
"Yuk balik Gand...ntar di cariin yang lain, kayaknya udah pada sepi..." Ucap Keyra sembari mencoba berdiri, namun sesaat ia hanya mematung dan belum melangkahkan kakinya.
"Key...jangan bilang kamu lagi ngikut ngikut drama tv ya...kau pasti tahu kan aku nggak mungkin kuat gendong kamu..." Ucap Gandi saat ia sudah berhasil berdiri pula di samping Keyra.
"Ngomong apaan sih Gand? duh Gand...aku lupa kasih kabar mama sama papa aku..." Ucap Keyra yang ternyata baik baik saja.
"Ya sudah sono telephone...kasih kabar..." Ucap Gandi yang sudah jalan duluan dan mendahului Keyra.
Hingga beberapa saat Keyra menyusulnya dan jalan di sampingnya beriringan menuju ke hotel yang sudah di pesan sebelumnya.
"Bye bye key..." Ucap Gandi saat keduanya berpisah di pintu lift yang terpisah, dimana arah kamar keduanya tidak sama.
"Sampai ketemu Gand..." Ucap balas Keyra.
Lalu Gandi pun menuju ke arah nomor kamar yang ada di kartu kunci kamarnya, segera ia masuk kedalam, dan menjatuhkan tubuhnya ke atas pembaringan.
"Tok tok tok..." Tiba tiba terdengar ketokan dari luar kamar ya, segera saja Gandi bangkit dari tiduranya dan berjalan dengan gontainya menuju ke arah pintu.
"Van...ada apa? kirain siapa tadi." Ucap Gandi saat Evan datang ke kamarnya.
"Gan kamu kemana aja sih? kakak ipar dan kakak telepone terus tuh nanyain kamu." Ucap Evan sembari memberikan ponselnya pada Gandi.
"Duh Van...maaf ya..." Ucap Gandi sembari mengambil ponsel dari tangan Evan dan mencoba menghubungi mama papanya, hingga beberapa saat lamanya.
"Makasih Van..." Ucap Gandi sembari mengembalikan ponselnya.
"Loh...kamu kok malah tidur disitu sih Van? nggak balik? atau...kamu dapat tugas dari papa buat mata matain aku ya?" Ucap Gandi yang menebak asal asalan.
"Gand...kayaknya aku nginep sini aja ya ntar malam...si Vanya...resek banget, kenapa udah dua tahun juga masih aja penasaran sama aku, ngintil mulu kerjaanya, risi tahu nggak Gand." Ucap Evan dengan jujurnya.
"Akh...cewek gitu sih gampang Van, di gertak juga dia bakalan kapok." Ucap Gandi yang sok tahu.
"Gertak yang gimana modelnya maksud kamu? aku udah berulang kali nyuruh dia menjauh, tapi dia makin gila." Ucap Evan dengan ceritanya.
"Ya ampun Van...kita tuh masih kelas dua SMP, masih lama dan panjang waktu kita untuk ketemu cewek, maksud aku gertakan itu bukan kamu marahin gitu, tapi coba aja gertak yang lain, contohnya...kamu cium mungkin!" Ucap Gandi dengan tawanya yang tiba tiba pecah seketika.
"Emang kamu pikir aku cowok apaan? meski kita sama lakinya, aku nggak asal gitu Gand...akh...kelamaan disini aku ikutan terkontaminasi ke stresan kamu." Ucap Evan yang lalu beranjak pergi dari atas ranjang Gandi dan pergi keluar kamar begitu saja.
"Akh...akhirnya tanpa pengganggu!" Ucap Gandi yang sudah akan mulai istirahat lagi, namun tiba tiba ketokan lagi di luar pintu kamarnya, membuatnya dengan gusar melompat dari atas pembaringan menuju ke arah pintu.
"Ada apa pak?" Ucap tanya Gandi seketika.
"Aku lihat kamu sendiri yang belum datang berkumpul di restoran Hotel, apa nggak lihat pengumuman di grup kelas Gandi?" Ucap tanya pak guru.
"Maaf pak...ponsel saya ketinggalan...jadi saya nggak tahu..." Ucap Gandi yang kemudian melihat Evan, Reza dan Eric datang menuju ke kamar nya, berniat akan mengajaknya.
"Tuh pak...teman teman saya sudah datang..." Ucap Gandi yang lalu di angguki pak guru.
"Ya sudah...ayo, pak guru duluan ya anak anak." Ucap pak guru yang langsung di laksanakan semuanya, hingga dengan cepat Gandi mandi terlebih dahulu baru menyusul teman temanya.
"Loh Key...kebetulan banget, kenapa kamu telat juga datangnya? kayaknya sudah lima belas menitan yang lalu anak anak berkumpul deh." Ucap Gandi saat ia berpapasan dengan Keyra.
"Eh Gandi...iya Gand...sengaja emang mau kesana belakangan aja, ntar di sangka aku yang ngabisin jatah makanan mereka." Ucap jujur Keyra.
"Yang bener aja Key, masak iya menu segitu banyaknya bisa abis kan ya nggak mungkin, pastilah sudah ada yang ngatur untuk per anaknya Key." Ucap Gandi dengan sedikit tawanya.
Hingga keduanya sampai di restoran hotel, dan tampak semuanya telah duduk di bangku masing masing dengan makananya masing masing pula, dan terlihat Eric yang melambai ke arahnya, teman temanya itu sudah menyiapkan satu tempat duduk untuk Gandi.
"Key...sana kamu ambil duluan, aku mau samperin anak anak dulu." Ucap Gandi yang meninggalkan Keyra di tempatnya dan Keyra pun bergegas menuju ke arah tempat mengambil makananya.
"Kalian cuma nyisain satu kursi buat aku?" Tanya Gandi pada teman temanya, lalu Eric dan Reza mengangguk bersamaan, namun tidak dengan Evan, ia memberi isyarat mata pada Gandi untuk menyuruh pergi Vanya yang duduk di sampingnya.
"Akh...Vanya...lu minggir sono...sekali kali aku mau ajak teman wanita aku duduk disini, gantian lu yang ikut nimbrung teman teman kamu sana!" Ucap Gandi sembari akan menarik lengan tangan Vanya, namun Vanya malah makin memeluk lengan Evan dengan eratnya, dan terlihat Evan yang mengibas ngibaskan dengan kasar tanganya.
"Nggak mau, datang belakangan napa minta tempatku sih, lu aja yang nyari tempat baru sana kalau mau mojok, nggak usah sok sok an ngusir aku deh." Ucap Songong Vanya yang membuat Gandi melotot dan akan marah, namun ia melihat Keyra yang sudah mendapatkan tempat duduknya sendiri di pojok sudut restoran hotel.
"Akh...sudah lah Van...nyerah aja lu sama Evan, kasian dia lu kintilin mulu." Ucap Gandi dengan dengusan kesalnya, lalu ia pun berjalan pergi meninggalkan bangku teman temanya, menuju ke arah menu makanan malam itu, dan setelah ia mengambil makan malamnya, segera saja ia menghampiri meja Keyra dan duduk tepat di depan meja Keyra.
"Nggak ikut teman teman mu?" Tanya Keyra dengan seketika.
"Lagi eneg aja lihat Pasangan Van kuadrat." Ucap Gandi dengan sungutan yang sedikit kesal karena olokan Vanya tadi, yang mengoloknya mojok berdua saja dengan Keyra.
"Van kuadrat itu siapa sih Gand?" Tanya Keyra yang belum paham siapa yang tengah di maksud teman makan di depanya itu.
"Siapa lagi sih Key, itu...si Vanya sama di Evan, manggilnya kan sama sama Van, bener nggak?" Ucap Gandi lagi sembari menikmati makan malamnya, dan sesaat terlihat Keyra dengan senyumanya, ia merasa saat berada di dekat Gandi, ada saja ulah cowok tampan itu yang membuatnya ingin tersenyum, meski suasana hantinya yang selalu merasa tersisihkan, namun celoteh asal asalan Gandi mampu membuatnya tersenyum untuk sesaat melupakan kepenatan hatinya yang tidak ada seorangpun yang tahu.
Perasaat cewek gendut yang tersisih dari teman temanya dan bahkan terkucilkan, hanya Keyra yang bisa merasakanya.