
"Apa apaan itu anak!" Dengus Gandi yang lalu pergi meninggalkan tempatnya menuju ke arah toilet.
Hingga tibalah waktu untuk istirahat siang itu, nampak Evan, Eric, Reza dan Gandi berjalan ke arah kantin sekolah, sesaat Gandi melirik kelas Keyra yang terlihat sepi, Gandi memastikan temanya itu sudah punya teman baru untuk menemaninya.
"Ngapain kita lewat sini sih? kan mau ke kantin! bukan ke toilet...akh...muter muter deh jadinya!" Ucap Eric yang protes, dari ke empatnya yang paling bawel dan crewet adalah Eric, yang paling pendiam adalah Reza, dan yang paling tegas plus berpawakan acuh, adalah Evan, sedangkan Gandi mampu mewakili semua karakter sahabat sahabatnya.
"Itu yang ngajak lewat sini kan si Gandi Ric." Ucap padat Reza pada Kedua sahabatnya, sedangkan ketiganya langsung saja menoleh menatap Gandi yang seakan tidak mendengar perkataan yang Eric tanyakan dan jawaban Reza.
"Ada apaan sih? kenapa pada mandangin aku?" Tanya Gandi seketika saat sadar ke tiga temanya menatap ke arahnya lekat lekat.
"Kenapa lewat sini?" Tanya Eric lagi.
"Anterin ke toilet!" Ucap Gandi singkat yang langsung berjalan mendahului teman temanya, berjalan cepat dan segera masuk kedalam toilet, namun untuk beberapa saat, sebelum ketiga temanya sampai ke pintu toilet, Gandi sudah keluar dengan tangan yang sudah agak kering.
"Yok ke kantin!" Ucap Gandi yang lalu pergi mendahului lagi.
"Sudah? cepat amat? emangnya ngapain?" Tanya Reza yang sedikit penasaran, namun Gandi hanya mengisyaratkan kedua tangan yang ia satukan, tanda ia hanya mencuci tanganya saja.
"Cuci tangan aja minta anter, anak TK juga berani tau Gand..." Sahut Eric dengan ledekanya, hingga ke empatnya sampai ke depan kantin, terlihat di depan pintu kantin, nampak dua gadis cantik dan pawakanya pun langsing yang sudah menghadang Gandi dan ke tiga temanya.
"Gan...kenalin...aku sasa...dan ini bela..." Sapa dua gadis yang sudah berdiri di depan pintu kantin, namun Gandi hanya menyunggingkan senyumnya saja, namun saat keduanya mengulurkan tangan dan memberikan satu botol jus jeruk di tangan masing masing untuk di berikan pada Gandi, Gandi pun dengan sopan menerimanya.
"Makasih ya semua..." Ucap Gandi sembari tersenyum lalu kedua gadis tersebut berlalu pergi meninggalkan Gandi dan teman temanya.
Dan saat itu pula, tanpa sadara Keyra dan Tomi tengah mengamatinya dari awal sampai akhir pertemuan Gandi dengan para fansnya.
"Kan...apa aku bilang...dia suka tebar pesona dengan cewek cantik!" Ucap Keyra dengan lirihnya, dan samar samar Tomi mendengarnya, keduanya duduk bersama saat jam istirahat makan siang, sambil menikmati bakso di mangkok atas meja depanya.
"Key...kamu ngomong apa?" Tanya Tomi yang penasaran.
"Nggak apa apa Tom...udah ayo habiskan makan siangnya lalu pergi." Ucap Keyra lagi sembari menunduk mengalihkan pandanganya saat tatapan matanya tanpa sadar bertemu dengan tatapan mata Gandi.
"Kita duduk di bangku sebelah Keyra yuk...ama si culun itu..." Ucap Gandi pada ketiga sahabatnya.
"Ayuk..." Ucap serempak ketiganya yang langsung mengiyakanya tanpa pikiran macam macam, yang ketiganya tahu hanya saling berkumpul sesama teman saja, tanpa perasaan kepo atau yang lainya.
"Kak...ambilin Gandi bakso juga ya..." Rengek Gandi yang sok imut pada Evan, lalu segera mengambil duduk tepat di depan Keyra.
"Kamu kalau ada maunya aja manggil aku kakak Gand!" Ucap Evan, namun ia pun pasti akan mengambilkan pesanan Gandi.
"Hei Key...hei juga kamu." Ucap sapa Gandi saat ia sudah duduk tepat di depan tempat duduk Keyra.
"Hai Gand..." Ucap Keyra yang tanpa menatap wajah Gandi di depanya.
"Key...lihat nih...ponsel hadiah dari papa kamu udah aku pakai...tapi disini nggak ada nomor telephone kamu loh!" Ucap Gandi saat ia rasa Keyra makin cuek padanya dan hanya menikmati makananya saja.
Dan seketika itu pula, Keyra langsung menghentikan makanya, sedikit mendongak ke atas menatap kearah Gandi di depanya, beberapa saat Keyra terbengong.
"Apa apaan maksud cowok ini? kenapa dia ngomong yang nggak perlu!" Ucap dalam hati Keyra yang merasa sikap Gandi sedikit berlebihan menurutnya, begitu pula Tomi, yang hanya menaikan sedikit kaca mata yang di pakainya sambil menatap kearah Gandi.
"Yuk Tom...aku udah, Gandi...maaf ya...kita duluan..." Ucap Keyra begitu saja yang langsung berdiri dan pergi meninggalkan Gandi, di susul Tomi yang ikut bangkit dari duduknya dan pergi mengekori Keyra.
"Apa kurang jelas kata kata ku? aku kan mau minta nomor ponselnya, akh...dasar cewek aneh!" Dengus Gandi sembari terlihat uring uringan.
Hingga ketiga temanya datang menghampirinya dan duduk berjajar di depan dan sampingnya.
"Loh...perasaan tadi ada dua orang disini selain kamu Gan, kemana semuanya?" Tanya Eric pada Gandi, namun Gandi malah menumpahkan sebagian banyak sambal ke mangkuk baksonya, dan menyuapnya secara kasar.
"Akh!! panas!! pedas!! nggak mau ah." Dengus kesal Gandi yang menurut teman temanya hanya alasan sepele. "Kebanyakan sambal." Ketiganya tak tahu perasaan dongkol Gandi saat itu, sampai...Gandi tidak tahu kenapa ia langsung bangkit dari duduknya dan berjalan meninggalkan teman temanya tanpa kata kata.
"Gand...lu mau kemana?" Tanya Eric seketika.
Namun Gandi hanya diam saja dan pergi begitu saja, Gandi melewati koridor antar kelas, berjalan cepat sembari matanya menatap ke segala arah, seperti tengah mencari cari seseorang.
Memang benar saat itu Gandi tengan mencari keberadaan Keyra, sampai ia melewati ruang kelas Keyra, namun tidak tampak Keyra disana, lalu Gandi pun menuju ke arah perpustakaan, dimana biasa Keyra berada disana, sengaja Gandi tidak bertanya dengan siswi siswi yang lain, karena pasti hanya akan membuat kehebohan saja.
Tepat Gandi berdiri di depan pintu perpustakaan, ia ingin masuk namun mengurungkanya, ia masih mikir beberapa kali untuk masuk kedalam.
"Aku hanya ingin tahu kenapa Keyra bersikap tak bersahabat begitu kan? ya ya ya...itu sudah pasti, dan lagi...esok udah libur panjang, kan siapa tahu kalau mau tanya tanya apa gitu kan?" Ucap dalam hati Gandi, lalu ia pun memutuskan untuk masuk kedalam.
Dengan mata celingukan, Gandi menatap ke segala arah, melihat antara sekat rak rak buku yang berjahar, dimana tidak ada orang satu pun disana, bahkan petugas perpustakaan pun tidak ada, hanya satu dua siswa yang tengah menata buku di rak buku, mungkin mereka sedang menjalani hukuman.
Sampai, Gandi melihat sosok yang tengah ia cari, terlihat di pojok sudut rak rak buku, rak buku terakhir yang Gandi lihat.
"Ngapain kesini?" Bisik Keyra dengan lirihnya, dan ia sedikit terkejut saat Gandi datang mencarinya.
"Ya nyari kamu lah...kamu kenapa menghindari aku terus sih Key? salah aku apa? begitu nggak banget ya temenan sama aku? memalukan banget ya?" Tanya Gandi yang bertubi tubi dan tiba tiba.
"Bukan gitu Gand...fans kamu banyak...aku hanya takut kena bully lagi, dan lagi...kamu udah tebar pesona ke para siswi cewek, kenapa juga masih butuh temenan sama aku sih?" Tanya kerya.
"Hah...kapan? dimana aku tebar pesona? kamu kali yang sok baik sok imut sama siapa tuh si culun, yakan? alah ngaku aja!" Ucap Gandi dengan nada sedikit tinggi, hingga Keyra terpaksa membekap mulut Gandi yang berdiri di depanya itu. Dan tanpa sadar tatapan keduanya sesaat bertemu, saling memandang.
"Maaf..." Ucap Keyra sembari melepas tanganya, dan mengalihkan pandanganya.