THE NEXT GOOD BOYS

THE NEXT GOOD BOYS
Rasa bersalah



Dengan langhkah gontainya, Gandi berjalan menuju ke arah teman temanya yang sudah berkumpul di saung saung tepi pantai, di depanya sudah berjajar beberapa anak yang lain, dan di meja depanya pula sudah berjajar makanan yang sudah datang untuk makan siang para siswa siswi siang itu, sengaja Evan sudah mengambilkan sepiring ikan bakar lengkap dengan lauk pauk yang lain untuk Gandi.


"Vanya...kamu bisa nggak sih ikut teman cewek kamu yang lain? nggak malu apa kamu ngikutin aku mulu! disini tempat para cowok berada." Ucap Evan yang tengah menegur Vanya di sampingnya.


"Kata siapa disini cowok semua? tuh..." Ucap Vanya dengan angkuhnya, sembari menatap Keyra yang tengah mengekori Gandi.


"Gan...lu kemana aja? nyokap bokap lu pada telephone kita kita nggak ada hentinya, sono kasi kabar cepet biar bokap lu nggak ngirim orang nya kemari." Ucap Eric sembari nerocos ke arah Gandi, namun Gandi tidak menggubris sama sekali, ia malah menyahut ponsel Evan dari tanganya dan langsung pergi meninggalkan kelompoknya.


"Halo pah...maaf maaf...Gandi nggak tahu papa telephone, ponsel Gandi jatoh ke air pah...nggak ketemu...tapi yang pasti Gandi nggak apa apa kok, nggak usah suruh orang kesini ya...malu maluin tahu pah...ntar ketahuan Gandi anak mama lagi!" Ucap Gandi yang sudah berasa papanya memang sudah mengirim orang untuk membuntutinya.


"Lah emang kamu anak mama sama papa, mereka tahu ya biarin aja!" Ucap Arga dengan seriusnya, namu kekhawatiranya hilang setelah mengetahui kabar sang putera baik baik saja.


"Nggak apa apa sayang...nabung lagi aja, toh cuma sebulan kan nggak jajanya, ntar kalau masih kurang dikit...papa tambahin kok pasti!" Ucap Arga lagi dengan teganya.


"Akh...sudah tahu deh kalau itu...nggak apa lah pah...biar ntar aku sering sering main ke rumah kakek sama oma, biar dapat tambahan saku, ikh papah...anak kehilangan ponsel malah nggak kasihan, ini malah di gituin, gimana sih!" Ucap Gandi lagi dengan gerutunya.


"Loh sayang...papa lagi ngibur kamu...gimana sih..." Ucap Arga balik.


"Menghibur papa bilang...? akh sudah lah...mama papa sama aja, yang nggak biasa cuma kakek sama oma." Dengus Gandi yang akan menutup panggilan telephonenya.


"Eh tunggu sayang...nanti kalau ada dua orang yang ngikutin...jangan teriak teriak...apa lagi nyebut penguntit atau maling...itu orang papa, udah satu jaman tadi sih papa nyuruhnya, akh...pokoknya nikmatin aja liburanya." Ucap Arga yang tengah memberi tahu, dan Gandi pun langsung mematikan panggilanya, lalu ia kembali lagi pada teman temanya yang sudah menikmati makan siangnya.


"Loh...ngapain kamu masih disini? ngikut disini pula!" Ucap Gandi saat melihat Keyra yang tengah nimbrung menikmati makananya.


"Loh Gan...bukanya tadi kamu yang ngajak si Key ya? kok jadi gitu? emang kenapa sih?" Tanya Eric lagi yang penasaran.


"Itu Ric...tadi dia ngambilin topi aku di tepi tebing, eh...ponselnya tiba tiba jatoh ke bawah, nggak selamat deh." Ucap Keyra yang menerangkan.


"Oh...pantesan aja...nyokap bokapnya nggak henti hentinya nanyain kabar ke kita kita, jadi ponselnya nggak bisa di hubungi." Ucap Eric lagi.


"La terus kamu?" Tanya Eric lagi.


"Aku kan mau nraktir Gandi Ric..." Ucap Keyra lagi.


"Nggak usah...tuh...aku udah di ambilin makanan!" Ucap Gandi lalu duduk di depan meja yang atasnya ada sepiring makanan untuknya.


"Van...akh lu ma sama keponakan pelit amat! aku bayar sendi, aku kan bawa uang...!" Ucap Gandi yang merasa tengah terpojok.


"Udah aku bayar kok Gan, ya udah...aku balik lagi sama teman teman ku ya..." Ucap Keyra yang langsung pergi dan membawa piring makananya.


"Gan lu tega amat sih sama si Key, dia salah apa coba sama kamu, sampai kamu nggak mau dia ikut gabung kita! tuh si Evan aja yang di kintilin ampe segitunya sama Vanya aja, nggak gimana gimana, nah lu...!" Ucap Eric lagi dengan bisikanya, dan seketika Gandi manatap ke arah Evan yang didepanya, dan di sebelahnya terdapat Vanya yang terlihat tebar pesona hanya untuk Evan, namun nggak di gubrisnya.


"Lu nggak tahu sih Ric, gue sial mulu kalau dekat sama si Keyra tahu!" Ucap Gandi lagi, dan seketika Eric pun terdiam, dan melanjutkan makanya lagi.


Lalu Gandi pun menikmati makananya pula, ia tidak ingin memikirkan si Keyra lagi, namun...saat ia menoleh ke belakang, nampak sosok yang Gandi tidak suka itu tengah merebut perhatianya, sosok gadis yang sedikit gemuk itu tengah duduk sendirian di atas pohon kelapa yang tumbang sembari memangku sepiring makanan di sana, seorang diri.


"Apaan sih, dia bilang mau ikut teman temanya, kenapa duduk disana sendirian?" Tanya dalam hati Gandi yang kepalanya masih menoleh.


"Samperin Gan!" Ucap Evan dengan bijaknya, ia tahu apa yang tengah di pikirkan Gandi.


"Nggak ah Van, ngapain!" Ucap Gandi lagi.


"Ya...paling nggak berbuat baik sama orang yang nraktir kamu, apa salahnya!?" Ucap Evan lagi.


Lalu Gandi pun dengan langkah beratnya, berjalan mendekat ke arah Keyra.


"Key...lu ngapain disini sendirian? katanya tadi lu mau makan sama temen temen lu, mana?" Tanya Gandi lagi sembari duduk di samping Keyra.


"Nih temen temen aku Gan, angin...kicauan burung...bahkan suara ombak laut, kau nggak mungkin ngerti Gan, kau hidup dengan di kelilingi teman yang baik baik, kalau aku sih...berteman dengan orang juga hanya akan di manfaatkan saja, aku nggak apa apa kok Gan, aku udah biasa, sana cepat habisin makanan kamu, bentar lagi pasti disuruh kumpul sama pak guru dan bu guru kalau sudah makan siangnya." Ucap Keyra yang membuat hati Gandi teras sedih seketika, tanpa terasa Gandi merasa kasihan padanya, Ia ingat saat Keyra di palak meski di lingkungan sekolah, Gandi ingat saat Keyra disuruh bawain dua tas dari siswi siswi yang lain tadi saat baru turun dari bis sekolah, dan pikiran Gandi makin nggak karuan saat membayangkan di dalam kelas yang Gandi nggak tahu, dan nggak lihat, perlakuan apa yang Keyra alami tanpa sepengetahuanya.


"Ayok gabung kita aja kalau begitu!" Ucap Gandi yang merasa sedikit bersalah atas perkataanya yang mengusir Keyra tadi.


"Nggak apa Gan...ini makanan aku udah mau habis kok, kamu lanjut ada deh sana...!" Ucap Keyra yang terlihat senyuman di bibir yang ia paksakan.


Hingga Gandi balik lagi ke meja makanya, dan meninggalkan Keyra sendirian lagi di tempatnya.


Hingga acara makan siang usai, dan anak anak di beri pengumuman untuk melanjutkan pikniknya, dan berkumpul di bus masing masing saat sudah pukul tujuh malam, dimana saat itu matahari sudah benar benar tenggelam.