
Gandi berusaha memanggil nama Keyra beberapa kali, Namun tidak ada sahutan, hanya ketukan ketukan saja yang terdengar samar, Gandi dengarkan, hingga dengan keberanianya, Gandi semakin mendekat, tiba di depan pintu toilet yang terkunci dari luar.
"Gand...ayo pergi...nggak ada gunanya disini, pintu toilet itu terkunci dari luar, nggak ada orang di dalamnya..." Ucap Tomi sembari menarik narik lengan Gandi, mengajak Gandi pergi.
"Lu bawel sekali lagi, gue jahit tu mulut!" Ucap ketus Gandi, lalu tanganya perlahan lahan terulur dan mengamati gembok yang ada disana, ternyata tidak di kaitkan rapat, hanya di masukan asal asalan, segera Gandi pun akhirnya membuka gembok tersebut dan membuangnya, membuka perlahan pintunya.
"Astaga....tikus!!?" Ucap teriak lantang Gandi, saat ia tahu tikus yang terperangkap dalam ember yang lumayan tinggi, membuatnya tak bisa lari keluar.
Gandi pun lalu melihat lagi layar ponselnya, jelas jelas arah yang ditunjukan disana, menunjukan Keyra disana juga, namun kenapa tak ada.
Segera saja Gandi sedikit menyeret Tomi keluar dari dalam kamar mandi, celingulan mencari kesana kemari, dan benar saja, terlihat Keyra berada disamping toilet pas.
"Key...kamu ngapain disitu?" Teriak Gandi dengan nada sedikit marahnya, ia sudah khawatir kalang kabut, namun yang di khawatirkan nggak punya perasaan.
"Akh...kamu Gand, eh kebetulan...sini...bantuin aku Gand...tuh ada anak kucing kejebak di sana, ayo bantuin napa! aku nggak bisa ambil dari tadi." Ucap Keyra yang tanpa bersalah malah meminta bantuan.
"Tuh...minta bantuan Tomi, dasar nggak berperasaan!" Dengus Gandi yang sudah kesal dan pergi berlalu begitu saja.
"Apaan coba, kenapa datang datang malah marah marah sih? salah aku apa?" Gerutu Keyra di samping Tomi yang mencoba mengambil kucing yang terjebak di antara tumpukan keramik dan kaca.
"Jelas dia marah lah Key, dari tadi kami cemas nyariin kamu!" Ucap Tomi menerangkan.
"Loh kok bisa? kenapa?" Tanya Keyra lagi yang masih penasaran.
"Pake nanya...kamu ngilang lama Key, nggak biasanya tau!" Ucap Tomi lagi.
"Kan jam kosong Tom, lagian...kenapa Gandi bisa nyari aku?" Tanya Keyra yang lebih menyelidiknya.
"Akh...karena Gandi lihat aku heboh nyari kamu Key, makanya Gandi ikut ikutan khawatir..." Ucap Tomi dengan senyum cengengesanya, setelah ia berhasil mengambil anak kucing tersebut.
"Aku serahin anak kucing ke kamu ya...tolong anterin ke bu kantin, sepertinya itu anak kucing dari kantin sana." Ucap Keyra yang langsung pergi meninggalkan Tomi dan si kucing di tanganya, Keyra berlari berusaha menyusul Gandi.
"Lah...kenapa jadi aku lagi sih yang kena!" Dengus Tomi yang lalu membawa anak kucing tersebut menuju ke kantin.
Terlihat Keyra dengan kedua mata mencari cari keberadaan Gandi, akhirnya ia menemukanya tengah berjalan sedang di apit kedua siswi di samping kanan kirinya.
Keyra pun akhirnya memberanikan diri untuk menyapanya.
"Gand...bisakah kita bicara sebentar?" Tanya Keyra yang ikut berjalan berjajar di samping siswi yang ada di sebelah Gandi.
Namun Gandi hanya diam saja, ia tidak menanggapi ajakan Keyra sama sekali.
"Gand...ayo lah...sebentar saja kok...janji..." Ucap Keyra dengan tangan mengatup menyatu di depan dadanya.
"Hei gendut! nggak tahu diri banget sih, Gandi nggak nanggepin kamu loh...sana pergi!!" Ucap salah seorang yang berada di antara Gandi dan Keyra, dengan kuatnya siswi itu mendorong Keyra hingga ia terjatuh, terjerembab ke atas rerumputan di samping jalan setapak, namun rerumputan itu tidaklah semulus dugaanya, terdapat beberapa kerikil atau batu batu kecil disana, yang seketika menggores lutut Keyra hingga mengeluarkan darah.
"Hei!!! apa apaan sih kalian! aku nggak nanggepin Key, bukan berarti aku nggak suka sama dia, paham nggak!?" Ucap Gandi yang langsung menuju ke arah Keyra dan membantunya untuk berdiri, namun Keyra hanya memilih untuk duduk saja.
Dan kedua siswi tersebut langsung pergi meninggalkan keduanya tanpa minta maaf terlebih dahulu.
"Nggak apa apa Gand...ini udah terbiasa kok...ntar juga cepat sembuh, udah biarin aja." Ucap Keyra dengan tenangnya.
"Terus tadi manggil aku mau apa?" Tanya Gandi lagi pada temanya itu.
"Mau ngucapin makasih banyak, karena udah khawatir padaku tadi, dan maaf ya..." Ucap maaf Keyra lagi lagi dan lagi yang Gandi dengar.
"Key...kamu tuh sebenarnya puteri om Abiyasa beneran nggak sih?" Ucap tanya Gandi tiba tiba yang membuat Keyra penasaran.
"Tentulah anak papah, kenapa kamu tanya?" Ucap Keyra dengan balasanya.
"Udah di pastiin belom? tes DNA mungkin?" Tanya Gandi lagi yang membuatnya dapat tabokan dari tangan Keyra.
"Apaan sih Gand! nggak lucu, jelas lah aku anak papa mama aku, emangnya kenapa?" Tanya Keyra lagi.
"Aku lihat tuh ya...om Abi itu orangnya baik...dan pemberani, masak iya punya anak cemen macam kamu ini sih?" Ucap Gandi yang mendapat pelototan dari kedua mata Keyra.
"Akh...apa hebatnya jadi berani Gand?" Ucap tanya Keyra lagi, yang saat itu membuat mulut Gandi seolah terbungkam.
"Liburan kamu mau kemana Key?" Tanya Gandi yang asal asalan, ia berniat mengalihkan perhatian.
"Di rumah aja, mungkin main sama nenek." Ucap Keyra dengan jujurnya, Keyra tahu umur sang nenek tidaklah lama lagi, dan ia hanya bisa menghabiskan waktu bersamanya sebisa mungkin, mengukir kenangan bersama sang nenek sampai batas waktunya tiba.
"Iya deh...kapan kapan ntar tak maen kesana, eh tunggu sini deh." Ucap Gandi yang sudah beranjak pergi dari tempatnya, ia berlari meninggalkan Keyra duduk sendirian disana.
Hingga beberapa saat, Gandi datang dengan membawa plester di tanganya, ia bermaksud akan memberikanya pada Keyra.
Namun langkahnya terhenti seketika, matanya melotot tak percaya, saat ia dapati Keyra yang tengah basah kuyup dengan jus yang tersiram di pakaian seragamnya, di sampingnya terlihat dua siswi yang berdiri di sana, sembari terlihat sedikit ketakutan.
"Kalian ini apa apaan sih? awas kalian aku laporkan ke guru BP." Ucap Gandi yang akan pergi lagi, namun kedua siswi itu kukuh kalau hanya salah paham saja, keduanya mengaku hanya tak sengaja terpeleset, akhirnya menumpahkan jus ke arah Keyra yang tengah duduk di bawah.
"Udah Gand...nggak apa apa kok." Ucap Keyra yang membuat Gandi berpaling dan menatap ke arahnya.
"Key...nggak usah sok baik deh di depan Gandi, kalau lu kayak gitu, Gandi akan makin nggak suka sama kita." Ucap salah satu siswi yang membuat Gandi makin geram.
"Walau bagaimanapun, aku juga nggak bakalan suka sama kalian, aku hanya suka Keyra, paham nggak! sekarang minta maaf sama Key!" Ucap Gandi yang membuat ke tiganya kaget bukan main atas pengakuan Gandi yang tiba tiba.
"Emangnya dia siapa? kalau dia pacar kamu, baru kita mau minta maaf, kalau nggak! sorry aja deh Gand, nggak bakalan." Ucap salah satu dari kedua siswi tersebut.
"Ya! dia pacarku, mau apa kalian? cepat minta maaf." Ucap Gandi dengan gentle nya. Hingga dengan berat hatinya, keduanya meminta maaf pada Keyra, mungkin dengan terpaksa.
"Ingat ya...jangan Ganggu Keyra lagi, atau kalian akan berhadapan dengaku juga, ingat itu!" Ucap Gandi yang memperingatkan kedua siswi yang akan pergi dari hadapan keduanya.