THE NEXT GOOD BOYS

THE NEXT GOOD BOYS
Pertemuan



"Pokoknya aku harus ngajak Keyra, masak iya aku jadi nyamuknya!" Ucap dalam hati Gandi, dan saat itu keduanya menuju ke rumah Arga.


Hingga beberapa saat perjalanan Evan dan Gandi, sampailah keduanya di depan kediaman Sanjaya.


"Nggak masuk dulu Van?" Ucap Gandi saat ia sudah sampai dan turun dari dalam mobil Evan.


"Enggak Gand, mau siap siap, mending kamu ajak Key ketemu sekarang, sebelum Key punya acara lain dan nggak bisa ikut besok." Ucap Evan yang langsung membuat Gandi ngibrit lari kedalam dan tanpa kata kata pada sahabatnya itu.


"Apa aku salah ngomong?" Tanya Evan dalam hatinya, lalu ia pun akhirnya pergi meninggalkan rumah kakak iparnya tersebut.


Saat itu pula, Gandi tengah berlari menuju ke kamarnya, mengambil kunci mobil asal asalan, nggak tahu mobil mana yang akan di pakainya, menyahut jaket levis yang ada di dalam almari pakaianya pun dengan asal asalan pula, asal ambil dan langsung di pakainya, lalu setelah itu berlari keluar dari kamarnya, menuruni anak tangga dan tak lupa menyapa mamanya, saat ia berpapasan dengan sang mama.


"Sayang jangan lari larian, kamu mau kemana? nggak usah buru buru!" Ucap Nindi, namun Gandi hanya melambaikan satu tanganya saja, dan berlalu pergi begitu saja.


Setelah membawa mobil menuju kediaman Abiyasa, Gandi pun segera keluar dari mobilnya, tak lupa ia pun memarkirkanya terlebih dahulu.


"Gandi! ada apa? kenapa tergesa gesa?" Tanya Abiyasa saat ia baru keluar dari dalam rumahnya dan akan naik kedalam mobilnya, ia berpapasan di teras luar rumahnya dengan Gandi.


"Key nya ada nggak om? Gandi mau ketemu dong...mau ajakin liburn bareng bareng sama teman teman om..." Ucap Gandi pada papa kekasihnya itu.


"Emang kemana liburanya? kelihatan serius amat?!" Tanya abiyasa pada pacar puterinya itu.


"Ke luar Negeri om, nggak asyik kalau Key nggak ikut, jadi bosen ntar om, gimana om? om ngebolehin Gandi ajak Key kan? boleh ya om..." Ucap Gandi sembari menangkupkan kedua tanganya, dan saat itu Abiyasa hanya menyunggingkan senyumanya, ia tahu apa pikiran anak muda.


"Emangnya kalau om kasi izin, kamu bisa jagain Key?" Tanya Abiyasa pada Gandi.


"Oke, siyap om, Gandi bakalan jagain Keyra." Ucap Gandi dengan mantapnya.


"Iya udah...om kasih izin, berapa lama liburanya?" Tanya Abiyasa lagi.


"Emb...mungkin nggak sampai empat hari sama perjalananya om." Ucap balasan Gandi pada papa kekasihnya itu, hingga Abiyasa pergi meninggalkan Gandi yang sudah dipersilakan masuk oleh asisten rumah tangga Abiyasa.


"Key...cepat kemas kemas!" Ucap Gandi saat Keyra baru datang menghampirinya setelah si bibi memanggilnya dari dalam kamar.


"Besok aku ajak liburan ya keluar Negeri, aku udah izin lo sama papa kamu tadi." Ucap Gandi dengan senyumanya.


"Loh...yang diajak aku apa papa? kenapa izinya sama papa? nggak tanya aku dulu, bisa ikut apa nggak!" Ucap Keyra yang tengah menjahili kekasihnya.


"Ayo lah sayang...kamu kok gitu sih, akh...yaudah kalau kamu nggak bisa ikut, aku pulang..." Ucap Gandi yang akan beranjak dari duduknya, kini gantian Gandi yang tengah mencoba menjahili Keyra.


"Eh...kok gitu sih? harusnya di bujuk dong...kok nyerah gitu, iya, iya...aku ikut." Ucap Keyra dengan bibir manyunya, dan membuat Gandi tersenyum jahil.


"Harusnya tu kamu tahu, aku nggak mungkin nolak ajakan pacar aku kan, akh...sedih juga kalau ingat kamu yang gampang nyerah." Ucap Keyra lagi, yang membuat Gandi langsung duduk kembali ke sebelah Keyra.


"Dan harusnya kamu juga tahu, segemetaran apa aku pamitnya sama papa kamu, udah dipasrahin segala lagi, udah kayak mau kawin lari aja tahu!" Ucap Gandi sembari mencubit kedua pipi imut Keyra.


Hingga hari itu pun berlalu, dan akhirnya hari yang di tunggu tunggu pun tiba, kelimanya sudah janjian kumpul dibandara, dan memakai pesawat pribadi milik Arga, karena Arga ngotot agar beberapa orang ikut bersamanya.


Hingga perjalanan udara pun dimulai, enam belas jam perjalan terlewati, benar benar sangat menguras emosi dan kesabaran semuanya.


Berangkat dari pagi, dan sampai ke Negara tujuan tengah malam, kelimanya segera menuju ke hotel yang sudah di pilih, hotel yang berbintang tentunya.


Keyra dan Qiran sepakat untuk memesan hanya satu kamar saja untuk berdua, sedangkan Gandi, Reza, Dan Evan, sepakat pula untuk memesan satu kamar masing masing.


kelimanya segera masuk kedalam kamar masing masing untuk beristirahat, namun tidak dengan Evan, ia segera memberi kabar pada Vanya, bahwa ia sudah sampai ke Negara yang Vanya tempati dengan selamat, Vanya pun menanyakan tempat menginap Evan dan teman teman malam itu, Evan pun memberitahunya, dan akhirnya keduanya janjian ketemu di apartemen Vanya esok hari, berkumpul disana.


Hingga Evan akhirnya mulai memejamkan matanya setelah usai mandi, ia bermaksud akan segera tidur malam itu, dimana badanya sangat lelah dan keletihan setelah seharian berada di dalam pesawat dan menempuh jarak yang tidak dekat.


"Tok tok tok." Suara ketukan dari luar pintu kamar Evan, yang seketika membuat Evan membuka matanya.


"Kalau nggak Gandi ya Reza, akh...gangguin orang mau tidur aja!" Gerutu Evan yang tengah berjalan menuju kearah pintu kamar hotelnya.


"Ada apa sih malam malam!" Ucap Evan dengan dengusan kesalnya setelah ia membuka pintu kamarnya, namun seketika matanya terbelalak tak percaya atas apa yang di lihatnya, sesosok gadis cantik yang hampir tidak ia kenali tengah berdiri mematung di depan pintu kamar yang baru dibukanya.


"Aku merindukanmu!" Ucap Vanya yang langsung berhambur memeluk tubuh Evan di depanya.