THE NEXT GOOD BOYS

THE NEXT GOOD BOYS
Tidak mengenali satu sama lain



Siang menjelang sore hari itu, nampak Gandi yang tengah asyik nongkrong bareng teman temanya, Evan, Reza dan Eric di tempat main ke empatnya, sengaja Arga membuatkan tempat khusus sang putera dan kawan kawanya untuh tetap tinggal disana setiap kumpul bermain dan tidak di tempat yang nggak bisa Arga pantau, tempat yang sudah lengkap dengan semua permainan anak muda, dimana saat itu Gandi sudah berumur tujuh belas tahun dan sudah harus mendapat perhatian khusus dari Arga, agar tidak salah dalam bergaul.


Tiba tiba ponselnya berbunyi, segera Gandi pun mengambilnya, mengamati orang yang tengah berusaha memanggilnya.


"Om Abiyasa? setelah sekian lama ini nggak ketemu dia, kenapa telephone aku?" Ucap dalam hati Gandi, karena setelah kelulusan dan makan malam yang terakhir, setiap ada acara apapun, Gandi lebih memilih untuk dirumah saja dan tidak ikut serta.


"Sssst...diam dulu deh kalian semua..." Ucap Gandi sesaat setelah akan mengangkat panggilanya.


"Halo om...tumben telephone Gandi, ada apa om?" Ucap Gandi saat ia sudah menerima panggilanya.


"Oh...ini Gand...om mau minta tolong...tapi sebelumnya kamu udah punya SIM atau surat izin mengemudi mobil belum?" Tanya Abiyasa pada Gandi.


"Udah om...ada apa ya?" Ucap tanya Gandi lagi.


"Om mau minta tolong, kamu bisa nggak jemput Keyra di sekolahnya? omanya sedang ada di rumah sakit, dan keadaanya nggak baik Gand, jika aku minta supir yang jemput, pasti Keyra ntar nyuruh cepat cepat dan bergegas terus, kalau kamu yang jemput pasti nggak akan demikian." Ucap Abiyasa dengan nada sedikit paniknya, Gandi mengira akan terjadi sesuatu pada oma Keyra, dan Gandi ingat betul, Keyra sangat menyayangi omanya.


"Oke om, aku jemput Keyra, om kirim alamatnya ya...aku berangkat sekarang." Ucap Gandi lagi yang bersungguh sungguh.


"Bro, gue tinggal dulu ya, nggak tahu lama nggak nya, dan Za kalau bokap nyokap gue tanya, bilang aja lagi dapat misi dari om Abiyasa." Ucap Gandi pada ke tiga sahabatnya, dan tentunya pada Reza, karena Gandi tahu, setiap dia telat pulang, selalu mama dan papanya tanya ke Reza terlebih dahulu.


"Loh emang mau kemana Gand?" Tanya Reza pada sahabatnya itu.


"Mau keluar kota Za, nggak lama, paling tiga jaman perjalananya." Ucap Gandi lagi yang sudah buru buru pergi.


"Nah lu pake mobil siapa?" Tanya Reza lagi saat ia tahu mobil Gandi sedang perawatan di tempat biasanya.


"Mobil gue lah." Ucap Gandi lagi sembari memakai jaket levis nya dan pergi meninggalkan teman temanya.


"Kenapa lu heran! mobil dia kan ada dua yang cakep, yang masuk salon ma hadiah dari bokapnya, yang dia pake tu tadi yang dari kakeknya tahu!" Ucap nerocos Eric yang paling pengertian di antara semuanya.


Setengah perjalanan, Gandi mendapat kiriman alamat dari om Abiyasa, segera ia menuju ke lamat tersebut.


Hingga tiga jam perjalanan tanpa henti, akhirnya ia sampai ke tempat SMA Keyra.


Gandi memarkir mobilnya tepat di pintu keluar sekolah, cukup lama ia berdiri diluar mobilnya, bersandar di depan bemper mobilnya.


"Keyra...!" Ucap Gandi sembari berusaha memalingkan tubuh gadis di depanya hingga menghadap ke arahnya.


"Iya...siapa kamu? saya cecil, bukan Keyra." Ucap Gadis tersebut yang lalu akan pergi dari hadapanya.


"Eh maaf...tahu cewek yang sekolah disini dengan nama Keyra nggak?" Tanya Gandi pada gadis tersebut.


"Ouh...si Keyra...iya iya tahu...dia ada di asramanya, samperin aja kesana, tuh asramanya di seberang gedung tuh." Ucap gadis tersebut yang lalu pergi dari hadapanya.


Akhirnya Gandi pun segera menuju ke tempat yang di tuju gadis yang ia temui tadi.


Disana nampak hening, sepi sore itu, lalu Gandi menuju arah ibu asrama, ia melapor bahwa akan menemui Keyra karena suruhan dari papa gadis tersebut, hingga ibu asrama pun akhirnya memanggilnya lewat telephone, dan menyuruh Gandi untuk menunggunya.


Gandi mondar mandir di depan asrama wanita, dan Keyra yang saat itu masih dari luar bersama temanya untuk mengerjakan tugas dan baru akan masuk kedalam asramanya, hingga ia berjalan perlahan saat ia melewati cowok tampan yang tengah berada di luar pintu asrama, tatapan mata keduanya sempat bertemu untuk beberapa saat, namun Keyra dan temanya yang sedikit gendut itu pun hanya berlalu begitu saja, keduanya tidak saling ingat, mamun Gandi ingat benar gantungan kunci yang tergantung pada tas yang dibawa si gendut itu tadi, di samping si langsing.


"Akh...masak itu Keyra? kenapa makin melar aja tubuhnya? eh nunggu aja deh, biar bu asrama yang panggilin, pasti dia kaget kalau ketemu aku, toh aku masih marah sama dia." Ucap Gandi dalam hati.


"Masak sih iya itu Gandi? kenapa makin ganteng aja dia? pasti aku salah...ngapain Gandi ada disini?" Ucap Keyra pula dalam hatinya.


Namun tiba tiba...


"Keyra...ada yang nyariin tuh..." Teriak ibu Asrama pada kedua gadis yang baru berpapasan dan melewati Gandi barusan, saat itu Gandi enggan berbalik, ia sedikit canggung bertemu dengan Keyra, bukan karena Keyra makin gendut, melainkan sudah cukup lama Keyra tanpa sebab memblokir nomor telephone nya, dan tidak mau menghubunginya balik, padahal sampai detik itu, nomor Gandi masih sama, dan kalaupun dengan bentuk badan Keyra, Gandi tidak masalah sama sekali.


"Hai...kamu nungguin aku? mau ketemu aku? ada apa ya nyari aku?" Tanya Keyra pada Gandi dari belakangnya, dan saat itu pula Gandi segera berbalik menatap gadis yang ada di belakangnya, tiba tiba matanya terbelalak dan mulutnya menganga.


"Loh...kok...bukanya Keyra yang itu ya? eh...ini kan tadi tasnya yang bawa gadis itu? kok jadi kamu?" Ucap Gandi sembari menatap gadis gendut yang tengah berbincang dengan ibu asrama yang tidak ikut mendekat ke arah Gandi.


Kini yang di hadapan Gandi hanya ada gadis cantik dengan postur tubuh sempurna seperti gitar spanyol, dengan rambut panjang sepinggangnya.


"Ouh...tadi karena aku bawa banyak makanan, jadi temen aku yang bawain tas aku, apa kita pernah bertemu?" Tanya Keyra yang benar benar pangling dengan bentuk sempurna wajah Gandi setelah dua tahun lebih tidak bertemu, apa lagi Gandi yang benar benar tidak mengenali Keyra saat itu.


"Aku yang ngasih gantungan kunci itu!" Ucap singkat padat Gandi saat itu, setelah melihat gantungan kunci doraemon yang ada di resleting tas Keyra.


"Dan aku nyari gadis yang ngasih aku ini!" Ucap Gandi lagi sembari mengangkat jemarinya yang disana terdapat gantungan kunci yang sama, menggantung di kunci mobilnya, hingga langsung membuat mata Keyra terbelalak tak percaya, dengan mulut menganga yang segera ia membekapnya dengan telapak tanganya sendiri.