THE NEXT GOOD BOYS

THE NEXT GOOD BOYS
Tujuan honeymoon



Selesai dengan mandinya, Nindi melihat ke sekitar, Hingga ke seluruh kamar sampai teras balkon, Terlihat Arga sudah tidak ada di mana mana, Nindi tidak menemukanya.


"Sayang...aku nungguin kamu di bawah loh tadi..."


Ucap Arga yang baru masuk dan menggendong Evan di pelukanya.


"Oh...kirain sengaja ninggalin aku, Kan aku jadi gimana gitu," Ucap Nindi sambil menoel pipi gembul Evan,


"Mana berani aku ninggalin kamu sayang...kalau bukan karena dengar Evan nangis, Dan ternyata karena mama masih ikutan sibuk bibi nyiapin makan malam...aku jadi nggak tega kan kalau nggak ajak Evan yang lucu gembul begini..." Ucap Arga yang kemudian mengecup pipi Evan.


Namun Nindi hanya nyungir melihatnya.


"Jangan bilang kalau kamu...cemburu sama Evan ya sayang?" Ucap Arga yang membuat Nindi tersenyum sambil menabok agak kasar lengan suaminya.


"Apaan sih...udah ayo turun...kelamaan di kamar ntar Evan betah lagi!" Ucap Nindi yang membuat Arga ikut bergegas mengekor di belakangnya.


Hingga sampai di meja makan, Nampak semua sudah berkumpul disana, Anin langsung mengambil Evan dari gendongan Arga, Dan menyerahkanya pada bibi yang bertugas mengasuhnya, Ke empatnya menikmati makan malamnya malam itu.


Hingga usai makan malam, Terlihat Arga yang ikut papa Rendi ke teras samping rumahnya, Menikmati sejuknya udara malam, Sambil menunggu makanan di dalam perutnya yang baru masuk tadi di cerna.


"Ga...kapan pindah ke rumah barunya? papa denger...di sebelah rumah kamu adalah rumah Aditya ya? papa benar benar nggak ngerencanain lo ga..." Ucap papa Rendi dengan sungguh sungguhnya.


"Namanya juga berjodoh pah...dari apartemen juga sebelahan...rumah juga pah...ngikut aja itu kakak kemana mana...ya...ada untungnya juga pah...jauh dari keluarga tapi dekat dengan kakak...kalau ada apa apa bisa minta tolong kan pah..." Ucap Arga dengan seriusnya, Dan Rendi pun terlihat menggut manggut mengiyakanya saja.


"Lagi ngomongin apaan sih serius amat?" Tanya Nindi yang nyelonong sambil membawa pisang coklat di piring yang ia bawa, Lalu meletakanya ke meja yang ada di tengah tengah keduanya.


"Tuh sayang...papa tanya...kapan rencana kita pindah? aku sih ngikut aja...kamu tuh yang masih berat kayaknya," Ucap Arga yang membuat Nindi tersenyum kecut ke arahnya.


"Pah...kami tuh rencananya...besok mau terbang ke luar negeri...lihat bunga sakura...dan masih mau jalan jalan dulu...masak langsung tanya kapan pindahanya sih pah?" Ucap Nindi dengan rengekanya.


"Yang bener? kalian besok rencana perjalananya?" Tanya papa yang sedikit agak kaget di buatnya.


"Kenapa pah?" Tanya balik Nindi pada papanya.


"Nggak istirahat aja dulu? nggak capek emangnya?" Tanya papa lagi, Yang merasa tidak ikut menikah tapi ikut capek, Apa lagi yang menikah.


"Nggak apa pah...semakin cepat bukanya semakin baik...biar adik Evan cepet ada teman main," Ucap Arga yang serius, Namun Nindi malah malu dan pamit untuk pergi meninggalkan kedua orang lelaki yang mungkin pikiranya sama sama horor.


Hingga beberapa saat lamanya Arga baru menyusul masuk kedalam kamarnya, Melihat sang istri tengah sibuk mengemas barang barangnya.


"Astaga sayang...kamu sibuk...nggak aku bantuin ya? maaf ya sayang...aku lupa..." Ucap Arga sambil ikut berlagak sibuk memegang ini itu di samping Nindi.


Hingga pagi menjelang, Nampak keduanya masih asyik dalam pelukan hangatnya di atas ranjang. Masih enggan melepas satu sama lain, Sampai...jam yang sengaja Nindi stel untuk pukul tujuh sudah menyala dengan dering yang melengking lumayan keras.


Hingga membuat keduanya terbangun seketika terduduk dari tidurnya, Arga dan Nindi saling menatap satu sama lain, Saking kagetnya dengan dering jam beker dari meja kecil samping tempat tidur Nindi.


"Sayang kamu stel jam berapa sih alarm nya? kenapa udah bunyi? aku masih ngantuk..." Ucap arga sembari menggosok matanya perlahan karena masih sepat ia rasakan.


"Pukul tujuh sayang...sengaja aku stel lebih awal...biar nggak telat..." Ucap Nindi yang membalas pertanyaan suaminya.


"Masih ada sisa waktu setengah jam...ayo tidur lagi sayang..." Ucap Arga sambil menarik tubuh sang istri sampai berbaring dalam pelukanya.


Hingga...seketika mata keduanya terbuka lebar se lebar lebarnya bersamaan, Keduanya ternyata lupa, Bahwa jadwal penerbanganya pun di majukan, Nindi sendiri yang memintanya.


"Sayang...kamu yakin kita harus tidur lagi?" Tanya Nindi seketika, Dan keduanya Akhirnya bergegas bangun dengan tergesa gesa.


"Aku mandi dulu ya sayang...kamu sikat gigian dulu di wastafel..." Ucap Nindi yang langsung di laksanakan sang suami, Hingga semua usai dengan aktivitas paginya. Dan bergegas turun bersama sama dengan koper besar yang keduanya bawa masing masing,


"Sayang kamu turun dulu...aku bawain ntar...udah nggak usah ngeyel...nggak ada tapi tapian lagi..." Ucap Arga yang memaksa sang istri agar turun duluan tanpa membawa kopernya.


"Siapa yang mau ngeyel...aku juga nggak nolak...apa lagi pakai tapi tapi," Ucap Nindi dalam hatinya, Ia pun langsung turun dengan riangnya, Meninggalkan kopernya di anak tangga atas, Karena sang suami melarangnya untuk membawa. Dan Arga dengan pengertianya pun langsung kembali lagi ke atas mengambil koper Nindi, Setelah ia sampai bawah dan memasukan kopernya sampai mobil, Dibantu pak supirnya, Dan di susul koper Nindi yang baru ia bawa.


"Makasih pak..." Ucap Arga pada pak supir yang akan mengantarkanya nanti.


"Sama sama den..." Ucap pak supir dengan senyum ramahnya. Lalu Arga pun kembali ke dalam dengan segera, Dimana di meja makan sudah ada papa, Mama dan juga Nindi yang tengah menungguinya.


"Pagi pah...mah..." Sapa Arga pada kedua mertuanya.


"Pagi ga...eh kamu sudah bilang bunda kamu belum? kalau mau pergi keluar negeri hari ini?" Tanya papa yang bermaksud mengingatkan.


"Sudah pah...semalam sudah pamitan bunda...dan bunda sekarang di rumah kakak pah...mah...jagain kakak ipar yang lagi hamil muda...nggak mau makan apa apa katanya," Ucap Arga dengan jujurnya, Dan membuat papa serta mama nya lega mendengarkanya.


"Kalian ini liburan honeymoon kan niatnya?" Tanya mama yang blak blakan pada puteri dan menantunya itu,


Hingga membuat Nindi malu di buatnya.


"Ya...bisa di bilang begitu mah...Nindi yang minta tuh..." Ucap Arga yang membuat Nindi melirik ke arahnya.


"Apaan sih...mama dan Arga ini...bahas apaan? emang Nindi pingin liburan kan...pingin ngerasain ngabisin uang suami...apa salahnya?" Ucap ketus Nindi yang tengah menutupi rasa malunya.


"Ya...ya...sekarang mama nggak usah kasih uang saku lagi...lumayan kan pah...buat jajan Evan aja kan pah?" Ucap Anin yang membuat semua yang mendengar ikut tersenyum. Hingga pagi itu nampak berbinar ceria dengan canda tawa di meja makan sebelum keduanya berangkat ke tempat tujuan liburanya.