THE NEXT GOOD BOYS

THE NEXT GOOD BOYS
Bak artis



Keyra terbangun dari tidurnya, saat matahari sudah setinggi orang dewasa kala berdiri, lumayan cukup terik, matanya yang menebal karena sisa tangis semalam, membuatnya memaksakan mata itu untuk terbuka.


"Syukurlah aku hanya mimpi." Ucap dalam hati Keyra saat ia sadari hening dan sepi yang Keyra rasakan.


Namun tiba tiba satu tanganya telah tanpa sadar menyentuh sesuatu yang sangat asing baginya.


"Rambut? rambut lembut? apa ini rambut teman satu asrama?" Ucap dalam hati Keyra yang ingin memastikan lagi, hingga sekali lagi Keyra menyentuhnya, membelai belainya, hingga membuat si pemilik rambut pun terjaga.


"Astaga Akh! Gandi! ngapain kamu disini? dikamarku? Gandi!!" Teriak Keyra tiba tiba saat menatap wajah lelah Gandi disana yang masih kusut karena masih mengantuk, terlebih lagi Gandi kelelahan, karena kemarin adalah kali pertamanya ia menyetir mobilnya sendiri sampai luar kota, itu pun tidak ada yang namanya istirahat sejenak, sampai rumah sakit, ia harus membopong tubuh Keyra menuju ke mobilnya, namun tidak sepenuhnya, karena setelah Gandi melihat kursi roda dorong di pojok lorong, ia menggunakanya untuk menopang tubuh Keyra yang masih lemas karena pingsan, sampi kedalam mobilnya, bukan karena Gandi tidak kuat atau tidak sanggup menggendongnya, namun karena ia sangat lelah kemarin malam, terlebih lagi setelah sampai ke rumah Keyra, ia membantu memapah Keyra ke ruang tidur untuk tamu di rumahnya, dan Gandi ikut tertidur di sampingnya, dengan hanya kepalanya saja yang bersandar di atas ranjang samping Keyra tertidur, tidak sampai sepenuh tubuhnya yang berada diatas ranjang yang sama dengan Keyra.


"Brisik tahu nggak!" Ucap Gandi dengan nada santainya, lalu berusaha bangkit dari duduknya dan berjalan masuk kedalam kamar mandi yang ada di dalam kamar tersebut, saat itu Keyra hanya terbengong saja menatap cowok ganteng yang terlalu santai itu.


Keyra tersadar seketika.


"Jika Gandi disini, berarti kemarin bukanlah mimpi, oma...!" Teriak Keyra seketika, dan membuatnya lari keluar kamarnya, dimana disana sudah sepi, pasalnya semalam sengaja omanya langsung di makamkan, karena papa dan mamanya tidak ingin Keyra semakin bersedih lagi saat melihat jasad omanya di bawa ke pemakaman.


"Mamah...mamah...papah...papah...!" Ucap teriak Keyra dengan nada melengkingnya, membuat mamanya bergegas mendekat ke arahnya.


"Sayang...kok teriak teriak! oma udah tenang di sisi tuhan, oma udah nggak ngerasain sakit lagi sayang...kamu juga udah dewasa sayang...lihat Gandi, dari kemarin jemput kamu, ajak kamu pulang sampai sekarang apa ia mengeluh? dimana dia? ajak sarapan sayang..." Ucap Nisa pada sang puteri yang membuat Keyra mengangguk mengerti, ia masih merasakan kehilangan, namun ia tidak mau berlarut larut meratapi kesedihanya, walau bagaimanapun perkataan mamanya semua benar adanya.


Keyra pun segera masuk ke kamar tamu lagi, dan sudah terlihat Gandi yang sudah habis mandi sekalian, sudah terlihat segar.


"Gand...di panggil mama untuk sarapan."


"Kamu ngapain disitu? nyuruh aku makan tapi nggak makan? nggak ikutan? yaudah aku juga langsung pulang aja kalau begitu!" Ucap Gandi yang langsung akan pergi dari dalam kamar yang semalam ia tempati, hingga terdengar dari dalam kamar, Gandi berpamitan untuk pergi, padahal Keyra belum sempat mengucapkan terimakasih padanya, atau paling tidak menyuguhkan senyum senang saat berhadapan denganya.


"Gandi...aku pasti akan mentraktirmu lain waktu, sebagai ucapan terimakasihku padamu." Ucap dalam hati Keyra, yang saat itu tidak bisa menahan Gandi agar tidak pergi.


Hingga satu bulan sudah berlalu, Gandi sibuk dengan tugas sekolahnya yang sudah mau kelulusan, terakhir kali ia bertemu Keyra saat omanya telah berpulang, hingga sore itu, tepat pukul tiga sore saat sinar matahari masih sedikit menyilaukan mata, semua anak di sekolahan Gandi, Evan, Reza dan Eric dibuat gempar dengan kedatangan Artis yang mereka semua yakini, saat itu Evan sangat terkejut dan bahkan melonjak senang, ia mengira Vanya yang ada di luar pintu gerbang sekolah, dengan segera Evan berjalan sedikit berlari meninggalkan deretan Gandi, Reza dan Eric sedikit jauh di belakangnya.


Langkah kaki Evan segera terhenti ketika terlihat mobil keluaran terbaru berwarna merah menyala dan di bemper depanya terlihat seorang gadis yang cantik dengan rambut panjang lurus sepinggang, ia terlihat menawan meski baru terlihat dari samping saja, dengan kaca mata coklat kehitaman yang di pakainya, berpakaian casul gaul yang menawan, tengah terlihat menunggui seseorang disana.


"Maaf...apa kau mencariku?" Tanya Evan setelah ia berjalan mendekat kearah gadis cantik tersebut.


"Oh maaf maaf...saya mencari Gandi." Ucap gadis tersebut yang langsung membuat Evan terkaget seketika, karena gadis tersebut bukanlah Vanya.


"Akh Keyra...ada apa kau datang kesini?" Ucap Gandi yang muncul dari belakang Evan, sedangkan Evan masih terdiam mematung di tempatnya.


"Ayo ikut aku sebentar..." Ucap Keyra lagi yang mendapat anggukan dari Gandi, tanda ia mau ikut denganya, keduanya pergi dengan menaiki mobil Keyra, itupun setelah terlebih dahulu menyapa Evan, Reza dan Eric, dan ketignya belum sadar bahwa gadis cantik di depanya itu adalah mantan gadis gendut yang dulu sering kena bully di sekolahnya.


"Gand...kenapa gebetan lu itu namanya bisa sama kayak cewek gendut teman kita dulu ya!?" Ucap pesan Eric yang baru Gandi baca, seketika Gandi tertawa sembari menatap layar ponselnya, yang membuat Keyra menoleh seketika ke arahnya.


"Ngadep jalan, nyetir yang bener, ini kali pertamanya aku disupirin supir yang belum aku tahu kemampuanya!" Ucap Gandi dengan songongnya, karena ia masih mendongkol pada gadis cantik disampingnya tersebut hingga detik itu.