makan secepat itu bahkan makan mu lebih banyak dari kami, bagaimana bisa?" tanya ras naga hitam.
"Setiap orang hebat dengan keahlian mereka masing-masing, kalian tidak bisa memandang rendah siapa pun hanya dari tinggi, kekuatan fisik, serta ras mereka. Kalian tadi saling menantang untuk bertarung hanya karena ingin mencari siapa yang lebih hebat, kenapa? kalian sama-sama ras naga maka kalian harus hidup berdampingan dengan damai. Akan datang suatu dalam hidup ini kalian membutuhkan satu sama lain, jika satu ras berpecah maka akan terjadi pertumpahan darah yang tidak di perlukan. Mau itu hitam atau putih tidak akan mengubah kenyataan jika kalian sama-sama naga, jika saja nanti ras iblis menyerang kalian. Kalian akan bagaimana? menyerang sendiri-sendiri? buat apa jika bersatu kalian bisa lebih kuat," jelas Rani membuat kedua pihak merenung.
Ucapan Rani membekas di hati semuanya, ada beberapa anak dari kedua ras mengagumi kehebatan Rani salah satunya Aizen kaisar naga saat ini.
Keesokan harinya perlahan kedua pihak mulai bicara biasa, bahkan batas pada wilayah keduanya di hancurkan. Melihat itu Rani merasa sangat bahagia karena usahanya tidak sia-sia.
"Kakak." Aizen menyapa Rani yang sedang duduk di atas batu.
"Ada apa, Zenzen?" tanya Rani, ia suka sekali mengubah nama orang lain.
"Aku ingin belajar mantra damai dari kakak, agar nanti saat aku jadi pemimpin aku bisa membuat siapa saja senang. Tolong yah ajari aku!"
"Hahahaha, mantra apanya. Itu bukan mantra hanya ucapan sesuka hati saja, tidak ada yang khusus."
"Eh? benarkah? lalu bagaimana nanti aku bisa membuat banyak naga berdamai?"
"Mudah saja kok. Pertama kau harus membuat mereka sadar akan kesalahan mereka, dan saat mereka bertanya kenapa maka jawablah dengan sangat tegas apa saja yang di anggap benar oleh hati kecil mu," jawab Rani dengan santainya tanpa berpikir panjang.
Rani tidak tahu jawaban sederhana darinya akan mengubah Aizen menjadi kaisar yang sangat adil, dia menjadi pemimpin yang di kagumi oleh seluruh rakyatnya.
*****
Bersambung.
Silakan tinggalkan jejak and dukung selalu author, karena dukungan kalian sangatlah berarti😘