THE NEXT GOOD BOYS

THE NEXT GOOD BOYS
Insiden



Nindi menyipitkan matanya, mencoba mencerna kata kata sang putera barusan, hingga tanganya terulur.


"Aduh mah...sakit...Gandi udah gede di jewer jewer!" Teriak Gandi, saat Nindi menjewernya dengan sedikit memaksa.


"Ini anak main pingin aja gara gara cewek, udah ilang takut jarumnya? nggak apa kalau kamu bisa ngadepin jarum tiap hari." Ucap Nindi yang mendapat gelengan kepala dari Gandi, karena Nindi tahu, Gandi begitu takut akan jarum suntik.


"Kan...la terus andai kamu jadi ngejar tu cewek, Keyra mau kamu kemanain? mama lihat kamu udah lengket gitu sama Keyra." Ucap Nindi lagi yang membuat Gandi menatap kearah mamanya.


"Lah...ini yang kita bahas Keyra mah...akh mama bikin malu aja." Ucap Gandi lagi dengan kedua tangan yang mengubrak abrik rambutnya.


"Kalau Keyra...mama sih yes, udah ah mama mau nyiapin buat makan malam nanti, papamu pulang agak telat katanya, ada di luar kota." Ucap Nindi yang sudah beranjak dari duduknya dan pergi begitu saja menuju keruangan dapurnya.


"Loh kak Ifa...ada apa?" Ucap Nindi saat melihat Ifa yang masuk kedalam hingga bertemu denganya di ruangan dapur.


"Aku tadi manggil manggil kamu mamanya Gandi, tapi nggak ada sahutan, besok Reza mau ke kampung halamanku dek, apa Gandi mau ikut serta?" Ucap Ifa sembari menghanpiri Nindi disana, sembari tanganya menyerahkan lauk yang ia buat sendiri.


"Nggak tante...Gandi mau ngejar cewek, nggak bisa ikut." Ucap sahutan Gandi seketika dari samping Ifa yang baru masuk.


"Ouh...yaudah kalau begitu Gand, Reza ngotot mau kesana katanya pas liburan, papanya lagi sibuk kerja, aku juga nunggu rumah nggak ada orang." Ucap Ifa lagi.


"Yaudah aku pulang dulu ya dek, ini ada lauk sedikit, tadi kebanyakan buatnya." Ucap Ifa sembari memberikan wadah berisi lauk ditanganya, dan Nindi dengan senang hati menerimanya, lalu Ifa berpamitan untuk pulang.


Setelah tantenya pergi, Gandi segera merogoh ponselnya dan mencoba menghubungi Keyra.


"Halo Key, kamu dimana sekarang?" Tanya Gandi saat Keyra sudah mengangkat panggilanya.


"Ini lagi perjalanan hampir sampai asrama Gand...ada apa?" Tanya Keyra yang masih dalam perjalanan.


"Kamu nyetir sendirian? malam malam begini? otak kamu dimana sih? kenapa nggak minta antar aku aja! cewek perjalanan jauh...kamu ini nggak mikir apa kalau terjadi apa apa sama kamu dijalan gimana?" Ucap nerocos Gandi yang kelihatan sangat khawatir, sedangkan Keyra hanya melongo mendengarkan kata kata Gandi barusan, ia benar benar tidak percaya.


"Akh...om Abi...kirain Key nyetir mobil sendiri tadi om...loh kok udah balik om? bukanya Key udah mulai liburan ya?" Tanya Gandi dengan penasaranya.


"Makasih lo Gand udah perhatiin Key, ini om mau bantuin Key ambil barang barangnya...kan liburanya lumayan panjang Gand...besok om pagi sekali udah ada rapat penting, jadi om anterin sekarang aja...ouh...tahu gitu...om minta tolong kamu aja ya Gand." Ucap Abiyasa dengan senyumanya, dan terlihat melirik pula kearah Keyra.


"Nggak apa kok om, Gandi selalu siap kalau om yang minta." Ucap Gandi lagi, dan setelah itu panggilanya disudahi.


"Kamu pacaran sama Gandi?" Tanya Abiyasa seketika pada sang puteri.


"Enggak papa...apaan sih! Keyra ma bukan seleranya Gandi pah..." Ucap Keyra yang merendah, ia tidak tahu sebenarnya Gandi pun menyukainya.


"Tapi papa rasa nggak gitu Key." Ucap Abiyasa dalam hatinya.


Hingga hari berganti, pagi itu Reza bersiap untuk perjalanan menuju ke desa tempat tinggal bundanya dulu, meski rumah reyot yang dulu pernah menjadi tempat kenangan bunda dan papanya, kini sudah disulap Aditya bak istana indah, meski tidak menghilangkan bentuk aslinya.


Tidak butuh waktu lama Reza sampai disana, setelah sampai, ia segera bergegas kemakam sang nenek, ziarah ke makam neneknya yang berada di pinggiran kampungnya, sudah beberapa kali Reza kesana, dan pemandanganya sangatlah indah.


Siang menjelng sore, usai dari makam sang nenek, Reza merasakan perutnya sudah mulai lapar, hingga ia segera bergegas pulang kerumah almarhum neneknya.


Jalanan setapak yang di sebelah kirinya terdapat banyak hamparan sawah dan di sebelah kananya Sungai dengan pohon pohon rindang di tepianya, seketika langkahnya terhenti, ia menatap seorang gadis tengah mematung di tepian sungai, seperti akan melompat dari sana.


"Hoi...tunggu! tunggu! jangan gila!!" Teriak Reza sembari berlari dengan tergesa gesa menuju gadis tersebut, dengan segera, Reza menarik tangan gadis tersebut kebelakang, dan akhirnya sang gadis ambruk menubruk tubuh Reza dan menimpanya.


"Cup." Tanpa sadar, ciuman karena kecelakaan itu pun terjadi, Reza hanya melongo sembari membelalakan matanya tak percaya atas insiden yang terjadi barusan.


"Akh....sial!" Gerutunya dalam hati.