
Sepanjang malam Alma memikirkan tentang Elena yang tidak merasakan apa pun setelah meminum teh yang telah Sonia racuni, kalau pun Elena kebal akan racun seharusnya ia akan tetap terserang oleh kekuatan gelap Alma.
Alma sampai tidak tidur karena hal itu. Begitu matahari terbit Alma bergegas mandi lalu berdandan dan pergi ke kediaman Abraham, sesampainya di sana Elena masih tidur bersama dengan Liana.
Mereka berangkat jalan-jalan setelah sarapan bersama, masih banyak tempat yang ini Liana kunjungi selama berada di ibu kota.
Tidak lama kemudian rombongan Damian dari dunia bawah telah memasuki ibu kota, Yoluta melacak keberadaan Elena sehingga mereka bisa menemukannya jauh lebih cepat.
"Irene." Yoluta melambaikan tangan pada Elena seraya berlari mendekatinya bersama dengan Casey.
"Wah. Yoluta." Elena membalas lambaian tangan Yoluta, dan memberikan wanita itu pelukan hangat saat tiba di di depannya.
"Lama tidak bertemu Yoluta," sapa Liana di balas dengan senyuman oleh Yoluta.
"Ini sungguh kebetulan yang indah. Awalnya kami hanya mau jalan-jalan sebentar sebelum pulang dan siapa sangka malah bertemu dengan kalian, sudah lama sekali sejak terakhir kita bertemu," ucap Casey di angguki oleh Elena.
"Bagaimana jika kita jalan-jalan bersama, kebetulan sekali aku akan memandu Liana jadi tidak masalah jika aku memadu kalian juga. Setuju?" tanya Liana.
"Tentu saja," jawab Yolutan dan Casey.
"Apa ini? para petinggi penguasa monster mengenal Elena, jika mereka menyadari Alma adalah putri raja iblis maka … siapa sebenarnya Elena ini? apa dia reinkarnasi itu? jika benar maka dia lebih kuat dari Alma sampai kekuatan Alma tidak mempan padanya." batin Alma merasa sangat cemas.
"Ah!" Alma terkejut saat Elena menggenggam tangannya.
"Alma, kau baik-baik saja kan? apa ada yang sakit? wajah mu pucat sekali." Raut wajah khawatir Elena membuat Alma merasa bersalah, sebelum ke sini ia berniat melenyapkan Elena. Namun yang ingin dia lenyapkan saa itu, sekarang justru sangat mengkhawatirkan keadaannya, Alma yakin Elena benar-benar orang yang baik hati maka Alma bertekad tidak akan memusuhi Elena sekali pun dia adalah reinkarnasi raja monster.
"Ayo naik." Elena berlutut membelakangi Alma, ia berniat menggendong Alma di punggungnya.
"Tidak Elena. Aku bisa berjalan sendiri," tolak Alma.
"Alma? apa dia putri raja iblis?" tanya Yoluta pada Casey melalui telepati.
"Entahlah. Tapi kekuatan gelap yang berasal dari anak ini memang kekuatan keturunan iblis, kenapa dia bisa ada di dekat master akan kita selidiki setelah ini. Jangan harap dia bisa lolos jika berniat jahat pada master," balas Casey.
"Cepatlah naik," desak Elena membuat Alma tidak bisa menolak, ia pun naik ke atas punggung Elena.
"Hangat!" batin Alma meletakan kepalanya pada pundak Elena. Selama ini ia tidak pernah di gendong oleh siapa pun, dan ini pertama kali dalam hidup dia digendong.
Sejak kecil Alma hanya bersama dengan pengasuh serta pelayan-pelayan istananya, itu semua karena sang ibu telah meninggal 7 hari setelah ia lahir. Dari kecil Alma juga selalu dimanjakan dengan kekayaan sang ayah yang berlimpah. Namun tidak pernah sedikit saja, ia di berikan kasih sayang oleh ayah mau pun kakaknya.
Pernah suatu ketika saat Alma berusia 8 tahun, pengasuhnya jatuh sakit sampai Alma harus diasuh oleh para pelayan istana. Pelayannya sangat banyak dan Alma hanya merasa kesepian berada diantara mereka, itu semua bukan tanpa sebab, karena pada dasarnya para pelayan itu memiliki pekerjaan yang tidak bisa mereka tinggalkan.
Oleh karena itu, Alma pergi ke istana putra mahkota untuk menemui Blake. Saat itu selesai latihan pagi, Blake baru saja berbaring diatas sofa di dalam kamarnya untuk istirahat.
Alma yang masih kecil tidak bisa melihat betapa kelelahannya Blake, sehingga Ia tetap menghampiri Blake yang sedang berbaring kemudian merengek di sampingnya, "Kakak, ayo bermain dengan ku. Aku bosan hanya sendiri."
Karena kesal jam istirahatnya diganggu Blake melepaskan tangannya dengan kasar dari genggaman Alma, membuat Alma yang bertubuh kecil terjatuh sampai kepalanya terbentur pada kayu sofa.
Hebatnya Alma tidak menangis setelah benturan keras itu, 5 menit kemudian barulah ia menangis dengan kencang setelah melihat darahnya sendiri.
"Berisik!" bentak Blake membuat Alma terdiam, "Kenapa kau menangis di sini? kakak semalam tidak tidur, dan sekarang kakak mau tidur. Jadi kakak mohon tolong jangan ganggu kakak, dan jangan pernah masuk ke kamar kakak tanpa izin lagi."
"Menyebalkan sekali!" gumam Blake yang terdengar jelas oleh Alma. Blake bahkan sampai pindah dari sofa ke ranjang, lalu ia membuka tirai yang terikat di samping ranjang untuk menutupi ranjangnya.
Tidak lama seorang wanita paruh baya masuk ke dalam kamar kemudian membawa Alma keluar dari dalam kamar Blake, wanita itu ternyata adalah pengasuh Blake.
"Tuan putri, dalam tata krama kekaisaran seorang wanita tidak bisa masuk kamar pria tanpa izin. Tapi anda telah melakukan itu, maka saya akan menghukum anda," ucap pengasuh Blake.
"Seorang adik masuk ke kamar kakaknya sendiri itu tidak salah, bibi. Ingatlah satu hal aku adalah putri raja yang berarti majikan mu jadi kau harus menghormati aku, hukum menghukum bukanlah tugas seorang pengasuh. Pengasuh hanyalah pengasuh sampai kapan pun tidak bisa menjadi orang tua."
"Ya ampun, putri sikap lancang macam apa ini. Anda sama sekali tidak menunjukan keanggunan seorang putri. Benar-benar memalukan."
"Sikap lancang ini selalu aku pelajari dari orang-orang disekitar ku. Tidak semua anak bernasib buruk seperti kaka yang memiliki pengasuh seperti mu," balas Alma kemudian dia beranjak pergi dari istana Blake.
Setelah hari itu Alma selalu bersikap keras kepala pada Blake, ia tidak menuruti nasehat apa saja dari sang kakak dan hidup sesuka hatinya.
Hal yang sama juga pernah terjadi pada Alma dan ayahnya saat Alma berusia 12 tahun, ia meraih penghargaan sebagai bintang akademik kerajaan iblis karena dia berhasil mengalahkan pada seniornya hanya dalam sekali pukulan dalam pertandingan.
Kebahagiaan itu ingin Alma bagi dengan sang ayah. Namun Baal terlalu sibuk dengan urusannya, jika ada waktu luang ia tidak pernah membagi waktunya dengan Alma sedikit saja.
"Ayahanda, coba lihat ini. Aku hebat kan?" tanya Alma memperlihatkan perhargaan yang ia dapat dari kepala akademik.
"Ya bagus, kau sangat hebat. Anak ku memang yang terbaik," puji Baal tanpa menoleh pada Alma dan sibuk membaca surat kabar saja.
"Ayahanda." Blake masuk membawakan beberapa dokumen, "Aku memenangkan lelang bunga kristal aurora dari dunia atas, serta beberapa dokumen tanah dari para bangsawan yang berkhianat."
Baal meletakan surat kabar di tangannya lalu memeriksa bunga kristal aurora yang lamgkah dan hanya tumbuh di taman dewi cinta, ia juga memeriksa semua dokumen tanah yang telah Blake sita dari pemiliknya yang berkhianat.
"Putra ku luar biasa. Aku bangga pada mu," puji Baal sampai memeluk Blake.
*****
Bersambung.
Silakan tinggalkan jejak and dukung selalu author, karena dukungan kalian sangatlah berarti😘