THE NEXT GOOD BOYS

THE NEXT GOOD BOYS
Sangkalan yang nyata namun menusuk



Canggung antara Keyra dan Gandi malam itu, Keyra yang benar benar tidak tahu bahwa keluarga Gandi yang di undang mama papanya, hanya bisa menikmati makananya tanpa bisa menatap ke arah Gandi yang ada di seberang meja makanya, tepatnya menatap ke arah matanya, dan Gandi sendiri yang menyadari tingkah Keyra demikian hanya bisa memakluminya saja, namun tanpa Keyra sadari.


"Pah...kenapa nggak bilang kalau yang datang keluarga Gandi? Keyra jadi nggak enak kan sama dia, karena tadi Gandi ngajak keluar, Keyra bilang nggak bisa karena acara papa ini." Pesan singkat yang Keyra kirim pada papanya, Keyra menulisnya sembunyi sembunyi di bawah meja makanya.


Abiyasa yang melihat telephone di depanya berbunyi pun segera menatap pada layar ponselnya, terdapat nama sang puteri disana, membuatnya penasaran, karena Keyra ada di sebelahnya.


Abiyasa pun segera mengambil ponselnya, ia membukanya lalu membaca isi pesan sang puteri, sesaat setelah membacanya, nampak Abiyasa tertawa terkikik sembari menatap sang istri, dan membuat Arga sekeluarga nampak keheranan di buatnya.


"Ada apa Yas?" Tanya Arga seketika, barulah Abiyasa menghentikan tawanya.


"Itu Ga, rupanya tadi anak anak akan janjian keluar, eh...kita kan nggak tahu rencana mereka, tahu gitu kan om nggak ngajak Keyra keluar Gand." Ucap Abiyasa sembari menatap ke arah Gandi, yang membuatnya mengeluarkan senyum canggungnya.


"Ah...iya om..." Sahut Gandi sembari melirik tajam ke arah Keyra, dan Keyra yang merasakan tatapan menusuk itu pun hanya bisa menunduk dan pura pura menyuap makanan ke mulutnya.


"Oh...jadi ternyata Keyra yang nolak Gandi pah?" Tiba tiba sahut Nindi yang membuat semua orang menatap ke arahnya, tatapanya seakan penuh tanya.


"Nolak apa tante?" Tanya Keyra yang malah penasaran, pasalnya ia tidak sedang menolak siapa siapa.


"Jangankan punya kesempatan menolak, yang mau ngutarain aja nggak ada." Ucap Keyra dalam hatinya.


"Itu Key, tadi sehabis pulang sekolah tadi...Gandi kayak badmood gitu, uring uringan nggak jelas, persis deh kayak lagi di tolak gadis." Ucap Nindi dengan senyum di bibirnya yang ia tutup dengan satu telapak tanganya.


"Terus aja mah...terus...kupas abis sampai tuntas." Ucap Gandi sembari menampakan wajah merahnya.


"Oh maaf sayang...mama kelewatan ya? habisnya mama khawatir nggak kenal tu gadis yang buat jagoan mama sampai kayak gitu, eh...mama lega deh sekarang." Ucap Nindi dengan jujurnya.


"Udah udah ayo lanjutin makanya, dan kamu Gandi, kalau mau ajak Keyra jalan...pamit gih sama om Abi dan tante Nisa." Ucap Arga sembari menepuk pundak puteranya.


"Nggak kok pah...udah ketemu Key disini aja, tadi sih niatnya mau ngajak Key keluar jalan jalan, toh mungkin kita udah nggak akan ketemu lagi, Keyra kan mau lanjut sekolah ke luar kota, Gandi disini mah pah...gitu lo...nggak sedalem yang mama papa dan semua pikirkan." Ucap Gandi yang berusaha menerangkan, karena memang saat itu yang ia rasakan hanya sebatas teman dan nyaman saja yang keduanya rasakan, tapi entah mengapa, sesaat setelah Gandi berkata demikian, ada setitik rasa yang sakit menusuk seperti jarum di hatinya, begitu pula yang Keyra rasakan, ia merasa tak nyaman saat mendengar Gandi yang menjabarkanya dengan sangat detail, seolah ia memberi tahu semua bahwa ia tidak menyukai Keyra dan hanya sebatas teman biasa saja.


"Om...tante...boleh nggak Gandi ngajak Keyra jalan sebentar? nanti pasti Gandi antar pulang kok." Ucap Gandi yang meminta izin pada papa dan mama Keyra, Abiyasa pun yang melihat wajah sang puteri, sedari tadi sedikit murung itu pun hanya bisa mengizinkanya saja.


"Jangan malam malam ya Gand pulangnya." Ucap Abiyasa pada Gandi dan puterinya.


"Yuk Key, sekarang aku mau minta izin papa dulu." Ajak Gandi pada Keyra, yang lalu menarik pergelangan tangan Keyra dengan seketika, namun saat itu pula Keyra melepaskanya dengan paksa.


"Kamu kenapa sih Key?" Tanya Gandi tiba tiba yang belum sadar atas apa yang dilakukanya, namun Keyra hanya membalasnya dengan senyum kecut dan gelengan kepala.


"Pah...mah...Gandi izin keluar bentar ya sama Key, bentar doang...nanti pulang kok." Ucap Gandi sembari akan pergi, namu Arga segera menghentikanya.


"Tuh...naik mobil aja biar dianterin pak supir, papa bisa panggil supir pengganti kok buat bawa mobil kemari." Ucap Arga yang langsung di angguki Gandi, dan keduanya pun akhirnya berjalan bersama menuju mobil di tempat parkir.


"Hai Za...kamu disini juga?" Sapa Gandi saat ia sampai di tempat parkir dan bertemu dengan Reza.


"Iya Gand...ini mau makan malam sama papa dan bunda..." Ucap Reza yang menerangkan.


"Om Aditya...tante Ifa...selamat malam..." Sapa Gandi pula pada mama dan bunda Reza yang muncul setelah Reza.


"Sayang sudah mau balik? eh ini siapa temanya? imut sekali..." Ucap Ifa pada Gandi.


"Iya tan ini udah mau balik, papa sama mama yang masih di dalam tadi, ini Keyra tan teman Gandi lah...teman Reza juga." Ucap Gandi yang memperkenalkan Keyra pada papa dan bunda Reza.


"Bukan pah...bund...dia cuma teman Gandi saja, Reza nggak kenal dekat." Ucap elakan Reza yang membuat Gandi kikuk seketika.


Hingga Aditya, Ifa dan juga Reza pergi, dan Gandi serta Keyra masuk kedalam mobil.