THE NEXT GOOD BOYS

THE NEXT GOOD BOYS
Liburan



Gandi seketika mematung sembari sedikit melongo saat om Abiyasa tengah memanggil sang puteri menuju ke tengah acara.


"Key...jangan bilang kamu anaknya om Abiyasa ya..." Ucap Gandi lirih, yang samar samar Keyra dengar, hingga ia menoleh sembari mengangguk ringan dengan menyunggingkan senyum menawanya, lalu Keyra bergegas untuk pergi menemui sang ayah.


"Sayang...siapa teman kamu itu nak?" Tanya Abiyasa pada sang puteri.


"Dia Gandi ayah...teman Key yang setahun lalu nyelametin Key dari aksi bully yah..." Ucap Keyra sembari menggandeng lengan ayahnya dan mengajaknya masuk.


"Akh...dosa apa yang telah ku perbuat, tiap ketemu si gendut berasa kayak ngebully dia mulu, eh si...Keyra." Ucap Gandi dengan gerutunya, lalu ia pun ikut masuk dan mendekat ke arah orang tuanya, ikut berkumpul bertiga.


Hingga tanpa terasa, acara pun tengah usai, namun Abiyasa masih merindukan sahabatnya.


"Anak anak biar main berdua dulu, kita masih ingin ngobrol..." Ucap Abiyasa pada Arga, dan karena esok adalah libur sekolah, akhirnya Arga dan Nindi memutuskan untuk tinggal sedikit lebih lama.


"Key..." Sapa Gandi yang menyusul Keyra di ruang kamarnya, kebetulan Keyra sedang menyusun kado kado yang masih terlihat berserakan.


"Gan...kok tahu aku ada disini?" Tanya Keyra saat Gandi masuk.


"Aku tanya mamamu lah...aku bosan disana." Ucap Gandi yang ikut duduk di sofa.


"Ayo keluar...nggak nyaman disini." Ucap Keyra yang sudah bangkit duluan dan beranjak keluar dari kamarnya, disusul Gandi dari belakangnya, hingga keduanya putuskan untuk duduk di teras samping, saat itu Keyra benar benar sudah lelah dan penat, namun karena Gandi masih butuh teman, akhirnya Keyra menahan kantuk dan lelahnya.


"Key...kenapa kamu nggak bilang kalau kamu puteri om Abi?" Tanya Gandi sembari menoleh ke arah Keyra yang tengah duduk di sampingnya.


"Untuk apa aku bilang bilang...nggak ada gunanya juga, toh kamu pun masih tetap memanggilku si gendut, dan yang lain pun tetap ngebully aku kan? akh...kenapa udara malam ini sangat nyaman ya Gan, mungkin kah ada pemikiran seseorang yang sudah mulai melunak?" Ucap canda Keyra dengan senyuman ringanya.


Hingga keduanya tanpa terasa tertidur pulas bersandar meja di sampingnya, meja di samping kiri Gandi, dan meja di samping kanan Keyra, satu meja untuk sandaran berdua.


"Sssst...Ga sini...!" Ucap Abiyasa yang tengah memanggil sahabatnya agar mendekat ke arahnya, dan saat itu pula Arga mendekat.


"Apa yas?" Tanya Arga yang masih belum mengerti.


"Tuh...mereka kalau akur gitu kelihatan manis ya? apa perlu..." Ucap Abiyasa tertahan sembari melirik Arga yang sudah merogoh ponselnya dan memotretnya beberapa kali.


"Waaaah...aku kalah cepet kayaknya." Ucap Abiyasa sembari bersedekap.


"Sini Ga aku kasih tahu..." Ucap Abiyasa sembari mengajak Arga ke arahnya.


"Apa yas?" Tanya Arga lagi.


"Bukan salah Keyra lebih gemuk di banding gadis pada umumnya Ga...dia sampai seperti itu karena omanya, omanya terus menyuruhnya makan karena Keyra kena asam lambung beberapa tahun yang lalu, dan kamu tahu sendiri gimana ibu ku kan? dia masih kolot Ga...dia kira dengan makan tanpa henti perut Key akan membaik, namun aku lebih kaget pada Key saat ia dengan dewasanya membantah perkataanku dan menuruti omanya, Key bilang...usia oma sudah renta, bahkan tidak akan lama oma ada di dunia ini, Key bisa menuruti oma semampu Key, dan tidak akan ada penyesalan saat oma tiada, Key ucap seperti itu Ga...karena...ibu ku di diagnosis Alzheimer Ga...jadi tak bisa ngeyel untuk ngadepinya." Ucap Abiyasa yang menerangkan.


"Oh...jadi seperti itu, iya Yas aku mengerti...selamat untukmu mempunyai puteri yang luar biasa." Ucap Arga dengan senyuman senangnya.


"Kau mau menjodohkan mereka?" Tanya Abiyasa pada sahabatnya.


"Aku sih mau mau aja Yas...tapi apa kita bijak kalau menentukan jodoh mereka sekarang? biarkan mereka pendekatan sendiri, jika kelak mereka berjodoh ya syukur...jika tidak...kau jangan sampai dendam padaku ya..." Ucap Arga dengan bijaknya.


"Gan...ayo pulang sayang...sudah malam..." Ucap Nindi yang membangunkan sang putera, dan sayup sayup Gandi pun terbangun, ia menatap wajah polos Keyra di sampingnya.


"Mama disini Gandi..." Ucap Nindi yang membuat Gandi menoleh ke arahnya.


"Oh mama...iya ma ayo pulang...terus Key gimana mah?" Tanya Gandi pada mamanya.


"Ini rumahnya Gan...mau dia tidur dimanapun suka suka dia lah..." Ucap Arga yang menyela.


"Tenang nak...bentar lagi om bangunin juga kok...atau kamu aja yang mau bangunin Key?" Ucap Abiyasa pada Gandi, dan Gandi pun hanya tersenyum cengir saja menyambut perkataan om Abi.


Ketiganya yang sudah di tungguin pak supir pun akhirnya naik kedalam mobil, sepanjang perjalanan Arga menceritakan perihal Keyra yang menjadi gendut seperti itu, karena menurut Arga, dia perlu melakukanya.


Hingga saat itu, membuka mata Gandi, mengubah cara pandangnya ke Keyra, dan membuatnya sedikit kagum pada sosok yang selama itu ia juluki si gendut.


"Gan...kamu suka sama Keyra?" Tanya Arga tiba tiba.


"Suka lah pah...dia kan teman Gandi, gimana sih!" Ucap Gandi sambil menoleh ke belakang, karena duduknya berada di depan, di samping pak supir yang tengah mengemudi.


"Kalau papa jodohin kamu sama Key, mau nggak?" Tanya Arga pada puteranya.


"Mah...tuh lihat papa, Gandi aja baru kelas dua SMP, masak iya udah ngomongin perjodohan? kan Gandi jadi cepet gedenya ntar mah...kayak mangga karbitan." Ucap Gandi yang sok dewasa, dan membuat Nindi cekikik menahan tawanya, sembari tanganya memukul mukul lengan sang suami.


"Kamu belain anak kamu apa aku sih?" Ucap Arga seketika, sembari menoleh kearah sang istri disampingnya.


"Jelas kamu lah sayang, masih ditanya!" Ucap Nindi lagi, namun masih pula menahan tawanya.


"Akh...aku merinding..." Sahut Gandi yang menatap mama papanya dari sepion depan.


Hingga malam itu berakhir, dan haripun berganti.


Pagi yang cerah, saat Gandi dan teman temanya tengah membahas liburan setelah ujian akhir kelas dua nya tersebut, semua setuju dengan acara liburan di pantai.


Tepat hari yang di tunggu tunggu pun tiba, semua sudah naik kedalam bus yang akan mengantarkan semua murid menuju ke pantai yang di tuju, Hingga beberapa jam perjalanan akhirnya semua pun sampai ke tempat yang di tuju itu.


Nampak Vanya yang selalu menempel pada Evan, dan di tambah lagi si Gendut yang selalu terlihat kerepotan membawa semua barang barang temanya.


"Hei...ini tas siapa? apa nggak punya tangan? kenapa nyuruh orang lain bawain sih?" Ucap Gandi sembari menarik paksa satu persatu tas yang ada di tangan Keyra.


"Akh...maaf maaf..." Ucap dua siswi yang menyuruh Keyra membawakan tasnya.


"Kau bodoh apa gimana sih Key? mau maunya bawain punya orang!" Dengus Gandi yang sedikit kesal.


"Nggak apa apa Gan...itung itung olah raga biar sedikit kurusan." Ucap enteng Keyra yang membuat Gandi geram.


"Nih kalau gitu, bawain punyaku, aku bantu kamu biar kurusan!" Ucap Gandi sembari menaruh tasnya ke atas kedua tangan Keyra, dan pergi ngeloyor begitu saja.