THE NEXT GOOD BOYS

THE NEXT GOOD BOYS
Oh ternyata



"Key ntar ada waktu nggak?" Ucap pesan yang Gandi kirim pada Keyra setelah ia sampai di rumah.


"Aduh...maaf Gand...aku lagi ngerayain kelulusan sama mama papa aku...lain kali ya..." Ucap Keyra pada pesan balasanya.


Dengan wajah masam, Gandi keluar dari kamarnya, lalu tutun kebawah menuju mama dan papanya berada di teras samping rumahnya, menikmati udara segar sore itu, suasana kian sejuk, karena di kediaman Sanjaya banyak ditanami pohon di taman dekat kolam renang, terutama beberapa pohon mangga.


"Byuuuuurrrr..." Gandi tiba tiba nyebur ke kolam dengan pakaian lengkap, masih memakai kaus dan juga celana pendek selututnya, hingga beberapa saat baru keluar dari dalam air, cukup lama Gandi berada dibawah air.


Membuat Nindi dan Arga heran saat melihatnya.


"Pah...kenapa sih anak itu? dia lulus dengan peringkat terbaik kan? kenapa sepertinya dia nggak senang gitu?" Tanya Nindi pada sang suami.


"Nggak tahu juga sayang...mungkin...dia sedih karena mau meninggalkan sekolahnya." Ucap Arga pada sang istri.


"Ya nggak mungkin lah pah...ngapain dia sedih kalau mau ninggalin sekolahanya, sekolahanya aja nggak kemana mana gitu, kalau kangen tinggal samperin deh tu tempat, beres...atau...jangan jangan Gandi sudah punya pacar? mau ninggalin pacarnya? nggak heran sih...secara putra kita kan ganteng, ya kan sayang?" Ucap nerocos Nindi yang ternyata tidak di dengar sang suami, Arga sibuk mengutak atik ponsel di tanganya.


"Sayang...kamu ngacuhin aku? nggak dengar aku ngomong?" Tanya Nindi lagi dengan suara yang agak keras, hingga Arga menoleh kearahnya.


"Iya...iya...maaf...maaf...ini loh sayang...tadi kan papa telephone, bilang...mau ngerayain kelulusan Evan dan Gandi dengan makan malam bersama di rumah papa, dan itu masih besok, ini tadi yang baru aku balesin chat nya...temen aku, ngajak makan malam bersama, dan kita semua ikut, lalu aku bilang oke aja, daripada cuma kita bertiga yang kaluar bersama, enakan kalau rame..." Ucap Arga yang menerangkan pada sang istri.


"Iya pah...tapi lihat tuh Gandi, bilangin gih nanti ikut aja, kalau kamu yang ngajak, pasti dia nurut mau ikut." Ucap Nindi yang membuat Arga berdiri dari duduknya dan menghampiri sang putera.


Hingga beberapa saat, nampak Arga kembali menghampiri sang istri dengan senyumnya.


"Gimana? dia mau ikut juga nggak?" Tanya Nindi pada suaminya.


"Iya...dia mau ikut, katanya di rumah sendirian juga bosan..." Ucap Arga sambil ikut duduk lagi di samping Nindi.


"Ehhh...kamu basah kuyup kayak gini mau masuk kedalam? nggak kasihan apa sama bibinya yang tadi sudah susah susah ngepel, kamu tambahin kerjaan, tunggu sini, mama yang ambilin pakaian ganti." Ucap Nindi yang lalu berdiri dari duduknya, meninggalkan suami dan puteranya duduk berdua disana.


"Gand...kamu lulus dengan nilai paling tinggi, paling bagus, kenapa malah cemberut aja dari tadi? mukanya di tekuk terus, kenapa? nggak suka? kurang puas? nggak mungkin kamu curang kan?" Tanya Arga pada sang putera, pertanyaan antar lelaki.


"Emmmb...nggak mungkin Gandi curang pah...Gandi sendiri nggak tahu kenapa Gandi kayak gini, akh udah lah pah...nanti Gandi ikut keluar, biar dapet suasana baru." Ucap Gandi pada papanya.


"Kamu udah mulai pacaran Gand?" Tiba tiba tanya Arga saat Gandi menikmati buah apel yang baru ia gigit satu gigitan di tanganya.


"Papa ngomong apaan sih? Gandi belom ngerasain jatuh cinta, mana bisa Gandi ngajak pacaran cewek yang nggak Gandi suka." Ucap Gandi jujur pada papanya.


"Tapi kelakuan kamu ini kayak lagi patah hati Gand? nggak mungkin baru di tolak cewek kan?" Tanya Arga lagi yang masih penasaran.


"Mana ada yang nolak Gandi, kecuali si ke...akh nggak ada pah, papa tanya mulu." Ucap Gandi yang hampir keceplosan.


Hingga sore itu, matahari mulai bersembunyi, berganti malam yang akan menampakan cahaya bulan, nampak Arga beserta sang istri dan juga sang putera sudah dalam perjalanan menuju ke sebuah restoran mewah yang berada di pusat kotanya.


Setelah turun dari mobil, ketiganya langsung disambut oleh petugas restoran untuk menuju ke ruang VIP restoran tersebut, dimana Arga sekeluarga sudah dinanti kehadiranya.


"Mah...papa mau nemuin siapa sih? kayak orang penting deh...akh pasti ngebosenin ntar...tahu gitu Gandi nggak ikut, main game aja di rumah." Gerutu Gandi dengan bisikanya.


"Udah terlanjur kesini kan, nurut papa aja, jarang jarang kita kumpul bersama." Ucap Nindi pada puteranya, karena Nindi juga tidak tahu, siapa yang mengundangnya sekeluarga.


"Om Abiyasa...tante Nisa...Keyra!" Ucap Gandi dalam hati, saat setelah pintu lebar di buka, dan terlihat keluarga Abiyasa berada di sana, dan papanya tengah berpelukan dengan sahabatnya itu.


Sama halnya seperti yang Gandi rasakan, kaget bukan main saat Keyra melihat om Arga dan tante Nindi beserta Gandi yang datang ke ruangan restoran yang di pesan keluarganya.