
Tanpa terasa, waktupun terus berlalu begitu saja, Evan masih setia dengan kesendirianya, pendiam dan bahkan tidak bicara jika tidak di ajak bicara, kini ujian akhir sekolah SMA ke limanya sudah terlewati, semua sudah sibuk memilih Universitas masing masing.
Malam itu, Gandi sengaja janjian untuk bertemu dengan Keyra, keduanya akan pergi ke tempat yang indah, ke bukit cinta, bukit yang konon menjadi sejarah percintaan mama papanya, Gandipun tahu dari cerita sang papa, hingga mengajak Keyra kesana.
"Gand...ini tempat indah banget! pasti seru kalau bisa kesini setiap malam minggu gini sama kamu." Ucap Keyra dengan senangnya, Keyra benar benar mencintai Gandi, dan Gandi pun sama meski hubungan keduanya baru berjalan beberapa bulan saja, mulus dan tidak pernah ada cek cok sekalipun, apa lagi urusan orang ketiga.
"Iya lah...kalau kamu suka, pasti aku ajakin kesini terus." Ucap Gandi sembari menggenggam jemari Keyra dan mengajaknya untuk duduk di tempat duduk yang sudah tersedia disana, di depanya terhampar pemandangan lampu kerlap kerlip malam yang indah.
"Gand udah ngirim persyaratan masuk Universitas?" Tanya Keyra yang ingin tahu, Gandi pun hanya mengangguk mengiyakanya saja.
"Kamu?" Tanya Gandi dengan nada beratnya, sebenarnya ia tak ingin mengungkit masalah kuliah, namun Keyra yang bertanya terlebih dahulu padanya.
Gandi tahu, Keyra sangat menginginkan kuliah di bidang kedokteran yang ada di luar Negeri, itu sudah menjadi cita cita Keyra sejak dari kecil dan Gandi tahu, pasti keduanya akan berpisah dalam waktu yang sangat lama saat itu.
"Emb...aku mau daftar di Universitas dekat kampus kamu ya." Ucap Keyra dengan senyumanya, namun malah membuat Gandi sangat terkejut dibuatnya.
"Loh...bukanya kamu pingin kuliah kedokteran di luar Negeri?" Tanya Gandi dengan kagetnya.
"Aku sih pinginya gitu Gand, tapi aku nggak mau pisah sama kamu, aku mau dekat terus sama kamu, apa lagi, disana pasti lama Gand...aku nggak bisa, jadi aku putuskan untuk kuliah jurusan lain di sini saja, aku nggak apa apa kok kalau nggak jadi dokter Gand...sungguh." Ucap Keyra dengan seriusnya, namun saat itu malah membuat Gandi terluka, Gandi pikir, Keyra melepas cita citanya karena dia.
"Tapi kamu belum daftar kan?" Ucap Gandi yang penasaran.
"Iya belum lah sayang...kenapa?" Tanya Keyra balik pada kekasihnya itu.
"Nggak ada pilihan lain, aku rela terluka asalkan kamu raih cita citamu sayang..." Ucap dalam hati Gandi.
"Cium aku!" Ucap Gandi seketika dengan ketusnya.
"Hah...disini? di tempat ini?" Ucap Keyra sembari menoleh menatap sekelilingnya, terlihat banyak pasang mata, namun semua pun sibuk dengan pasanganya masing masing.
"Kenapa?" Tanya Gandi yang sudah berubah dingin pada Keyra, Keyra sadar akan hal itu, namun pikirnya, Gandi hanya kesal saja padanya.
"iya, iya...kenapa jadi nyebelin gitu sih!" Dengus kesal Keyra pula, lalu ia pun perlahan mendekatkan wajahnya pada wajah kekasihnya, dengan perlahan lahan, lalu mengecup ringan tepat di bibir Gandi.
"Nggak berasa!" Ucap Gandi lagi yang tanpa perasaan, dan bukan nada bercanda seperti Gandi biasanya.
Hingga dengan paksaanya, Gandi mengambil tengkuk Keyra dan memaksanya mendekatkan wajahnya, lalu ciuaman panjang dengan tekanan itupun tercipta, cukup lama keduanya lakukan, hingga saling terengah satu sama lain.
Sesaat Gandi mengamati wajah gadis yang ia cintai di hadapanya itu, ia takut akan sangat merindukanya sampai mati, namun ia tidak punya pilihan lain selain melukainya.
"Maaf sayang...maaf..." Ucap dalam hati Gandi yang berulang kali.
"Kita putus! ciuman denganmu sudah nggak ada rasanya, hambar." Ucap Gandi seketika, dan saat itu Keyra hanya terbengong mendengar ucapan orang yang paling ia cintai berucap demikian.
Bagai petir yang menggelegar bersahutan di kepalanya, Keyra hanya bisa terpaku terdiam, tanpa kata kata, tanpa ucap balasan, dan hanya menatap punggung Gandi yang pergi menjauh, jauh, semakin jauh dan hilang di telan gelapnya malam.
"Sakit." Ucap Gandi sepanjang perjalanan.
"Apa? apa yang baru dia katakan? dia sudah nggak merasakan apapun dengan ciumanku? apa apaan itu? alasan macam apa itu?!" Ucap Keyra yang baru sadar dengan apa yang kekasihnya tadi ucapkan.
"Putus? hanya begini saja?!" Ucap Keyra lagi, dengan air mata yang deras mengucur berlinangan, sampai kedua tanganya tak mampu menyekanya lagi.
"
"
"
"
Teman teman pembaca sekalian...maaf ya atas ketidak nyamananya, Qolbie hiatus dari novel ini dulu ya...nggak tahu sampai kapan, mungkin sampai Noveltoon punya kebijakan yang baru, maaf, maaf, maaf...
dan jika ingin tahu updatean Qolbi...silahkan ikutin IG Qolbie90 ya pembaca.
"
"
"
"
ingat...ikutin Instagram Qolbi. @Qolbie90.
"
"
Ingat ingat ya...@Qolbie90, makasih ya teman teman, dan Qolbie masih punya tanggungan namatin Dosenku Suamiku, pasti Qolbie tamatin kok...Assalamualaikum semuanya...sampai jumpa lagi...