THE NEXT GOOD BOYS

THE NEXT GOOD BOYS
Qirani Lesmana



"Hyaaaa! ngapain lu narik narik gue? akh...ngambil ciuman pertama gue pula, akh...tidak...cowok kampung lagi, meskipun keren dan tampan sih..." Ucap gadis tersebut yang masih berada diatas tubuh Reza, dan menatap wajah tampan di bawahnya.


"Maaf...aku nggak niat narik kamu, aku pikir kamu akan bunuh diri, dan lagi...kapan kamu mau turun dari sini?" Ucap Reza yang terlihat masih meringis menahan sakit di bagian tepi pinggangnya, karena bergesekan dengan batu batu yang kasar di bawahnya.


"Akh...iya iya...astaga...itu...berdarah pinggang nya, lu sih...pake sok pahlawan segala, gue nggak mungkin juga tenggelam di sungai dangkal begini." Ucap si gadis sembari membantu Reza bangun dan duduk.


"Apes banget sih...ciuman pertama gue ilang...nih pinggang rasanya mau patah." Dengus Reza dalam hatinya.


"Tunggu...lu kayaknya bukan cowok kampung, lu dari kota? sama dong...gue juga lagi liburan di villa bokap gue di dekat dekat sini." Ucap sang gadis dengan senangnya, ia senang mendapat teman baru di desa yang baru ia singgahi.


"Nggak nanya." Ucap Reza dengan gigi meringis, karena lukanya ia rasa perih saat bergesekan dengan kemeja yang di kenakanya.


"Terserah lu mau nanya apa nggak, gue hanya ngejelasin." Ucap si gadis lagi.


"Dan gue nggak ingin tahu!" Ucap Reza lagi yang mencoba bangkit dari duduknya dan perlahan lahan berjalan pergi meninggalkan si gadis sendirian.


"Tunggu! gue udah terlanjur janji, siapapun yang ngambil ciuman gue, selagi dia bukan preman atau penjahat, yang pasti bukan cewek, gue bakal jadiin cowok gue, paling nggak minimal tiga bulan." Ucap si gadis sembari ikut berdiri namun masih mematung di tempatnya.


"Terserah lu ngomong apaan, gue nggak dengar, ogah banget dengerin nggak penting." Ucap Reza yang sudah mulai menjauh pergi.


"Hue tunggu! gue beneran!" Teriak si gadis sembari berlari mengikuti Reza dan dengan cepat mengalungkan tanganya ke tangan Reza.


"Lepas!" Ucap Reza sembari mengibas kasar tangan si gadis.


"Akh sakit." Ucap si gadis sembari terus berjalan mengikuti Reza dari belakang.


"Baru lihat, ada cewek cakep setres parah kayak gini, ngikutin mulu, nggak mungkin kan aku balik ke rumah, bakalan ngikutin pasti dia." Ucap dalam hati Reza, yang kemudian menuju sebuah kedai, disana Reza memesan es kelapa muda, sembari tanganya mengetik sesuatu di ponselnya, rupanya Reza sedang mengirim pesan pada Gandi.


"Sayang...kok kamu ninggalin aku sih..." Ucap gadis tersebut dengan tangan yang lagi lagi menempel di lengan Reza.


"Jangan deket deket, ilfil gue..."Ucap Reza yang masih memaksa melepas tangan gadis di sebelahnya.


"Gand...gue di ikutin setan cewek, cewek gila, bener bener gila, ilfil gue jadinya, dia ngikut mulu kemana mana, biar ilang tuh di apain ya?" Ucap pesan yang Reza kirim pada Gandi, dan kebetulan Gandi segera membacanya dan membalasnya.


"Lu nggak mau pacaran sama preman kan? temen gue preman, gue termasuk dong..." Ucap Reza pada gadis disebelahnya.


"Kalau preman biasanya kucel, nggak mungkin setampan ini, ayowlah...tiga bulan aja kok...beneran gue udah janji, harus gue tepatin, karena lu yang pertama ngambil ciuman gue." Ucap si gadis lagi.


"Oke, anggep kita udah pacaran, detik ini kita putus, udah kan beres." Ucap Reza lagi.


"Nggak semudah itu...lu mau gue mati gara gara ingkar janji? nggak kan?" Ucap si gadis lagi.


"Lu yang janji ama siapa juga gue nggak tahu, kenapa gue yang kena imbasnya." Ucap Reza lagi yang terlihat sudah menghabiskan es kelapa mudanya.


"Tunggu sayang, biar gue beliin plester buat lukanya." Ucap si gadis yang sudah berdiri dari tempatnya dan membeli dua plester untuk luka.


"Sayang sayang, kenal aja nggak, udah panggil panggil sayang." Ucap dalam hati Reza.


"Mbak sama mas nya ini datang dari kota ya?" Tanya bibi penjaga kedai.


"Iya bi...kami liburan disini, di kota bising..." Ucap gadis cantik itu pada bibi penjaga kedai.


"Waaah...yang satu ganteng...yang satu cantik...serasinya." Ucap si bibi lagi.


Namun Reza sudah akan berdiri, tapi si gadis mencegahnya.


"Lukamu harus di plester dulu, biar nggak perih." Ucapnya sembari jemarinya mengangkat kemeja bawah yang dikenakan Reza.


"Eh...apa apaan sih...udah aku bisa sendiri." Ucap Reza dengan ketusnya, dan terlihat si bibi dan pengunjung lain yang langsung memandang kearah keduanya.


"Akh...kami lagi cek cok sedikit." Ucap sigadis yang merasa sedikit malu dengan tingkah Reza.


"Qirani Lesmana, panggil aja aku sayang..." Ucap bisik lirih gadis di sebelah Reza yang sesaat menyita waktu Reza sebentar, hingga tanpa terasa Qiran sudah usai membantu menempelkan plester di luka Reza.