THE NEXT GOOD BOYS

THE NEXT GOOD BOYS
Penasaran



Sore itu, Reza sudah bersiap untuk datang ke undangan Gandi, dimana ia memakai pakaian kaus berkerah warna biru muda dan celana pendek selutut.


"Bund...papa belum pulang?" Tanya Reza pada bundanya.


"Belum sayang...papa diluar kota, malam mungkin sampai rumahnya." Ucap Ifa pada sang putera.


"Terus Qiran mana bund?" Tanya Reza lagi pada bundanya, karena dari sejak Qiran masuk kedalam kamar tamu, ia belum juga keluar.


"Coba lihat dia Za, dia masih didalam kamarnya." Ucap bunda sembari merapikan kerah sang putera, dan saat itu juga Reza segera menuju ke kamar yang Qiran tempati.


"Tok tok tok, sayang ayo..." Ucap Reza pada kekasihnya itu, sembari mengetok pintu dari luar kamar.


Seketika itu pula, Qiran membuka pintunya sedikit, hanya mengintip saja.


"Sssst...sayang bisa masuk sebentar nggak?" Ucap Qiran dengan bibir mengerucutnya.


"Ada apa sih? manyun gitu? ada bunda nggak enak." Ucap Reza sembari menyunggingkan senyumanya.


"Yaudah..." Ucap Qiran yang lalu menutup pintu kamarnya lagi rapat rapat, saat itu Reza tahu, Qiran pasti butuh bantuanya, terlihat dari ekspresinya.


Dengan isyarat pada bundanya, Reza meminta izin untuk masuk kedalam kamar Qiran, dan Ifa yang memang selalu percaya puteranya, hanya bisa memberi izin saja.


"Astaga...pusingnya kepalaku, bby...kenapa nggak cepet pulang sih? lama lama nih anak kita aku nikahkan loh..." Ucap Ifa dalam hatinya, sembari kedua tanganya menekan kepalanya, meski ia percaya sang putera dan memberi izin padanya, tetap saja hatinya tak nyaman melihat puteranya dekat dengan gadis seperti itu.


"Sayang...aku masuk nih." Ucap Reza sembari masuk kedalam kamar sang kekasih.


"Sayang...sini bantuin aku!" Ucap Qiran seketika.


"Bantuin apa?" Tanya Reza lagi yang sedikit khawatir, khawatir ia akan melihat sesuatu yang tak sepantasnya ia lihat.


"Ini...aku bingung mau pilih baju yang mana, aku harus ninggalin kesan pertama yang baik dong di depan temn temanmu." Ucap Qiran yang membuat lega hati Reza.


"Emb...bantu aku pilihin baju ya..." Ucap Qiran dengan senyum menggodanya.


"Yang itu aja!" Ucap Reza sembari menunjuk pakaian lengan panjang putih tulang dengan bawahan rok selutut.


"Yakin yang ini?" Tanya Qiran pada kekasihnya, dan seketika itu pula Reza segera keluar dari dalam kamar Qiran, ia menunggunya di ruang tamu.


Di rumah Gandi, Eric datang terlebih dahulu, karena memang ia sedng tidak ada kerjaan, mama papanya pun baru saja tiba dari luar Negeri, namun tidak ikut datang.


Disusul Evan yang juga baru tiba, dengan membawa mobil yang sama persis milik Gandi, namun beda warna, hadiah dari mama papanya, milik Gandi berwarna biru metalik, mobil sport Aston Maryin DB11, sedangkan milik Evan, berwarna silver tua.


"Key kok belum datang sih? tadi aku jemput nggak mau...kok ya belum datang juga, masak iya dia mau datang sama Alex sih? akh nggak kan?!" Ucap Gandi dengan gerutunya, ia mondar mandir sembari jantungnya seakan meloncat.


Di tempat Reza, Qirani sudah siap dengan pakaian kalemnya, nampak cantik anggun dan sangat menawan.


"Yuk...bund...eh tante...kita berangkat dulu ya..." Ucap Qiran yang langsung di sambut Ifa dengan senyuman dan anggukanya.


Hingga keduanya keluar dari rumah, Qiran sudah akan membuka pintu mobil kekasihnya.


"Loh sayang...kok mau naik mobil?" Tanya Reza pada Qiran.


"Loh...emangnya nggak naik mobil ya sayang?" Tanya balik Qiran pada kekasihnya.


Hingga sampai di depan pintu masuk rumah Gandi, namun Qiran masih mematung di depan pintu, belum ikut masuk, sedangkan Reza sudah beberapa langkah masuk kedalam, bahkan sudah memanggil Eric dan Evan serta Gandi yang langsung menghampiri kearah Reza.


"Bro katanya sama pacar? mana?" Tanya Gandi yang terlalu kencang, hingga membuat Evan, Eric, bahkan Nindi dan Arga terperanjat ke arahnya lalu semua dengan rasa penasaranya beranjak mendekat kearah Gandi dan Reza.


"Inih..." Ucap Reza yang menunjuk sampingnya agak ke belakang, ia tidak tahu Qiran tidak disampingnya, ia masih berada di luar pintu masuk karena sedikit malu.


"Za...jangn bercanda dong...aku nggak lihat tahu!" Ucap Gandi, dan saat itu barulah Reza menoleh, dan memang benar sang kekasih tidak berada disisinya.


"Bro...yang bener kamu punya..." Ucap Eric yang tidak di gubris Reza, karena Reza segera menuju kearah pintu utama dan melihat sang kekasih berdiri mematung disana.


"Ayo masuk sayang...kenapa? mau balik aja apa gimana?" Tanya Reza yang sungguh sungguh pada Qiran, dan Qiran hanya menggeleng tanda ia sudah baik baik saja.


Lalu Reza pun menggenggam jemari tangan Qiran, memastikan apapun yang terjadi di dalam, ia akan selalu bersamanya dan selalu ada untuknya.


Reza lalu membawa Qiran masuk kedalam, dimana Gandi, Nindi, Arga dan Eric yang sudah mematung menunggu kedatangan Reza dan pacarnya, sedangkan Evan tidak ikut, ia duduk kembali ke tempatnya tadi.


"Maaf ya, Qiran masih sedikit malu." Ucap Reza yang baru masuk kedalam rumah dengan tangan yang menggandeng tangan kekasihnya.


Saat itu Gandi begitu kaget dengan kedatangan Reza dan gadis cantik di sisinya, bahkan ia melongo untuk beberapa saat, bukan melongo karena terpesona akan kecantikan gadis yang Reza bawa, melainkan melongo memastikan dari atas bawah tubuh Qiran yang tak luput dari pengawasanya, ia takut kalau kalau kaki si gadis tak napak di lantai.


"Malam...om tante...kenalin ini pacar Reza, Qiran namanya." Ucap Reza sembari memperkenalkan kekasihnya.


"Oh...iya iya sayang...ayo ajak masuk masuk..." Ucap Nindi yang benar benar senang dan bercampur kaget, hingga Qiran dan Reza serta yang lain pun masuk kedalam menuju ruang keluarga, Reza mempersilakan Qiran duduk dengan manisnya.


"Baiklah semua...nikmati waktunya ya...om mau sibuk juga." Ucap Arga sembari berlalu pergi meninggalkan semuanya.


Semua duduk di sofa ruang tamu, dan mulai Reza memperkenalkan satu per satu temanya pada sang kekasih.


"Bro...lu beneran bisa pacaran?" Bisik Eric di samping Reza, yang seketika mendapat tonjokan ringan dari Reza yang mendarat di lengan tanganya.


"Sakit! berarti aku nggak mimpi." Ucap Eric sembari menggosok lenganya.


Hening, sepi, canggung, karena Eric dan Gandi menatap lekat pacar Reza, namun Evan tidak tertarik sama sekali.


"Eh...kok nggak mulai aja makanya? lapar gue..." Ucap Eric tiba tiba, yang menyadarkan Gandi pada Keyra.


"Astaga pacar gue..." Ucap Gandi sembari segera mengambil ponselnya dan mengutak atikan jarinya disana.


"Kenapa semua mendadak punya pacar sih? kenapa gue yang baru putus sendiri? akh...kenapa kalian nggak bilang? tahu gitu gue pending putusnya tahu." Ucap Eric dengan nada sedihnya.


"Tuh..." Ucap Reza sembari menunjuk Evan yang tengah menikmati permainan di ponselnya.


"Akh...dia ma nggak usah di bahas, pacarnya nggak ada duanya pokok lengketnya, makanya dia nggak bisa nerima yang lain." Ucap Eric dengan nerocosnya.


"Gand lu juga ngapain mendadak punya pacar sih? nemu dimana?" Tanya Eric lagi.


"Nemu di SMP Ric." Ucap Gandi yang memang kenyataanya demikian.


"Hah...SMP? jauh amat Gand!" Ucap Eric lagi.


"Eh tunggu bentar lagi ya, pacar gue mau sampai kok." Ucap gandi yang membuat semua penasaran, lebih penasaran daripada kedatangan Reza dan kekasihnya, karena semua tahu Gandi cowok yang bisa dibilang sempurna tak ada cela, hingga membuat semua penasaran, cewek seperti apa yang bisa meluluhkan hati sahabatnya itu, termasuk Evan yang menantikan kedatangan kekasih Gandi, kini ia ikut penasaran dibuatnya.