THE NEXT GOOD BOYS

THE NEXT GOOD BOYS
Detik detik kelahiran jagoan Wibawa



"Akh...aku tiba tiba lapar sayang...lapar lagi!" Ucap Arga yang mencoba mengalihkan perhatian sang istri, dimana Nindi sudah menarik lehernya dengan kedua tangan yang mengalung disana.


Seketika Arga pun beranjak dari duduknya, tak lupa sebelum pergi, ia mencium puncak kepala sang istri.


"Akh...!" Dengus kesal Nindi tiba tiba, namun apa lah daya saat ia ingin berdua saja, ada aja alasan sang suami, namun ia tahu...pastilah Arga punya pemikiran tersendiri yang harus Nindi hormati.


Sampai waktu hampir petang, dan Nindi menyudahi aktivitas renangnya, karena panggilan Arga yang memintanya untuk segera menyudahi renangnya hari itu. ia pun lalu memakai handuk ke seluruh tubuhnya, berjalan mendekat ke arah sang suami, yang sudah mandi terlebih dahulu dan juga sudah berganti pakaian lalu duduk di kursi santai depan teras samping rumahnya.


"Nggak capek emangnya? udah di suruh usai dari tadi nggak di gubris sih!" Dengus Arga dengan sedikit kesalnya, karena Arga tahu gimana kondisi ibu hamil itu, pastilah selalu merasa cepat lelah dan ingin istirahat, namun yang bersangkutan malah terlihat cuek dan nggak ngedengerin.


"Iya iya sayang maaf maaf...masak gitu aja ngambek...kan cuma nyebur dua jam..." Ucap Nindi yang mengelak, dengan kedua tangan yang tengah merangkul erat lengan sang suami.


"Ya sudah...cepat mandi gih...ntar masuk angin kalau kelamaan gini...!" Ucap Arga yang lagi lagi menyuruh sang istri agar secepatnya mandi air hangat.


"Temenin ya sayang...!" Ucap Nindi sembari menarik narik ringan lengan Arga dan terlihat sangat manja.


"Tapi aku sudah mandi sayang...masak iya mandi lagi sih?" Ucap Arga dengan genggaman tanganya, yang mengelus lembut tangan sang istri.


"Kakak...ayo lah...maen kesini kek...apa kek...kalau di butuhin dari tadi nggak nongol nongol...nggak di butuhin nongol, giliran di butuhin nggak ada...gimana sih!" Dengus Arga dalam hatinya, kini ia bangkit berdiri karena tarikan sang istri, Arga hanya tidak ingin Nindi ngotot lebih lama saat menariknya.


Keduanya berjalan menyusuri anak tangga, lalu tiba tiba ponsel Arga berdering, tanda ada panggilan masuk disana, segera saja ia mengambil ponsel dari sakunya, dan menatap pada layar ponselnya.


"Nah...akhirnya...aku batin dia tahu juga!" Ucap Arga dalam hati, saat ia tahu yang tengah mencoba menghubunginya adalah sang kakak.


"Akh...kakak, sayang ayo kamu masuk kamar, mandi dulu...aku mau angkat telephone dari kakak dulu, oke?" Ucap Arga yang langsung di angguki sang istri, Nindi pun dengan perlahan lahan menaiki sisa anak tangga menuju ke arah kamarnya, hingga Arga melihat punggung sang istri tidak terlihat lagi, Nindi sudah masuk kedalam kamarnya.


"Halo kakak...makasih banyak ya...kamu sudah mau telephone...ngomong ngomong ada apa kak?" Tanya Arga saat ia baru saja mengangkat panggilan telephonenya.


"Nggak ada apa apa sih ga...mungkin kepencet kali...kakak nggak ada niat telephone kamu kok...ya sudah ya...!" Ucap Aditya yang langsung mematikan panggilan telephonenya.


"Lah...ini orang...salah pencet bisa tepat waktu gini ya? hebat deh kakak!" Ucap Arga dengan senyumanya, kini ia bisa sedikit lebih lega, karena ia sadar...ia seorang lelaki...dan hatinya selalu goyah akan pendirianya saat ia melihat kulit mulus sang istri, dan hari itu pun berlalu begitu saja.


Dan hari itu waktunya Nindi beserta sang suami untuk periksa kedokter kandungan, di Klinik bersalin ter besar yang ada di kotanya, Klinik terpercaya tentunya.


Tepat pukul sepuluh siang, saat keduanya sampai tempat tujuan, dan segera masuk tanpa mengantri karena sudah membuat janji temu dokter pada hari sebelumnya, dokter spesialis kandungan yang bekerja di Klinik ternama tersebut.


Hingga setelah usai periksa, nampak keduanya begitu sangat bahagia, terlihat dari raut wajah keduanya, karena Arga dan Nindi bisa tahu jenis kelamin sang bayi yang ada di dalam kandungan Nindi, dan keadaanya yang teramat sehat sejauh itu, meskipun akhir akhir itu, nampak Nindi masih dalam keadaan yang suka pusing dan memilih milih makanan.


Jenis kelamin laki laki, jagoan yang Arga sukai, namun jika yang keluar kelak perempuan, Arga pun tentu akan menyambutnya dengan penuh kebahagiaan.


Sampai...mata keduanya tertuju pada sosok lelaki yang ia kenal, tengah mondar mandir di luar ruang bersalin, nampaknya Arga dan Nindi kenal akrab.


Hingga keduanya saling menatap satu sama lain, lalu tatapan keduanya yang ter arah ke sosok lelaki di depanya itu.


"Kakak!" Ucap Arga dan Nindi yang bersamaan.


Rupanya keduanya menyadari sosok tersebut yang terlihat tengah gelisah dan mondar mandir di depan ruangan bersalin itu adalah Aditya, segera saja Arga dan Nindi menghampiri sang kakak.


"Kakak ada apa kak? ada apa dengan kakak ipar?" Tanya Arga seketika sembari memegangi kedua pundak sang kakak yang masih terlihat sangat khawatir.


"Ga...kakak iparmu...tadi subuh sudah pucat, tapi saat aku tanyai dia diam saja nggak ngomong apa apa, lalu masih sempat membuat sarapan pula, tapi tiba tiba dia makin pucat saat keluar cairan yang mengguyur membasahi kakinya, segera saja kakak bawa kemari ga...katanya sudah bukaan lima ga...kakak iparmu nggak mau aku khawatir...wanita bodoh itu...dia pikir aku se lemah itu, dia pikir aku akan pingsan saat ia perlihatkan kesakitanya." Ucap Aditya dengan mata yang tengah berlinangan air mata, dan Arga pun langsung memeluk tubuh kakaknya yang tengah terasa gemetaran saat Arga sentuh.


"Lalu sekarang gimana kak? gimana kakak ipar kak?" Ucap Arga yang ingin tahu, dan Nindi yang turut ingin tahu pula.


"Sedang di operasi Ga...doain ya semoga berjalan lancar ga..." Ucap Aditya dengan tangan yang menggenggam kedua tangan Arga dan Arga merasakan dingin sangat dingin saat menjabat tangan kakaknya.


"Sayang...duduklah...jangan berdiri lama lama, ingat kondisimu sayang...kamu lagi berbadan dua..." Ucap Arga yang menghampiri sang istri dan mengajaknya duduk ke kursi tunggu di luar ruang bersalin, dan Nindi pun turut ikut serta apa yang suaminya inginkan.


"Tunggu disini ya...aku akan belikan minuman dulu untukmu dan untuk kakak, pasti kakak belum makan sama sekali tadi, tunggu disini ya sayang...!" Ucap Arga sembari mengecup puncak kepala sang istri sebelum meninggalkanya berdua saja dengan kakaknya.