THE NEXT GOOD BOYS

THE NEXT GOOD BOYS
Sial



"Gan...lu kenapa perhatian banget sih sama itu cewek gendut?" Ucap Eric yang baru menghampiri Gandi, dan berjalan beriringan denganya.


"Perhatian apanya sih Ric? nggak usah bikin gosip deh kayak anak cewek aja lu." Ucap Gandi dengan candanya pula.


Hingga menjelang siang itu pun semua berkumpul di area tepi pantai, mulai dengan acara tour nya masing masing, acara yang memang khusus untuk refresing para siswa siswinya.


"Bro...aku tinggal sebentar angkat panggilan papa aku dulu ya..." Ucap Gandi yang langsung meninggalkan Eric, Evan, dan Reza yang berkumpul di satu tempat, nampak pula Vanya yang baru tiba dengan mobil pribadinya sendiri, dengan payung yang di bawa asistenya dan sedang memayunginya, terlihat Vanya yang tengah celingukan mencari Evan, Hingga matanya jadi berbinar saat ia temukan sosok yang di carinya tersebut.


"Van...noh artis lu nyariin." Ucap Eric dengan refleksnya.


"Aku ke toilet dulu ya...awas kalian pada lemes mulutnya!" Ucap Evan sembari berjalan cepat kearah mana saja yang ia yakini Vanya tidak akan menemukanya.


"Dasar cewek gila!" Ucap Evan demgan dengusan kesalnya.


Sedangkan si Keyra yang tengah membawa tas Gandi pun berusaha mencari cari keberadaan pemilik tas.


"Hai..." Ucap Keyra sembari menghampiri Eric dan Reza yang hanya tinggal berdua saja di bawah pohon kelapa, sedangkan yang lain semua hampir bermain di tepian pantai dengan beberapa penjaga pantai.


"Oh...tadi dia kearah sana, coba kamu cari aja, jangan jangan tu anak tersesat." Ucap canda Eric dengan renyahnya.


Dan benar saja, Keyra pun langsung mencari Gandi ke arah agak jauh, dimana saat ia mencoba memanggil Gandi tapi tidak ada sahutan sama sekali, hingga ia putuskan untuk menuju kearah terakhir Gandi yang di tunjukan oleh teman temanya, melewati rumput dan jalan pasir setapak tepi pantai yang biasa sudah membekas disana, hingga tibalah ia di tebing yang bawahnya lumayan curam, terdapat sebuah kolam yang terbentuk dari air laut dan batu karang, nampak jernih dan sangat indah, hingga tiap ombak yang datang akan bersarang disana dan tinggal, setelah penuh akan tumpah kembali lagi ke tengah lautan.


"Akkkh..." Tiba tiba Keyra berteriak kencang, saat topinya terjatuh namun masih di anak tebing bawahnya, namun saat Keyra akan meraihnya, ia tidak dapat menjangkaunya.


"Gan...kamu dimana? jangan bercanda Gan...akh topi kesayangnku!" Ucap Keyra dengan lirihnya.


Namun ternyata Gandi tidak disana, ia malah sudah kembali lagi pada teman temanya.


"Hei bro...si gendut tadi nyariin kamu lo di bibir tebing sana, bukanya tadi kamu nyari sinyal disana ya tadi? kok disini sih!?" Ucap Eric sembari menunjuk tempat Keyra menyusulnya tadi.


"Lu kira kira dong bercandanya!" Ucap Gandi dengan seriusnya.


"Gan...serius itu...dia kesana tadi nyariin kamu, bawain tas kamu kan?" Ucap Reza yang meyakinkan Gandi.


Dan dengan seketika Gandi pun membelalakan matanya, ia merasa bersalah pada Keyra.


"Gan...lu mau kemana?" Tanya Reza saat Gandi akan beranjak pergi dari tempatnya.


"Masih nanya lagi, nyusulin tuh cewek lah..." Ucap Gandi sembari berlari menuju tempat yang temanya tunjuk tadi.


Dengan nafas terengah engahnya, Gandi akhirnya bisa naik ke atas tebing yang tempatnya sedikit menanjak itu, lalu segera ia mengatur nafasnya.


"Itu...itu kan topi Keyra yang tadi ia pakai." Ucap Gandi sembari terus mengawasi sebuah topi biru bercampur putih yang tengah tersangkut di batu karang bawahnya, Gandi tidak tahu bahwa Keyra tengah mencari ranting kayu untuk menjangkau topinya.


"Tolong....tolong....tolong...!" Teriak Gandi tiba tiba, karena ia merasa butuh seseorang untuk menolong temanya, Gandi mengira Keyra telah terjatuh kebawah, meski ia tidak melihat tubuh si gendut itu.


"Gan...ngapain sih kamu teriak teriak gitu? minggir...minggir...!" Ucap Keyra tiba tiba dari arah belakangnya.


"Gila lu Key...bikin aku jantungan tahu! dasar gendut bisanya bikin orang stres aja!" Ucap Gandi dengan sedikit marahnya.


"Ayo ngumpul sama anak anak yang lain, noh udah di cariin pak guru." Ucap Gandi sembari menyeret tas punggung Keyra dari belakang, hingga Keyra dengan tubuh sempoyongan turut Gandi ke arah yang di tujunya.


"Gan apa sih masalah kamu! kenapa kamu seperti itu? aku hanya ingin ngambil topi aku, topi pemberian nenek aku satu tahun yang lalu itu Gan...saat nenek belum sakit...kamu nggak tahu gimana sayang nya aku sama topi itu tahu..." Ucap nerocos Keyra yang tiba tiba terhenti saat ia melihat Gandi malah berbalik arah dan kembali ke tempat pinggir tebing sendirian saja.


"Awas lu mendekat, nggak aku ambilin tu topi!" Ucap Gandi sembari mengambil sebuah ranting kayu yang cukup panjang yang tadi Keyra cari dan bawa kepinggir tebing, sebelum Gandi menarik tas ransel di punggungnya.


"Gan...hati hati ya..." Ucap Key kemudian dengan mengawasi setiap gerak temanya tersebut dari arah yang agak jauh.


"Diem lu...bawel!" Ucap Gandi yang kemudian tengkurap di tepian tebing dan mencoba meraih topi Keyra dengan ranting di tanganya.


"Akh...dapat!" Triak Gandi dengan mengangkat ranting yang mengait ke topi Keyra keatas dengan segera, dan terlihat pula Keyra berjingkrak senang mendengar keberhasilan Gandi.


"Akkkh....tidaaak...ponselku!!!" Ucap Gandi tiba tiba denan teriakanya, saat ponsel yang ia kantongi di saku atas kaus yang dikenakanya terjatuh merosot kebawah dan langsung terjebur ke genangan air dibawah tebing.


Gandi hanya bisa melihat ponsel barunya itu terjatuh dengan mata kepalanya sendiri.


"Nih..." Ucap Gandi sembari memberikan topi Keyra yang baru di ambilnya.


"Makasih Gan...tapi...ponsel kamu?" Tanya Keyra yang penasaran, karena samar samar ia mendengar Gandi berteriak tentang ponselnya yang terjatuh.


"Kau...harus traktir aku setiap hari selama satu bulan!" Ucap Gandi tiba tiba, dengan suara lirih dan hampir tertelan, tanpa ekspresi dan hanya berlalu pergi begitu saja tanpa menoleh menatap Keyra.


"Gan kamu baik baik saja?" Tanya Keyra yang tengah mengikuti langkah Gandi yang menuruni batu karang tinggi dibawah kakinya.


"Mana bisa aku baik baik saja saat ponsel aku jatuh? ponsel itu aku beli dengan menabung uang jajanku selama sebulan tahu! itu pun masih belum cukup!" Ucap jujur Gandi dengan nada ngegasnya.


"Akh...makanya kamu mau aku nraktir kamu jajan ya?" Ucap Keyra lagi yang baru mengerti.


"Masih nanya lagi! aku tuh sial mulu bawaanya kalau dekat kamu, dasar! sono...nggak usah ngikutin aku!" Ucap Gandi dengan suara yang sedikit kasar menurut Keyra, namun Keyra mengerti, kenapa Gandi sampai sesadis itu.


"Loh...katanya mau aku traktir kan Gan...beneran nih aku duluan deh kalau gitu!" Ucap Keyra yang akan pergi meninggalkan Gandi yang terlihat masih sedikit berat meninggalkan tempatnya.


"Awas kau kalau lupa!" Ucap Gandi lagi dengan masih nada marahnya.