
"Nih pakai." Ucap Gandi sembari memberikan plester di tanganya untuk Keyra.
"Apa? kenapa menatapku begitu? baru sadar kalau aku tampan?" Ucap Gandi lagi, yang membuat Keyra yang terpaku itu pun akhirnya membuka suara.
"Akh...makasih Gand..." Ucap Keyra sembari menggunakan plester yang baru ia terima tersebut.
"Ayo ke kelas, kamu bisa masuk angin Key!" Ucap Gandi lagi sembari langsung berdiri.
"Akh...iya iya..." Ucap Key lagi dengan terbata bata, ia pun lalu menurutinya, hanya mengikuti apa yang Gandi katakan, pikiranya masih linglung saat mengenang kata kata Gandi yang begitu lantang mengatakan pada kedua siswi lain bahwa ia pacarnya.
"Akh...Key otak kamu kapan normalnya? Gandi seperti itu hanya membantumu tau! nggak usah ke GR an deh Key, bangun...bangun...!" Ucap Keyra dalam hatinya, dan keduanya berjalan menuju ke arah kelas Keyra, yang terlebih dahulu melewati kelas Gandi.
"Eeeeh...tunggu!" Ucap Gandi sembari menarik kerah baju Keyra dari belakang yang membuat Keyra segera terhenti dari langkahnya.
"Tunggu!" Ucap Gandi yang kemudian berlalu pergi masuk kedalam kelasnya, dan Keyra hanya bisa mematung menungguinya saja.
"Lu dari mana saja sih Gand?" Tanya ketiga temanya.
"Habis nyelametin kucing." Ucap Gandi yang kemudian mengambil Hoodie miliknya dan membawanya keluar menuju ke arah Keyra.
"Nih pakai, lepas tuh baju atasan basah begitu!" Ucap Gandi sembari akan pergi lagi.
"Eh Gand aku udah boleh pergi kan?" Ucap Keyra dengan suara yang hampir tertelan.
"Terserah aja deh Key, mau ganti pakaian disini juga boleh...udah aku tinggal dulu." Ucap Gandi lagi dan pergi meninggalkan Keyra yang masih mematung di tempatnya.
"Akh...makasih Gand..." Kata Keyra dengan lirihnya, namun Gandi sudah tidak bisa mendengarnya, segera saja Keyra pergi dari tempatnya dan menuju ke toilet sekolah, mengganti pakaian disana, lalu menuju ke arah kelasnya, menenteng pakaian kotornya, mengalungkanya ke lengan tanganya.
"Eh eh...beneran loh ternyata, itu bukanya hoodie Gandi? masak iya mereka pacaran? apa hebatnya si gendut Key sih?" Ucap bisikan bisikan yang Keyra samar samar dengar, dan tidak hanya satu dua siswi saja yang tengah menggunjingnya, namun Keyra hanya bisa pasrah atas apapun asumsi yang di tujukan padanya.
Hingga hari itu pun berakhir, pagi itu, Gandi bangun dengan malasnya, saat sang papa tengah mengajaknya untuk bersepeda santai.
"Ayo dong sayang...masak laki kok lemes gitu sih?!" Ucap Nindi pada jagoanya, saat ia lihat Gandi masih terlihat malas.
"Akh mama juga ikutan? ini kan hari pertama gandi libur pah mah...akh...masak iya masih di sibukan bangun pagi sih...!" Dengus Gandi yang menghampiri kedua orang tuanya yang sudah menungguinya di pelataran rumah dengan tiga sepeda yang sudah siap.
"Gand...laki tuh kayak papa gitu lo Gand, papa nggak pernah absen untuk olahraga pagi, ayok..." Ucap Arga yang sudah nangkring di atas sepedanya.
"Iya iya pah...ayo...terus ntar kita sampai mana nih?" Tanya Gandi yang ingin tahu.
"Sampai taman kota lah sayang..." Ucap Arga sembari memberikan sepeda di sampingnya untuk sang putera.
"Oke baiklah...ayo pah mah...!" Ucap Gandi yang sudah mengayuh sepedanya terlebih dahulu, meninggalkan mama dan papanya berdua.
Hingga beberapa saat, Gandi dengan nafas ngos ngosanya sudah sampai ke tempat yang di tuju, nampak mama dan papanya yang tertinggal di belakang tengah ketambahan personil, dimana terlihat tiga orang yang berada di belakang mama dan papanya, dan itu Gandi mengenalnya.
"Keyra..." Ucap Gandi lagi, dan entah mengapa, saat itu ada sedikit perasaan senang disana.
"Halo om...tante...dan juga Key..." Sapa Gandi pada keluarga temam papanya.
"Halo juga Gand...kita ketemu lagi..." Ucap balasan om Abiyasa pada Gandi.
Hingga ke empat orang dewasa itu tengah istirahat dan hanya ngobrol ngobrol saja, Gandi masih menyelesaikan satu putaranya dengan Keyra.
"Key...papa sama mama kamu udah janjian sama mama dan papa aku ya?" Tanya Gandi yang penasaran, namun Keyra yang canggung itu hanya menggeleng geleng tanda ia tidak tahu.
"Kamu kenapa sih Key? dari tadi aku tanyain cuma ngangguk, sama geleng doang?" Tanya Gandi lagi.
"Gandi itu apa nggak mikir? setelah ucapanya kemrin apa hari ini akan biasa saja?" Ucap dalam hati Keyra yang masih merasa canggung.
"Key! dengerin aku ngomong nggak sih?" Tanya Gandi lagi dengan suara lantangnya.
"Iya...iya Gand...apa? ada apa?" Ucap Keyra dengan terkejutnya.
"Akh udah lupain!" Ucap Gandi yang sudah lupa dengan apa yang akan ia ucapkan. Hingga terdengar ponsel Gandi berbunyi, segera saja ia berhenti sesaat, di susul Keyra yang ikut menghentikan laju sepedanya.
"Halo...ada apa Van?" Ucap Gandi saat ia tahu Evan lah yang sedang menghubunginya.
"Gand...tuh si Vanya benar benar gila apa gimana sih!" Ucap Evan yang sedikit merasa Vanya keterlaluan.
"Apa sih Van? cerita tuh dari awal, ada apa?" Tanya Gandi yang sudah nggak sabar.
"Masak iya itu si Vanya bilang kalau dia mau datang kesini sih kalau aku nggak keluar nemuin dia ntar! akh...aku harus gimana dong Gand?" Ucap nerocos Evan yang tidak seperti biasanya yang berbicara hanya seperlunya saja.
"Emb...Van...kalau dia datang ke rumah kamu sih biarin aja kali Van, napa kamu ketakutan sih?" Ucap Gandi dengan entengnya.
"Kamu pikir!! aku itu kamu apa! apa kata mama sama papa Gand, gila aja!" Ucap Evan lagi, ia merasa resah jika ia sampai membiarkan Vanya datang ke rumah, toh ia juga bukan siapa siapa Evan, ia hanya takut kalau mama papanya bisa salah paham, terlebih lagi, kelakuan Vanya tidak mudah di tebaknya, apa lagi setelah sampai bertemu mama papanya, denganya saja sudah seperti perangko, apa lagi ntar sama kedua orang tuanya, pasti seperti paparazi, yang selalu mengintai kedua orangtuanya.
"Terus kamu mau aku ngapain?" Tanya Gandi lagi.
"Aku akan temuin Vanya di luar, aku akan ikutin kemauanya, tapi kamu juga harus ikut." Ucap Evan yang tengah meminta bantuan keponakanya.
"Hemmmz...ngapain aku ngikutin kalian berdua? kalian kencan, nah aku setan dong, gimana sih Van!" Ucap Gandi lagi, jelas ia merasa tak enak tengah mengikuti orang pacaran, dan Gandi tahu benar, bahwa Vanya tengah tergila gila dengan Evan.
"Gand...kamu tahu aku kan? aku nggak mungkin bisa gerak kalau sendirian...kamu ajak siapa kek, Eric atau Reza gitu." Ucap Evan lagi dengan mudahnya.
"Van..yang bener aja dong...lu kira gue jeruk makan jeruk? nggak lah...lagian Reza ada acara sama orang tuanya, Eric juga lagi perjalanan ke Negara omanya, berlibur kesana." Ucap Gandi yang kemudian melirik ke arah Keyra, menatapnya dengan lekat, dan tiba tiba senyum jahil terlihat di ujung bibirnya.
"Oke Van...lu kirim alamat dan waktunya deh, ntar gue ACC." Ucap Gandi lagi, sembari mematikan panggilanya.