
Hingga makan siang itu berakhir, nampak rombongan kecil itu pun menuju ke Apartemen Arga, dimana Apartemen tersebut akan di huni oleh keluarga kecil Satria.
Akhirnya tibalah mobil yang di kendarai ke empatnya serta bayi mungil Yura itu di depan sebuah Apartemen.
Segera saja Arga mengantarkan rombongan kecil itu ke arah Apartemenya berada.
Hingga beberapa saat, setelah menaiki lift dan juga berjalan beberapa langkah, akhirnya sampailah semua di depan pintu Apartemen Arga.
"Yuk masuk..." Ucap Arga mempersilakan para tamunya, dan segera saja di ikuti oleh Nindi dan yang lainya, semua ikut masuk mengekor di belakan Arga yang sudah masuk kedalam duluan.
"Baiklah...ini Apartemen aku, kalian bisa tempati sementara, dan setiap dua hari sekali aku sudah minta orang untuk bersih bersih disini, jadi...lumayan bersih sih seharusnya...!" Ucap Arga yang menerangkan, sembari merangkul pinggang sang istri dan menggiringnya untuk ikut duduk di sofa ruang tamu.
Dimana saat itu terlihat Nindi sangat kecapekan, sembari sesekali kedua tanganya bergantian memegangi pinggang belakangnya.
"Nggak apa Ga...kami udah punya tempat tinggal sementara aja udah syukur...akh...dadakan sih pindahanya, makasih ya..." Ucap Satria dengan senangnya.
Dan terlihat Yura yang baru keluar dari dalam kamar utama, setelah menidurkan sikeci Eric disana.
"Hemmmz bersih kok Ga banget malahan menurut aku..." Ucap Yura sembari menghampiri sang suami dan duduk di sampingnya.
"Yaudah kalau gitu...kalian pasti juga lelah dan butuh istirahat kan? kalau ada apa apa kalian bisa kasih tahu aku, aku mau ajak Nindi balik dulu, kasihan dia kecapekan gini!" Ucap Arga dengan seriusnya, dan Satria serta Yura seketika menoleh menatap ke arah Nindi yang tanpa mereka sadari bahwa Nindi memang terlihat lebih anteng dari biasanya.
"Oh...oke oke baiklah...terimakasih banyak ya Ga...Nindi..." Ucap Satria dan yura sembari beranjak dari duduknya dan mengantar kepergian kedua sahabatnya itu.
Dan dengan sigap, Arga masih memegangi sembari terkesan merangkul sang istri dan mengajaknya menuju kearah mobil yang sengaja Arga parkir di depan Apartemen, karena menurutnya lebih mudah di jangkau sang istri daripada di tempat parkir.
"Kamu baik baik saja sayang?" Tanya Arga pada sang istri, setelah Arga membantu Nindi untuk duduk di jok depan samping kemudi.
"Iya aku nggak apa apa Ga...ayo pulang...!" Ucap Nindi yang membuat Arga menyunggingkan senyumanya, dan seketika Arga pun langsung menyusul Nindi dan masuk kedalam mobilnya, ia menjalankanya menuju ke arah jalan raya dan memecah kemacetan jalan yang begitu padat kendaraan siang menjelang sore itu.
Hingga setengah jam lebih mobil keduanya berada di jalanan dan baru sampai ke rumahnya, jarak yang harusnya Arga tempuh dari Apartemen ke rumah barunya yang biasanya hanya dua puluh menit, menjadi tiga puluh menit lebih dan hampir empat puluh menitan.
"Akh...capeknya...!" Ucap Arga sembari membaringkan tubuhnya di atas pembaringan di samping sang istri, di atas tempat tidur didalam kamarnya.
"Iya sayang, iya...aku bangun nih...aku mandi dulu ya...' Ucap Arga sembari bangkit dari tidurnya dan menuju ke arah kamar mandi, tak lupa ia pun mengambil handuk baru dari lemari penyimpananya dan pakaian ganti yang ia bawa serta masuk kedalam kamar mandi.
Hingga beberapa saat, Arga usai mandi dan hampir menyuruh sang istri mandi juga, untung ia urungkan, dimana disana terlihat sang istri yang tengah ketiduran, namun...seketika Arga teringat, bahwa Nindi paling nggak suka kalau badanya bau keringat, jadi ia putuskan untuk membangunkanya saja.
"Sayang bangun...aku udah usai mandi lo...aku udah siapin air hangat buat kamu mandi sayang...ayo...bangun dulu..." Ucap Arga lirih dan perlahan lahan, sembari jemarinya mengusap lembut pipi sang istri.
Dan apa yang Arga lakukan ternyata berhasil, nampak Nindi perlahan membuka matanya dan mebatap wajah tampan sang suami di depanya.
"Cup." Sesaat Arga mengecup bibir sang istri, sebelum ia membantu Nindi untuk bangkit dari tidurnya, membantunya berjalan perlahan sampai masuk kedalam kamar mandi, dan untungnya Arga sudah menyiapkan keperluan mandi sang istri tadi, mulai dari handuk dan pakaian gantinya sudah dengan sigap Arga siapkan, dan tinggal memberikanya pada sang istri.
Hingga Nindi usai dari mandinya dan baru keluar dari kamar mandi, biasa Nindi saat sebelum hamil hanya menghabiskan waktu sepuluh sampai lima belas menit di dalam kamar mandi, kini ia bisa sampai setengah jam lebih atau bisa dua kali lipat waktu mandi biasanya.
"Udah mandinya?" Sambut Arga dengan segelas susu khusus untuk ibu hamil di tanganya, dan terlihat masih hangat, lalu menyodorkanya kearah sang istri yang baru keluar dari dalam kamar mandi.
"Makasih sayang..." Ucap Nindi sembari menerima gelas susu yang di berikan oleh sang suami padanya, lalu meminumnya sampai habis tak tersisa.
Sudah kebiasaan baru Arga untuk membuatkan susu sang istri dua kali sehari, dan Nindi pun begitu terbantu oleh sikap sang suami yang sangat Toleransi padanya, pada kehamilan pertamanya itu, Nindi benar benar mendapatkan dukungan penuh dari sang suami.
Hingga sore itu, saat Arga mendapat kabar dari Asistenya, ia harus menghadiri pertemuan penting, meski hatinya begitu berat meninggalkan sang istri, namun ia tak ada pilihan lain.
Arga ingin sekali menitipkan sang istri ke rumah mama Anin, namun Arga tahu persis, Nindi tengah capek saat itu, dan tadi bahkan sempat ketiduran.
Atau...Arga ingin meminta bantuan kakak iparnya, namun lagi lagi ia urungkan, karena pastilah kakak iparnya itu tengah sibuk mengurus anaknya atau pastinya sibuk dengan urusanya sendiri.
Hingga Arga pun akhirnya meminta bantuan bibi Asisten rumahtangganya untuk menjaga sang istri selama ia tidak di rumah.
Setelah meminta tolong sang bibi, akhirnya Arga pun berpamitan pada sang istri, saat itu hatinya sudah merasa sedikit lega, karena jika ada apa apa, pastilah ada seseorang yang berada di samping sang istri dan buahhatinya, atau paling tidak, ada yang memantau keadaan sang istri.
"Sayang...aku pergi dulu ya...cepat istirahat...dan nanti kalau sudah waktunya makan malam...jangan nungguin aku pulang, kamu makan dulu ya sayang..." Ucap Arga sembari mengecup kening sang istri dan berlalu pergi meninggalkan Nindi yang masih terduduk di tepian ranjang, namun Arga pergi juga setelah dapat anggukan sang istri, tanda Nindi menyetujuinya.