
"Udah?" Tanya Qiran pada Reza saat ia sudah duduk di sofa dekatnya, dan Reza hanya mengangguk sebagai tanda iya.
"Kamu tinggal dimana?" Tanya Reza pada gadis cantik di sampingnya.
"Ada di villa yang agak tinggi dari sini, mau kesana?" Ucap Qiran yang menerangkan, dan Reza hanya mengangguk saja.
"Iya nanti aku anterin..." Ucapnya.
"Terus kamu tinggal di kota?" Tanya Reza lagi pada pacarnya itu.
"Iya...aku pemilik konveksi yang lumayan lah ramenya, meski nggak sebesar perusahaan papa kamu, tapi cukup lah untuk menghidupi para karyawan dan aku tentunya." Ucap Qiran lagi dengan senyum cantiknya.
"Terus...kamu dirumah tinggal sama siapa?" Tanya Reza lagi yang masih penasaran.
"Sendirian lah...aku tinggal di apartemen, mau nemenin?" Ucap Qiran lagi dengan candanya.
"Ngawur aja kamu!" Dengus Reza dengan senyumanya.
"Yaudah istirahat dulu, nanti aku antar pulang." Ucap Reza yang langsung di angguki Qiran, segera Qiran diantar Reza menuju kamarnya.
Sore itu, Gandi sudah bersiap menuju ke rumah Keyra, setelah sebelumnya ia memastikan Keyra ada dirumah, namun ia tidak bilang jika akan main kerumahnya.
Setelah bersiap, akhirnya Gandi pun menuju kerumah Keyra, nampak mobil yang terparkir didepan pintu gerbang yang masih tertutup.
Gandi begitu bahagia, saat melihat Keyra keluar dari dalam, membuka pintu gerbang samping rumahnya.
"Keyra tahu aku datang?" Ucap Gandi dalam hatinya, namun Gandi salah, ternyata Keyra keluar menghampiri mobil yang sudah terparkir disana sebelumnya.
Terlihat seseorang baru saja menurunkan kaca mobilnya, dan terlihat perbincangan hangat keduanya, Keyra pun tertawa tawa dari luar pintu mobil, tawa Keyra membuat Gandi penasaran, entah mengapa, saat itu Gandi merasa sangat kesal, karena bukan dirinya yang membuat Keyra tertawa.
Segera saja ia menyalakan lampu sorot mobilnya yang begitu terang, hingga membuat Keyra menoleh menatap kearahnya, dengan satu tangan yang menutupi bagian matanya.
Saat itu Gandi langsung keluar dari dalam mobilnya, berjalan cepat menghampiri Keyra.
"Gandi!" Ucap Keyra saat ia melihat Gandi datang padanya.
"Ya! ini aku! siapa dia?" Tanya Gandi dengan sedikit kasarnya.
"Oh...ini, kenalin...dia Alex, baru tiba dari luar kota." Ucap Keyra menerangkan, dan terlihat senyum bersahabat dari cowok yang namanya Alex itu, namun Gandi tidak membalasnya, alias sinis padanya.
"Om Abi tahu kalau kamu kayak gini?" Tanya Gandi lagi, namun membuat Keyra tidak mengerti.
"Tahu...mama papa tahu kok, malah...Alex disuruh nginep dirumah." Ucap Keyra lagi dengan sungguh sungguh.
"Iya udah Key aku muter muter dulu, nanti nginep sini kok." Ucap Alex yang membuat melongo Gandi, seperti sudah biasa saja cowok tersebut dengan keluarga Keyra.
"Eh Lex biar aku anterin...tungguin!" Ucap Keyra pada cowok yang ada di dalam mobil.
"Hah...kamu tuh cewek Key bisa bisanya!" Ucap Gandi yang seakan tidak terima dengan apa yang Keyra ucapkan, lalu dengan segera Gandi menarik pergelangan tangan Keyra agar ikut masuk kedalam mobilnya.
"Gandi! apa apaan sih?" Ucap Keyra yang tidak mengerti.
"Kok jadi diam?" Tanya Gandi setelah mobil sudah melaju jauh meninggalkan rumah Keyra.
"Kamu mau cewek centil ini ngomong apaan? sudi kamu dengerinya?" Ucap Keyra dengan tatapan tanpa menoleh kearah Gandi, dan saat itu Gandi benar benar merasa sangat marah, karena Kerya bisa tertawa tawa di depan cowok lain, tapi cemberut di depanya.
Segera saja Gandi menepikan mobilnya di tepian jalan raya, lumayan sepi kendaraan yang lewat disana.
"Kenapa berhenti!" Tanya Keyra yang penasaran.
"Key...kamu bilang, kamu masih suka cowok di masa lalu kamu, kamu nggak bisa pacaran karena nggak bisa ngelupain dia, terus tadi kamu cengengesan di depan cowok lain, kamu bangga gitu di samperin tuh cowok jauh jauh dari luar kota?!" Ucap Gandi dengan sebalnya, dan Keyra malah makin sebal parah.
"Mau kamu apa sih Gand? suka suka aku lah, mau aku bisa move on apa nggak, perasaan perasaan aku, dan kenapa kamu yang marah? aneh kan!" Ucap Keyra yang menerangkan.
"Ya...karena aku lebih suka Tomi lah daripada si Alex, aku mengenal baik dia, dia baik dan aku nggak tahu si Alex atau si siapa itu tadi yang kamu ajak cengengesan." Ucap elakan Gandi.
"Tomi? Tomi siapa? kamu ngomongin siapa sih Gan? aku nggak kenal Tomi." Ucap Keyra dengan sungguh sungguh, pasalnya ia memang tidak terlalu ingat dengan Tomi.
"Tomi teman kita yang kamu bahas di cafe kemarin Key, cowok yang kamu suka itu sejak SMP!" Teriak Gandi yang sudah hampir hilang kesabaranya.
"Yang aku bahas kemarin tuh kamu! bukan Tomi!" Ucap Keyra yang keceplosan karena kepancing amarah Gandi.
"Mati aku, kenapa sampai keceplosan, akh...inget Key...kamu cewek." Ucap dalam hati Keyra.
"Kamu bilang apa tadi? kamu bilang bukan Tomi? tapi aku?!" Ucap Gandi yang benar benar tidak percaya dengan apa yang Keyra ucapkan barusan, dan entah mengapa saat itu ia merasa sangat bahagia, Keyra hanya membuang muka menatap keluar Jendela, ia benar benar sangat malu karena perkataanya barusan.
"Astaga!" Ucap Keyra dengan kagetnya, saat kedua tangan Gandi tengah memeluknya dari samping.
"Aku juga suka kamu Key...makasih ya udah ngasih tahu aku duluan, aku emang pengecut, aku nggak bisa ngungkapin perasaan aku terlebih dahulu padamu." Ucap Gandi yang membuat Keyra membuka matanya lebar lebar, ia benar benar tidak tahu harus ngomong apa lagi.
"Gand...kamu..." Ucap Keyra dengan terbata, den seketika terhenti karena Gandi mencium pipinya.
"Ingat...sekarang kamu pacar aku, milik aku, jangan deket deket sama cowok lain, apa lagi ngobrol sampai ketawa ketawa kayak tadi, aku nggak rela, apa lagi siapa tu tadi si Alex, kamu harus jaga jarak sama dia." Ucap Gandi yang membuat Keyra hanya mengangguk.
"Tunggu! kenapa aku nggak boleh dekat sama Alex?" Tanya Keyra sembari menoleh kesamping, tepat berhadapan dengan wajah Gandi.
"Cup." Sesaat Gandi mencium bibir Keyra, hanya kecupan biasa tidak lebih.
"Kok masih tanya kenapa? ya jelas aku nggak suka lah Key." Ucap Gandi seketika.
"Tapi Gand...masalahnya..." Ucap Keyra yang mencoba menjelaskan.
"Nggak ada tapi tapian Key, kamu suka ya buat aku marah? kamu nggak ingat kemarin di cafe saat kamu cerita cowok masalalu kamu, aku kira itu Tomi, aku sangat marah saat itu." Ucap Gandi menerangkan.
"Oh...jadi kamu marah karena itu, padahal yang aku bahas itu kamu loh...tapi...Alex beda." Ucap Keyra yang ingin menjelaskan sesuatu, namun Gandi sudah menciumnya lagi dengan tekanan kuat.
"Nggak ada tapi tapian, kalau di depan aku jangan bahas cowok lain!" Ucap Gandi lagi dengan tangan yang masih memeluk erat tubuh Keyra.
"Dia sepupu aku!" Teriak Keyra dengan suara lantang, dan seketika Gandi melepas pelukanya saking kagetnya, Gandi sangat malu saat itu, ia berlagak sok cool sok ganteng agar tidak tersaingi oleh si Alex, dan ternyata si Alex adalah sepupu kekasihnya itu, yang tidak patut ia cemburui.
Dengan wajah menatap keluar jendela, dan tangan yang menoyor noyor kepalanya, Gandi benar benar malu, bahkan sampai berani memaksakan ciumanya.