THE NEXT GOOD BOYS

THE NEXT GOOD BOYS
Les private



Saat Gandi sampai rumah, ternyata sudah ada papa Keyra disana, namun Keyra tidak ikut serta.


Terlihat Abiyasa sedang berbincang dengan Arga, saat Gandi akan menuju ke kamarnya.


"Pah...om Abi..." Sapa Gandi sembari menyalami kedua orang ganteng tersebut.


"Gand...mandi dulu gih, sama makan dulu, nanti baru ikut papa dan om Yas kesini." Ucap Arga yang langsung di angguki Gandi dan di laksanakanya.


Hingga beberapa saat, Gandi sudah dengan aktivitasnya seperti biasa seusai pulang sekolah.


"Pah...Om." Sapa Gandi pada keduanya dan ikut duduk bersama.


"Tadi udah janjian sama om Yas ya Gand?" Tanya Arga pada sang putera.


"Udah pah...tadi pas di sekolah." Ucap Gandi pada papanya.


"Yaudah papa tinggal dulu ya, Yas aku tinggal dulu, kalian ngobrol aja." Ucap Arga pada sahabatnya itu.


Dan Arga segera pergi setelah dapat anggukan dari keduanya, Arga menuju ke kamar,dimana istrinya berada tengah membaca majalah fashion.


"Hemmmz...nggak tahu kenapa Yas suka sekali sama Gandi, ngebet banget jodohin sama Keyra, pingin jadiin mantu." Ucap Arga sembari menghampiri Nindi yang sedang duduk di atas ranjang dan bersandar di sandaran ranjangnya, dengan bantal di atas pangkuanya, segera Arga tengkurap disana, dengan kepala beralaskan bantal di pangkuan sang istri.


"Sayang...nggak nyadar ya...Gandi kan tampan, jelas lah teman kamu aja tahu loh..." Ucap Nindi yang menimpali, namun masih tetap fokus pada majalah yang masih berada di tanganya itu.


"Sayang...jarang jarang loh aku manja begini." Ucap Arga, namun Nindi masih belum peka.


"Teruuuus..." Ucap Nindi lagi yang masih dengan ekspresi yang sama.


"Aku terusin beneran nih..." Balas Arga lagi.


"Sayang...aku masih nungguin...apa dong?" Kata Nindi yang mengira Arga akan menuntaskan perkataanya.


Namun Arga dengan cepat, mengambil majalah dari tangan istrinya itu, dan melemparnya asal aslan sampai ke tepian ranjang.


"Kok di ambil sih?" Protes Nindi dengan bibir manyunya.


"Kalau kamu manja begini...orang orang nggak akan ada yang percaya kalau kamu ini lima tahun lagi udah kepala empat." Ucap Nindi sembari memegangi wajah Arga di kedua sisinya dan menciumnya, keduanya larut dalam ciuman panas untuk beberapa saat lalu menyudahinya, ingin sekali saat itu Arga melanjutkanya, namun ia kembali mengingat masih ada tamu dibawah sedang bersama puteranya.


"Rela nggak kalau aku tinggal turun?" Tanya Arga yang meminta persetujuan, dan Nindi yang mengerti pun hanya bisa mengangguk mengiyakanya saja.


Arga pun krmbali ke ruang keluarga, dimana disana Gandi dan Abiyasa sudah terlihat tertawa dan cekikikan.


"Udah ngobrolnya?" Tanya Arga saat ia sampai di dekat keduanya.


"Sudah dong pah...yaudah pah...om, Gandi tinggal dulu ya..." Ucap Gandi sembari menyunggingkan senyumanya dan meninggalkan kedua orang tersebut.


"Ngobrol apaan sih Yas?" Tanya Arga pada sahabatnya.


"Masih rahasia Gand...ntar kalau udah lancar...baru deh Gandi yang ngomong..." Ucap Abiyasa yang makin membuat Arga penasaran di buatnya, namun Arga tidak bertanya lebih jauh lagi.


Hingga hari itu berakhir, dan pagi menjelang, Gandi dan teman temanya pun mengikuti pelajaran di sekolah seperti biasa, namun saat jam pulang, Gandi memilih pergi duluan dan tidak ikut bermain dengan ketiga sahabatnya.


"Tumben anak itu, ngapain pulang duluan sih?" Tanya Eric pada kedua sahabatnya, yang melihat Gandi buru buru.


"Aku juga pulang dulu ya..." Ucap Evan pada Eric dan juga Reza, namun Eric tidak bertanya saat Evan yang pamit duluan, Reza pun sama, semua tahu, sejak kepergian Vanya, Evan yang pendiam itu malah makin diam.


Keyra sampai di rumahnya, dengan langkah gontai dan terlihat lelah, ia akan menuju ke arah kamarnya.


"Bi...mama sama papa kemana?" Tanya Keyra saat melihat rumah sepi, kalau omanya sudah pasti istirahat dikamarnya setiap Keyra pulang dari sekolah.


"Tuan dan nyonya sedang keluar sebentar non, katanya mau beli cemilan buat non dan guru yang ngajar non nanti, itu gurunya sudah nungguin di ruang sebelah..." Ucap bibi sembari menunjukan ruangan yang sudah di atur papanya untuknya les private.


Keyra pun segera berjalan menuju kearah ruangan tersebut, ia ingin tahu, guru hebat mana yang papanya siapkan untuk mengajarinya nanti.


"Tok tok tok." Keyra mengetuk pintunya lalu masuk kedalam, tubuhnya mematung seketika, dengan mata melotot dan mulut menganga saking kagetnya.


"Nggak usah pura pura kaget deh...nggak imut kok." Ucap Gandi yang sudah menungguinya disana.