The Second Chance To Change Destiny.

The Second Chance To Change Destiny.
Bab 82 Apa yang Elena tidak tahu.



Elena mengamati area sekitarnya sebelum bertindak. Karena manusia yang terkena racun mayat hidup saay ini berjalan terlalu dekat dengan Ogre, salah sedikit saja air pemurnian bisa mengenai Ogre dan membuat kekuatan monster itu bertambah.


"Nona, di sebelah utara ada pemimpin Ogre. Hydra bisa mengatasinya, sebab jika kita bisa mengalahkan pemimpin mereka maka pasukannya akan kehilangan rasa percaya diri dan mundur," telepati Admon.


"Baiklah." Elena mengikuti saran dari Admon, ia menggunakan langkah angin untuk pergi ke arah utara. Dan benar saja pemimpin para Ogre itu berada di sana, Elena dapat melihatnya dari ketinggian.


"Dia sepertinya di lindungi oleh pasukannya, kita tidak bisa mendekatinya dengan mudah. Harus ada rencana," telepati dari Hydra.


"Mari kita terobos. Kalian bisa kan?" tanya Elena mendapatkan sorakan gembira dari para kontraktornya. Mereka sudah lama tidak menggila.


"Baiklah. Ayo." Elena terjun dari atas bangunan tinggi menuju ke kumpulan pasukan Ogre.


Bugh!


Rota dan Elena bertabrakan di udara, keseimbangan Rota menjadi kacau sampai ia terjatuh ke atas pohon sedangkan tubuh Elena terjun bebas ke tanah beruntung Ignatius bereaksi dengan cepat untuk menolongnya.


"Ayo kita lihat orang yang kita tabrak tadi," ajak Elena. Ignatius pun terbang ke atas pohon tempat Rota jatuh.


"Apa kau baik-baik saja?" tanya Elena, ia menghampiri Rota yang duduk didahan pohon sambil mengelus sayapnya.


"Sayap ku patah. Butuh waktu 3 hari untuk sembuh sendiri, ma …."


"Maafkan aku." Elena memotong ucapan Rota seraya membungkuk di hadapannya, "Aku menabrak mu karena turun tanpa melihat keadaan sekitar, aku benar-benar menyesal."


"Tidak. Ini bukan salah mu, aku …."


"Rota, kau baik-baik saja?" tanya Saron membuat ucapan Rota terpotong lagi. Saron cepat-cepat datang ke pohon itu setelah melihat tabrakan mereka.


"Sayap mu patah." Saron merasa sedih melihat kondisi sayap yang merupakan harga diri serta kehormatan sang adik terlihat menyedihkan.


"Ini semua salah mu," ucap Saron menuduh Elena, "Kau adalah manusia level dasar, kenapa kau ada di sini? apa kau pikir medan perang hanyalah taman bermain, sehingga kau dapat berkeliaran sesuka hati mu di sini. Sebaiknya kau itu tidak datang ke mari dan mengganggu pekerjaan kami. Pergilah dari sini!"


"Kak Saron, kau salah paham. Ini bukan salahnya." Rota membela Elena. Ia tidak ingin Elena di salahkan karena kecerobohannya.


"Kau tidak perlu merasa kasihan pada manusia ini. Aku melihat kejadian tadi secara langsung dan aku tahu ini salah siapa," balas Saron, ia tidak mau mendengarkan siapa pun dan tetap pada pendiriannya.


"Beraninya kau menuduh no …." 


"Diam Ignatius. Ini memang salah ku," potong Elena melalui telepati.


"Maaf." Elena membungkuk sekali lagi lalu ia menaiki Ignatius dan mereka pergi menuju tempat yang lain.


*****


"Ignatius bakar semua Ogre itu. Auretta pisahkan semua manusia terkena racun dari para Ogre." Elena memerintah para kontraktornya dengan cepat, para murid yang lainnya sangat tertolong dengan kehadiran Elena di saat kekuatan mereka sudah semakin menipis melawan Ogre yang tidak sebanding dengan mereka.


"Alara sekarang!" perintah Elena. Alara pun membuat hujan air permurnian agar semua warga desa yang terkena racun bisa di murnikan semuanya, para ahli ramuan juga dengan cepat menghilangkan racun dalam tubuh semua warga desa sebelum efek permurniannya hilang.


"Hei ular, perhatikan jalan mu saat merayap. Kau selalu saja menyambar kaki ku," kesal Admon pada Hydra.


"Wilayah desa ini besar. Kenapa kau harus berdiri di samping ku? cari tempat lain sana!" balas Hydra. Pertengkaran mereka terjadi sangat lama, sampai tugas mereka membasmi sisa pasukan Ogre harus di tuntaskan oleh Ignatius.


Berkat kerja sama semua murid menara, akhirnya masalah besar berhasil mereka tangani sebelum hari gelap. Bertarung 5 jam lamanya memang menguras tenaga, begitu semua selesai para murid langsung beristirahat.


"Kita kemari bukan untuk terkagum padanya. Kau pergilah Saron, selesaikan masalah mu agar kita bisa pulang lebih cepat," balas Hrits. Ia tidak suka kakaknya memuji manusia berlevel rendah.


"Ayo!" ajak Rota, Saron pun dengan perasaan terpaksa pergi menemui Elena.


"Kalian berdua, kenapa?" tanya Elena kebingungan saat dua saudari itu datang menghampirinya.


"Maaf untuk yang tadi. Aku salah paham dan menuduh mu sembarangan, aku akan mengabulkan satu permintaan mu sebagai permohonan maaf jadi katakan saja apa yang kau mau," jawab Saron tanpa menatap Elena.


"Cih! dia pasti merasa sangat bangga karena membuat para Valkyrie meminta maaf padanya, aku yakin manusia ini akan menghina kami dan meminta imbalan besar untuk itu. Dasar manusia kotor," batin Saron.


"Anggap saja kita impas," ucap Elena membuat Saron terkejut dan spontan langsung menatapnya, "Aku ceroboh karena turun dari atas ketinggian tanpa melihat keadaan sekitar, dan jika teman mu menganggap dirinya salah maka kita berdua sama-sama salah. Saling meminta maaf sudah cukup, aku tidak pantas menerima imbalan karena yang terluka bukan hanya aku."


"Apa kau tidak waras? kau tidak mau meminta imbalan dari kami, dia adalah adik ku bukan teman ku. Semua orang ingin membuat kami berhutang budi karena ingin imbalan yang besar, lalu kau tidak mau?" tanya Saron.


"Oh, kalian kakak adik rupanya. Tapi kalian ini siapa? murid dari pavilliun apa?"


"Yang benar saja," teriak Saron karena Elena tidak mengenali mereka.


"Kami adalah Valkyrie 10 bersaudara," jawab Rota.


"Valkyrie itu … artinya anak kembar 10?" tanya Elena lagi membuat Saron terpaku.


"Dia benar-benar tidak kenal kita," bisik Rota pada Saron.


"Hahahaah, kau dengar itu dia bilang kita kembar 10. Ya ampun perut ku." Hirts tidak bisa menahan diri sampai tertawa terbahak-bahak, mereka bisa mendengar apa yang di bicara oleh Elena karena Saron sengaja memperdengarkan percakapan itu dengan kekuatannya.


"Dia itu … luar biasa, hatinya sangat besar. Aku ingin mengikat kontrak dengannya," ucap Brunhilde.


"Kalau begitu ayo. Kita coba bekerja sama dengannya selama 1 tahun, aku merasa dia akan menunjukan kita banyak hal menarik," ucap Hirts, ia sudah tertarik pada Elena. Jika Brunhilde sudah mengambil keputusan maka Para saudarinya yang lain akan mematuhinya.


Keesokan harinya saat Elena akan kembali ke menara mereka datang untuk membuat kontrak persahabatan dengannya, mendengar itu Elena merasa sangat bahagia karena kini dia punya familiar serta sahabat. Namun, sampai saat ini Elena masih belum tahu jika Valkryrie itu adalah dewi perang.


*****


"Hilde, apa kau sakit? kenapa diam saja saat aku panggil?" tanya Elena, Brunhilde tersenyum karena ia tenggalam dalam ingatan masa lalunya.


"Aku baik-baik saja Nona," jawab Brunhilde.


"Kalau begitu ayo, ketua para peri itu akan mengajak kita ke desa mereka. Kita sepertinya akan dapat makanan enak," ucap Elena sambil mengusap perutnya.


"Mungkin makanan mereka hanya sekecil tubuh mereka, apa nona akan kenyang makan makanan mereka?" tanya Brunhilde menghancurkan khayalan indah Elena.


"Kau kejam sekali. Kenapa kau ingatan soal itu pada ku," tutur Elena. Melihat semangat Elena meredup membuat Brunhilde sangat terhibur. Sejak menjalin kontrak dengan Elena, Brunhilde yang terkenal tegas dan dingin berubah menjadi sedikit nakal serta suka mengerjai siapa saja.


*****


Bersambung.


Silakan tinggalkan jejak and dukung selalu author, karena dukungan kalian sangatlah berarti😘