
"Loh...kok kamu ada disini Gand? guru aku mana?" Tanya Keyra pada Gandi seketika.
"Gue yang di minta papa kamu buat ngajarin kamu...katanya biar kamu merasa kayak di sekolah...nggak tertekan." Ucap Gandi lagi.
"Oh...gitu...oke oke..." Kata Keyra, dan Keyra tahu benar, bahwa Gandi murid unggulan yang paling pintar di sekolah.
"Tunggu ya...aku mau mandi dan ganti baju dulu." Ucap Keyra yang akan pergi meninggalkan Gandi di tempatnya.
"Eiiitsss....enak aja...lihat nih gue aja masih belom ganti baju udah langsung kesini, nah kamu malah mau ganti baju? nggak! nggak bisa!" Ucap Gandi sembari menarik tas punggung yang masih di pakai Keyra itu kebelakang, ke arahnya agar Keyra tidak pergi dari sana.
"Tapi Gand..." Ucap Keyra memelas, dimana ia sudah mengeluarkan banyak keringat, tubuhnya terasa lengket dan bau kecut menyeruak masuk ke hidungnya sendiri.
"Nggak! nggak ada tapi tapian!" Ucap tegas Gandi, Lalu keduanya pun duduk, mengeluarkan buku pelajaran esok, dan mempelajarinya saat itu juga, hingga beberapa saat setelah keduanya mulai dengan pembelajaranya.
"Gand...kamu nggak mabuk?" Tiba tiba tanya Keyra pada Gandi yang duduk di depanya, keduanya duduk lesehan di lantai beralaskan karpet bulu tebal yang nyaman, dengan meja pendek yang terlihat nyaman bagi tinggi duduk keduanya.
"Mabuk? mabuk apaan?" Tanya Gandi yang nggak ngerti apa yang Keyra ucapkan.
"Kamu nggak ngerti beneran apa pura pura?" Tanya Keyra lagi.
"To the point aja deh Key, mau ngomong apaan?" Ucap Gandi yang sudah benar benar kepo.
"Kamu...nggak mabuk karena bau kecut keringat aku kan?" Tanya jujur Keyra, namun bukan Gandi yang menjawabnya, tapi cekikik tawa dari luar pintu yang memang sengaja di buka.
"Papa...mama..." Ucap keyra saat menyadari yang tengah tertawa adalah mama dan papanya.
"Om...tante..." Sapa Gandi saat keduanya sudah ketahuan nguping di luar kamar.
"Udah satu jam loh...tante nggak berani ganggu...ayo makan sama sama, udah belajarnya udahan aja ya..." Ucap mama Keyra yang mengajak keduanya menuju ke meja makan.
"Tan...kayaknya Gandi pulang dulu deh...soalnya masih kenyang tan..." Ucap Gandi pada mama Keyra.
"Kalau gitu...tante nitip ya buat mama sama papa kamu di rumah." Ucap mama Keyra sembari mengambil bingkisan dan memberikanya pada Gandi, bingkisan yang sudah ia siapkan sebelumnya.
"Makasih ya tan...om...Gandi pamit dulu..." Ucap Gandi, lalu pergi menuju ke mobilnya, dan terlihat pak supir sudah menungguinya.
Hari berganti, waktu terus berlalu, tanpa terasa ujian akhir semester kelas tiga pun sudah dekat, tegang yang melanda semua siswa siswi kala itu.
Dan hari itu, adalah hari terakhir Gandi belajar dengan Keyra, dimana keduanya benar benar giat dan tekun, Gandi pun ingin Keyra lulus dengan nilai bagus, kalau Gandi sendiri nggak usah di pertanyakan pasti mendapatkan peringkat tertinggi di antara siswa siswi yang lainya.
Keyra ingin masuk ke SMA dengan jurusan kesehatan, karena Keyra bercita cita setelah lulus SMA, akan kuliah dengan jurusan kedokteran.
Sedangkan Gandi, ia ingin masuk ke SMA bisnin dan manajemen, dimana pas sekali, Evan, reza, dan juga Eric akan masuk ke jurusan yang sama denganya, ke empatnya memang berniat menekuni bisnis, bukan karena pasti melanjutkan usaha kedua orang tua masing masing, melainkan hobi ke empatnya yang sama pula.
"Gand...kamu sudah mau pulang?" Tanya Keyra saat ia melihat jam di dinding ruanganya baru menunjukan pukul tujuh malam.
"Ya...mau gimana lagi sih Key...besok sudah ujian, mau ngajak temen temen main juga pasti nggak bisa." Ucap Gandi yang entah kapan mulainya ia bersikap baik dan nggak nyolot seperti biasanya pada Keyra, mungkin karena keduanya terbiasa bersama sama, lebih mudah saat berkomunikasi dengan nada yang nyaman bagi keduanya.
Namun saat itu Gandi melihat wajah ditekuk Keyra dan di tambah cemberutnya, membuat Gandi melebarkan senyumnya.
"Baiklah! baiklah...ok jalan jalan dulu, cari apa gitu!" Ucap Gandi pada Keyra, dan saat itu pula terlihat wajah yang di tekuk itu berubah menjadi tersenyum.
"Oke baiklah...aku ganti baju dulu ya...tungguin..." Ucap Keyra sembari akan pergi dari hadapan Gandi.
"Jangan pakai rok Key, apa lagi cuma selutut!" Ucap Gandi tiba tiba, karena saat itu adalah musim penghujan, dimana udara akan semakin dingin jika bertambah malam, dan Keyra hanya mengangguk mengiyakanya saja, dan berlalu pergi meninggalkan Gandi sendirian di ruang belajarnya.