
Sore itu Key terbangun saat ia merasa dadanya sesak, kedua matanya terbuka perlahan, dan ia dapati lelaki yang ia cintai ada disana, tertidur pulas dengan kedua alis yang sedikit mengkerut, membuat jemarinya iseng menyentuhnya dan ingin meluruskannya, namun kedua mata Gandi segera terbuka dan membalas tatapan mata gadis di sampingnya yang hanya berjarak tiga inci saja dari wajahnya.
"Kau sudah memandangku sedari tadi...sekarang mau menyentuhku...sok jual mahal pula, mau kamu apa sih sayang?" ucap Gandi dengan senyuman menggodanya.
"Mauku...sekarang juga antar aku ke kamar mandi, kaki ku sakit Gand..." ucap Key dengan rengekannya, dan Gandi sebagai seorang pria dewasa hanya bisa mengangguk dan segera membopong tubuh gadis itu menuju ke kamar mandi.
"Aku tunggu di luar, kalau sudah panggil aku." Ucap Gandi sembari mengecup kening gadis itu lalu pergi dari sana.
Usai dengan aktivitasnya Gandi membawa tubuh Key menuju ke sofa yang ada di ruangan tersebut.
"Aku antar pulang sekarang ya?" kata Gandi yang tiba-tiba.
"Kenapa?" sahut Key seketika karena penasaran.
"Kalau kita kelamaan disini...kau tidak tahu atau pura-pura tidak tahu hah? aku sekarang seorang lelaki dewasa yang tidak tahu kapan aku berubah jadi buas atau jinak..." ucap gerutu Gandi dengan sebalnya, karena ia harus mengubur perasaan rindunya dalam-dalam karena ia tidak ingin melukai hati Key karena kelakuannya yang sering tidak bisa ia kendalikan jika menyangkut gadis itu, terlebih lagi gadis itu nyata saat itu, bukan hanya hayalannya saja yang bisa menghilang setiap saat.
"Haiz...sejak kapan aku sok baik, biasanya aku tidak baik." Ucap dalam hati Gandi yang seolah menentang keinginanya untuk mengajak Key pulang dari sana.
"Baiklah...ayo..." ucap Key yang mengiyakan, karena saat itu Key pun sudah dewasa dan lebih mementingkan akalnya daripada ke egoisannya.
"Hah...secepat itu kau menjawabnya? sayang...kita tadi ketiduran...itu berasa ketemunya hanya satu jam saja...selebihnya mimpi loh...kamu ini..." ucap Gandi yang tidak bisa Key tebak.
"Tadi bilang takut khilaf...setelah aku iya in eh malah gerutu nggak jelas." Ucap Key dengan dengusannya.
"Yasudah...pulang..." ucap Gandi sembari menyunggingkan senyum kecutnya namun bibirnya mengerucut, dan seketika itu pula Key menarik wajah tampan itu lalu mengecupnya.
"Sudah ya...jangan manyun terus..." ucap Key yang membuat Gandi tersenyum dan mengangguk. Malam itu juga Gandi mengantar gadis itu pulang kerumahnya, sampai di rumahnya, sudah ada papa dan mama Key yang menyambut keduanya, terlihat pula di tangan papa Key tengah memegangi berkas didalam sebuah map.
"Ini Gand...sudah papa siapkan apa yang kamu inginkan...semoga lancar ya..." ucap Abiyasa pada lelaki tersebut. Lalu Gandi segera mengambil berkas tersebut.
"Pah...itu apa?" tanyanya yang penasaran.
"Berkas-berkas yang Gandi mau sayang..." ucap papa Key yang tidak menjabarkan isi di dalamnya.
"Apa sih Gand?" tanya Key pada lelaki di sampingnya.
"Berkas untuk mengurus surat nikah...puas? aku ingin segera menghalalkanmu selamanya." ucap Gandi dengan bisikan di telinga gadis itu yang lalu berlalu pergi setelah berhasil menepuk puncak kepala Key, terlihat pula senyum tertahan Key yang ia sunggingkan untuk mengantar kepergian kekasihnya itu.
Hari bahagia yang sudah ia nantikan akhirnya akan terwujud juga, dengan orang yang ia cintai pula.
Dimana saat itu Reza sudah pasti akan melangsungkan pernikahan dengan Qirani, di tambah lagi Eric dan Nora yang akan mendahuli keduanya, serta Gandi yang sudah pasti akan bersama dengan Nindi secepatnya, di tambah Evan yang sudah berproses menuju kebersamaan pula dengan Vanya, akhir kisah ke empatnya pun begitu bahagia, sudah dipastikan semua akan berjalan indah tepat pada waktunya.
T
A
M
A
T
Jangan lupa untuk updatean kisah selanjutnya, part-part baru season 2 dari perjalanan ke empatnya...ikuti Ig @Qolbie_90 ya pembaca setia Bie...makasih...maapkan jika ada banyak kekurangannya...masukan kalian selalu Bie tunggu...sampai ketemu di kisah kelanjutannya yang nanti Qolbie buat ya...big love untuk semua...🙏🙏🥰🥰🥰