THE NEXT GOOD BOYS

THE NEXT GOOD BOYS
PMS



"Maaf Gand...ini di perpus loh...kamu kenceng amat ngomongnya!" Ucap Keyra sembari menggeser tubuh Gandi yang berada di tengah jalanya, Keyra akan pergi dari hadapanya.


"Tunggu Key...!" Ucap Gandi tiba tiba sembari mencekal lengan Keyra hingga langkah kaki Keyra terhenti.


"Ya...ada apa Gand?" Ucap Keyra sembari membalikan badan menatap Gandi yang masih berada satu langkah di belakangnya.


"Mana ponsel kamu? bawa sini...!" Ucap Gandi sembari melepas pegangan tanganya.


"Buat apa? satu ponsel kamu kurang Gand?" Tanya Keyra sembari menatap ke arah Gandi dengan tanya nya.


"Enggak! buat apa ponsel banyak banyak! sini aku kasih nomor aku!" Ucap Gandi yang kemudian tanganya terulur menengadah, meminta.


"Buat apa nomor kamu?" Tanya Keyra dengan bodohnya.


"Astaga Key...siniin...aku minta nomornya aja deh, kalau ada apa apa kan mudah punya nomor kamu, sesama teman kan harus saling bantu." Ucap Gandi yang mengambil paksa ponsel Keyra yang ada di tanganya.


"Bantu apaan sih Gand?" Tanya Keyra yang masih nggak ngerti dengan cara pikir teman di depanya itu.


"Kamu kan sering kena bully Key...kan kalau aku tahu lokasi kamu, mudah nemuinya, dan lagi...papa kamu kan teman papa aku, kalau kamu kenapa napa ntar aku yang di salahin papa, sesama teman itu harus saling bantu!" Ucap Gandi sembari mengambil jari telunjuk Keyra dan meletakanya pada layar ponsel, dan saat itu pula ponsel Keyra bisa terbuka menggunakan sidik jari si pemilik, sedangkan Keyra hanya menurut saja tanpa pikiran macam macam.


"Nih udah..." Ucap Gandi sembari memberikan ponsel Keyra lalu pergi begitu saja, meninggalkan gadis itu yang masih mematung di tempatnya.


"Bukanya tiap ada masalah karena selalu dekat dengan dia ya? selalu berurusan denganya ya? akh...terserah deh...pokoknya aku mau jauh jauh aja dari tu anak." Ucap Keyra dengan gerutunya, lalu ia pun pergi meninggalkan perpustakaan.


"Key...ini Gandi, simpan nomor aku!" Ucap pesan Gandi yang baru Keyra baca.


"Akh...semoga nggak ada masalah di kemudian hari saat aku menyimpan nomor ini ya tuhan...!" Ucap Keyra yang kemudian menamai nomor Gandi dengan nama PMS, atau singkatan dari "Pembawa Masalah." Karena setiap Keyra dekat dengan Gandi, ada saja kejadian kejadian yang tak terduga yang ia alami, ada siswi beda kelas yang pura pura menumpahkan jus ke pakaian Keyra, ada yang tiba tiba menjegal kaki Keyra, dan bahkan pura puta tak melihat hingga menubruknya sampai terjatuh, dan kejadian itu terjadi setelah Keyra pulang dari piknik di pantai beramai ramai dengan rombongan sekolah.


Namun Keyra yang hanya seorang diri, tidak ada yang membelanya, ia hanya memilih mundur dan menerimanya saja, bahkan malah ia yang meminta maaf, apa lagi kelas Gandi dan kelasnya berbeda, jadi sudah pasti Gandi tidak melihatnya, apa lagi Keyra pun tak mungkin cerita pada Gandi tentang semua masalah dan sial yang di hadapinya, karena Gandi bukan siapa siapanya, hanya teman yang kebetulan baik padanya.


Akhirnya jam istirahat pun usai, dan semua siswa siswi masuk kedalam kelas, itu pun sebagian, karena hari itu jam kosong sampai waktunya jam pulang nanti.


"Ric aku lapar...mau ikut ke kantin nggak?" Tanya Gandi pada Eric, namun Eric tanpa menyahut hanya menggeleng geleng saja, tanda ia tidak mau, karena ia tengah sibuk dengan game di ponselnya, dan Evan serta Reza sudah pasti tidak mau ia ajak bolos saat jam masuk sekolah, meski waktu kosong sekalipun.


Saat itu, perut Gandi memang sedang keroncongan, saat jam istirahat ia belum sempat makan apa apa, lalu ia pun memutuskan untuk pergi ke kantin seorang diri, memang sering Gandi seperti itu, meskipun tidak sedang jam kosong, saat ada pak guru pun, Gandi izinya ke toilet, namun belok ke kantin.


"Bu...mau baksonya satu mangkuk ya...sama es lemonya satu." Ucap Gandi pada ibu penjaga kantin, setelah ia sampai disana, ternyata disana tidak hanya Gandi sendiri, bahkan kantin sangat ramai kala itu, hampir semua kursi kursinya penuh dengan para siswa siswi.


Setelah pesananya sampai, Gandi pun akan menyantapnya, namun perhatianya teralihkan, sendok yang akan masuk kemulutnya itu pun terhenti di depan mulutnya, saat ia lihat si culun Tomi tengah berjalan mondar mandir kesana kemari.


"Heh...lu! sini!" Ucap Gandi dengan sinisnya pada si Tomi, dan Tomi pun dengan segera mendekat ke arah Gandi berada.


"Ngapain lu mondar mandir? merusak pemandangan aja tau nggak!" Ucap Gandi sembari menyendok baksonya sesuap dan mengunyahnya.


"I...itu...itu Gand...Key...Keyra...dia nggak ada di kelas, nggak seharusnya dia kayak gitu saat jam pelajaran Gand!" Ucap Tomi menerangkan, dan raut wajahnya pun terlihat khawatir yang nggak main main, atau di buat buat.


"Dia masih ada di perpus, alah...mungkin dia tahu jam kosong, makanya masih semedi disana tu anak!" Ucap Gandi yang masih menyuap baksonya.


"Kan aku hari ini yang tugasnya jagain perpus Gand...udah nggak ada orang disana, udah di kunci juga sama bu guru tadi." Ucap Tomi dengan sungguh sungguhnya, barulah seketika Gandi menatap kearah Tomi dengan tatapan seriusnya, menghentikan makanya dan segera merogoh ponselnya, memastikan keberadaan Keyra berada di lingkungan sekolahnya, dan benar saja, perasaan Gandi lega, saat ia dapati lokasi Keyra yang berada di sekolah, tepatnya di toilet sekolah.


Lalu Gandi pun dengan tenang menyuap baksonya lagi, namun lagi lagi ia teringat tempat yang tertera pada pelacak ponselnya.


"Gila! itu kan toilet yang sedang dalam perbaikan, ngapain tu anak kesana? mana jarumnya nggak bergerak lagi!" Dengus Gandi yang lalu berdiri dari duduknya dengan segera, berlari menuju kearah penunjuk di layar ponselnya, sampai ia masuk kedalam toilet yang sedang dalam perbaikan, sedangkan Tomi hanya mengikutinya saja tanpa tahu apa apa, Gandi sayup sayup hanya mendengar suara ketukan ketukan yang jarang jarang dari salah satu ruang toilet.


"Key...kamu disana?" Ucap Gandi sembari mendekat ke sumber suara, sedangkan Tomi sudah hampir pingsan karena ketakutan, ketukan ketukan itu ia pikir ulah setan penunggu toilet.