THE NEXT GOOD BOYS

THE NEXT GOOD BOYS
Cewek tomboi



Saat itu si cewek tomboi pun lalu pergi beranjak dari duduknya, setelah ia melakukan sesuatu dengan ponselnya, sepertinya ia tengah mengubrak abrik ponselnya hingga sedemikian rupa, nampak Eric yang sesekali mengawasinya.


"Dasar cewek aneh, ponsel bagus bagus kok di bongkar, akh...apa jangan jangan ponsel curian ya? akh masa bodo deh..." Ucap Eric yang terus menikmati sarapanya, sampai ia usai dan beranjak berdiri dari duduknya, ia merentangkan tangan karena kekenyangan, saat itu pula, si gadis pun ikut beranjak akan pergi dari sana, namun setelah Eric menyadari bahwa dompetnya tidak ada, ia pun sontak memanggil si gadis dengan panggilan pencuri.


"Woe...sini lu pencuri! kembaliin dompet gue!" Ucap Eric sembari berjalan mendekat kearah si gadis dengan muka yang sangat marah sigadispun yang tidak tahu menahu dompet cowok songong di sebelahnya itu pun hanya bisa berpaling dan akan pergi.


"Woe mau pergi kemana lu? sini balikin dompet gue." Ucap Etic yang masih bernada halus namun sengak.


"Lu ngomong apaan? gue nggak tahu dompet lu dimana!" Ucap si cewek yang membuat marah Eric, karena Eric tahu memang dompetnya tiba tiba tidak ada.


"Hoe....tunggu lu maling!" Tiba tiba teriak si tomboi dengan suara lantangnya yang membuat Eric terkaget karenanya, dan seketika menatap si tomboi yang tengah mengejar seseorang yang telah membawa dompet terjatuh dibawah bangku yang tadi keduanya tempati, saat itu Eric pun ikut mengejar pula, hingga sangat jauh, sampai kesebuah gang sempit, keduanya baku hantam dan saling menggebuk, namun ternyata dimenangkan oleh si tomboi, meski terlihat ia meringis menahan sakit di ujung bibirnya, terlihat biru dan mengeluarkan sedikit darah.


"Nih dompet lu, lain kali, jngan menilai orang dari sampulnya saja, aku seperti ini bukan berarti seorang pencuri!" Ucap si tomboi sembari memberikan dompet Eric yang ia dapatkan dari si pencuri yang sudah lari ngibrit, sedangkan si Eric hanya mematung sembari terpana menatap kelincahan beladiri si gadis tomboi yang membuatnya terpaku tanpa kata.


"Eh...tunggu!" Ucap si Eric yang seketika meraih jemari si tomboi dan menahanya.


"Apa lagi yang hilang? ponsel?" Tanya si tomboi sembari mengibaskan tangan Eric dengan kasarnya.


"Nggak usah, makasih!" Ucap si tomboi yang lngsung pergi begitu saja dari hadapan Eric.


"Astaga aku belum mengucapkan terimkasihku padanya!" Ucap Eric sembari celingukan mengamati depanya yang sudah tidak ada si gadis tomboi yang ia cari itu, lalu ia pun pergi dan pulang menuju kerumahnya.


"Mama...papah...kenapa baru pulang...Eric sendirian tahu!" Ucap Eric sembari terlibat menghampiri mama papanya yang baru pulang, seketika ia berhambur memeluk sang mama, dan berganti sang papa.


"Maaf sayang...mama sibuk banget, ini udah pulang..." Ucap Yura pada sang putera.


Ditempat lain, Evan masih terus menatap layar laptopnya dan belum sempat keluar kamarnya, sampai mamanya harus menggedor pintu kamarnya dan memintanya keluar untuk sarapan bersama.


"Akh...mungkin dia udah nggak mau lihat muka aku lagi." Ucap Evan yang akan pergi dari depan layar laptopnya, karena ia teringat dahulu telah menyakiti Vanya dengan sadisnya, ia sadar...ia salah.


"Halo my love..." Tiba tiba pesan masuk didalam ponsel Evan, sesaat ia melihat namun mengabaikanya, ia pikir kerjaan orang iseng yang hanya bermain main saja, hingga akhirnya ia meninggalkan ponsel di kamarnya dan segera turun menuju meja makan, dimana mama papanya sudah berada disana dan menungguinya.


"Astaga!" Ucap Evan yang sesaat teringat nomornya tak pernah berubah, pastilah Vanya pun masih mengingatnya, bahkan jelas Vanya lebih hafal nomornya daripada nomor ponsel Vanya sendiri, seketika itu Evan berlari naik tangga lagi menuju kekamarnya dengan segera.