The Second Chance To Change Destiny.

The Second Chance To Change Destiny.
Bab 86 Kebenaran tentang Elena.



Kembalinya Elena tanpa memberi kabar menjadi kejutan luar biasa bagi keluarga Abraham, saat itu kebetulan semua keluarga sedang berkumpul bersama.


"Rei, ayo berikan salam pada bibi," ucap Qinthia kepada putranya dan Aaron.


"Salam bibi, selamat datang di rumah kami," ucap Rei. Pria kecil berusia 6 tahun itu terlihat sangat menggemaskan.


"Salam sayang, ini pertama kalinya kita bertemu kan. Ajaib juga kau tidak malu saat melihat bibi," puji Elena mengelus kepala Rei membuat pipinya merona.


"Kau mendadak kembali tanpa memberi kabar, kenapa? padahal kami bisa menyediakan pesta penyambutan untuk mu. Lalu di mana Liana?" tanya Austin karena Elena hanya masuk sendiri.


"Aku datang tanpa rencana jadi tidak memberi kabar, dan ini bukan hari libur jadi Liana tidak ikut. Aku punya izin kembali," jawab Elena.


"Sayang, hanya perasaan ibu saja atau kau memang ada masalah. Kau tidak terlihat baik," ucap Liliana.


"Aku hanya merindukan kalian saja. Di mana Kakak Carlos?" tanya Elena tidak mendapati Carlos di ruang keluarga.


"Dia dan istrinya pergi ke rumah mertuanya," jawab Aaron


"Ibu, ayah. Bisa bicara bertiga?" tanya Elena membuat semua khawatir, "Kenapa kalian? aku hanya ingin bicara saja, jangan menatap ku seperti itu."


"Ya sudah, ayo." Liliana menarik tangan Elena dengan lembut menuju gazebo bersama dengan Austin.


"Kau mau bicara apa?" tanya Liliana, ia sedikit gugup karena raut wajah Elena.


"Aku tidak mau bicara secepat ini. Tapi waktu libur yang aku dapat hanya 2 hari di luar hari perjalanan ke mari, jadi aku akan langsung ke intinya saja. Sebelumnya maafkan aku, apa aku adalah anak kandung kalian berdua?" tanya Elena membuat Liliana dan Austin tercengang.


*****


Teodora saat ini sudah berada dalam kamar Damian, ia menemui Damian dengan teleportasi langsung ke dalam kamarnya karena Teodora punya izin datang dan pergi kapan saja di wilayah penguasa monster.


"Jadi, apa yang membawa seorang dewi ke kamar ku?" tanya Damian seraya memakai jubahnya.


"Apa kau kenal wanita bernama Elena Abraham?" tanya Teodora yang sukses membuat Damian mengerutkan kening.


"Ya, dia adalah reinkarnasi penguasa kami. Kenapa memangnya? kau kenal dia?" Damian balik bertanya.


Teodora menghela nafas karena ia sendiri ragu untuk mengatakan hal ini pada Damian, "Aku tidak yakin apa ini harus aku katakan atau tidak. Tapi berjanjilah jangan menatap tajam pada ku, kau suka sekali menatap tajam jika aku bicara sesuatu yang tidak kau sukai."


"Iya. Cepatlah atau kau juga akan ketahuan yang lain."


"Beberapa hari lalu aku bertemu dengan Elena di desa para peri, dia mungkin sedang melakukan tugas atau ujian dari menara. Tapi itu tidak penting, yang penting adalah dia memiliki kekuatan avatar ku yang aku berikan pada Rani."


"Ya, awalnya aku pikir karena Rani sudah tiada maka kekuatan itu lepas lalu masuk ke dalam tubuh Elena karena dia memang berbakat. Tapi itu mustahil jika dia bukan dari keturunan ku, dia keturunan Euros yang bodoh itu. Lalu para peri bilang dari dalam tubuh Elena mereka merasakan kekuatan gelap yang besar, kau tau kan kekuatan suci tidak bisa ada dalam satu tubuh dengan kekuatan gelap itu bisa berakibat kematian. Kecuali, jika seseorang dengan kekuatan gelap menikahi orang berkekuatan suci lalu mereka punya anak."


"Ya, banyak orang yang tiada karena mencoba menyatukan kekuatan suci dan gelap. Tapi kekuatan gelap itu ada pada tubuh Elena karena dia reinkarnasi tuan kami, lalu dia punya kekuatan suci karena dia keturunan dewa angin. Oleh karena itu, dia baik-baik saja sampai sekarang. Lalu apa yang aneh dari itu?"


"Tidak tidak tidak, kau tidak mengerti. Jiwa orang berkekuatan gelap tidak bisa masuk ke dalam tubuh keturunan dewa, itu tidak akan mungkin."


"Lalu apa yang ingin kau katakan?"


"Rani pernah mengatakan pada ku, jika anaknya lahir ia akan memberikan kekuatan avatar ku pada anak itu. Dan setelah Rani tiada aku tidak pernah keluar dari kediaman ku sembari menunggu kekuatan avatar ku bangkit, aku berharap Rani masih hidup. Tapi setelah kristal avatar ku bersinar, aku tidak merasakan kekuatan itu ada pada Rani lalu aku mencari lokasi orang yang kekuatan itu bangkit dalam tubuhnya. Saat bertemu orang itu bahkan tanpa perlu bertanya, aku yakin dia putri dari Rani ku. Rani kita."


"Itu mungkin hanya kebetulan saja."


"Tidak. Kekuatan gelap dari tubuhnya ada karena dia putri Alden, dan kekuatan avatar ku bisa ada di dalam tubuhnya itu karena ibunya Rani. Bisa saja kekuatan gelap yang kalian rasakan itu bukan karena dia reinkarnasi melainkan pewaris tahta Alden."


"Lalu bagaimana dengan identitasnya sebagai gadis yang di cinta oleh angin? lalu bagaimana altar kebangkitan menunjukan jiwa tuan ada di dunia ini?"


"Mungkin terjadi sesuatu yang membuat dia mendapatkan kekuatan Euros, dan kekuatan itu bisa menyatuh dalam tubuh Elena karena pada dasarnya dalam tubuh Elena sudah ada kekuatan suci avatar ku. Jika jiwa tuan mu ada di dunia ini maka artinya  hanya satu yaitu jiwanya sedang mengembara, atau hanya menetap dalam tubuh Elena. Jika kekuatan Euros ada dalam tubuh Elena kemungkinan itu terjadi saat pemberkatan, sesuatu yang tidak di sadari oleh kita saat Elena masih bayi."


"Sebenarnya kami sudah membicarakan ini. Tapi Yoluta marah besar dan menolak kenyataan itu, semua yang ia katakan masuk akal dan kami menerimanya."


"Kalian tahu Yoluta sangat sensitif, dia yang paling terluka saat Alden meninggal. Oh! ada satu orang juga, dia Elios."


"Casey pernah mengatakan Elios bersama dengan Elena saat ini. Tapi entah kenapa saat kami bertemu waktu itu, Elios tidak ada bersama mereka. Casey juga tidak tahu kenapa. Jika dia bertemu dengan Elena secara tidak sengaja lalu memustuskan mengikuti Elena maka hanya ada satu kemungkinan, dia telah mengetahui apa yang tidak kita ketahui."


"Aku akan mencari Elios untuk menanyakan hal ini. Tolong rahasiakan hal ini dari siapa pun, sampai kita menemukan bukti yang kuat tentang kebenaran Elena," ucap Teodore seraya berdiri dari tempat duduknya.


"Teodore, jika benar Elena putri tuan ku dan jiwa tuan ku sedang mengembara atau ada dalam tubuh Elena, tolong jaga dia dari Euros. Pria itu sedang berencana menjadikan Elena avatarnya dan … tolong selidiki apa anak yang menjadi tahanan Euros selama ini memang benar adalah putri tuan ku atau tidak, karena jika tidak maka itu sudah cukup menjadi bukti yang kuat," pinta Damian dengan menyatukan kedua telapak tangannya.


"Damian, jangan meminta pada ku. Aku sudah mengabaikan mu selama ini padahal aku adalah istri mu, tolong jangan biarkan aku melakukan ini tanpa permintaan sebagai tebusan atas kesalahan ku yang mengabaikan mu. Dan tolong ingatlah kejadian saat kau membawa anak Rani ketika dia baru lahir," ucap Teodore kemudian menghilang begitu saja.


Damian tersenyum bahkan sampai menari bahagai saat Teodore pergi, itu bukan karena kebenaran tentang Elena melainkan karena ia bisa bertemu dengan istri setelah sekian lama.


*****


Bersambung.


Silakan tinggalkan jejak and dukung selalu author, karena dukungan kalian sangatlah berarti😘