
Abiyasa sudah terlebih dahulu menuju ke teras luar rumahnya, ia ingin memastikan apakah mobil yang akan ia naiki sudah benar benar siap disana, itu ucapnya pada sang istri dan puterinya, alasnya untuk mengecek kondisi mobil, sebenarnya ia mendapat pesan dari teman baiknya, Arga, ia mengirim pesan pada Abiyasa bahwa puteranya pasti sudah berada disana saat itu, dan benar saja, di seberang tepian jalan, tepat di depan pintu gerbang pagar rumah nya terlihat mobil asing yang baru Abiyasa lihat, karena sengaja saat itu Gandi tengah meminjam mobil milik supir pribadi papanya. Abiyasa pun langsung tahu bahwa disana adalah Gandi yang ingin mengantar kepergian Keyra, dan juga saat terakhir lelaki itu melihat puterinya. Terlihat Keyra tengah menyeret kopernya dengan perlahan lahan menuju ke mobil papanya yang sudah terparkir di depan pintu rumahnya.
"Sayang...sinih papa bawakan koper kamu nak...kamu jangan masuk kedalam mobil dulu ya...tunggu papa, papa masih mau mengambil sesuatu di dalam." Ucap papa Key yang lalu mengambil koper pakaian puterinya lalu memasukan ke bagasi mobil, dan Abiyasa segera pergi masuk kedalam rumahnya meski tidak ada barang apa pun yang tertinggal, alasannya demikian agar lelaki itu bisa menatap Key lebih lama. Keyra pun yang mematuhi perkataan papanya hanya bisa menyandarkan tubuhnya ke body mobil sembari menyedekapkan kedua tangannya di dada, dan satu kakinya yang memakai sepatu nyaman itu mengetuk ngetukannya ke tanah beberapa kali disana, Key terlihat sedih kala itu. Tepat di depannya terdapat mobil yang di tumpangi Gandi. Dengan tatapan mata tajam dan tanpa berkedip meskipun ia rasakan matanya panas dan berair, Gandi memaksakan pandangannya mengamati gadis yang ia cintai itu untuk terakhir kalinya, mungkin bisa jadi Key akan mendapat penggantinya di sana, namun hati Gandi tetap kukuh tidak ingin berterus terang pada Keyra. Sesekali ia menengadahkan kepalanya menatap langit langit mobil yang di naikinya, agar cairan bening dari pelupuk matanya tidak jatuh dan menetes, namun ia tidak bisa memaksanya masuk kedalam matanya lagi, hingga ia membiarkannya saja.
"Key...aku harap kamu bisa lulus kuliah kedokteran dengan nilai terbaik, bisa menyandang status Dokter spesialis seperti apa yang kamu inginkan, aku selalu mendukungmu, karena itu adalah cita citamu Key...aku pastikan akan menunggumu, menunggu kepulanganmu, meski entah waktu itu kau sudah melupakanku mungkin, aku tidak peduli." Ucap Arga dalam hatinya, hingga terlihat Key dan papanya masuk kedalam mobil dan memacu mobilnya melewati jalanan depan Gandi, sesaat tatapan keduanya bertemu satu sama lain, namun saat itu Key hanya merasa bayangan lelaki yang ia cintai itu terus membayanginya dimanapun berada, ia tidak bisa membedakan mana yang nyata dan mana yang bayangan saja.
"Om Abi..." Sapa Gandi saat menyadari Abiyasa melihat kesedihannya.
"Sabar Gand...om tahu kenapa kamu bersikap seperti ini, om juga tahu ketulusanmu pada Key, om hargai itu...sekarang...kamu pun harus menatap masa depan, jadilah lelaki sukses yang kelak akan mengambil hati Key kembali, om yakin...tidak akan mudah Key melupakan semua tentangmu." Ucap Abiyasa yang mencoba menyemangati putera sahabatnya itu.