
Seorang pemuda dengan pakaian zirah gelap sudah berdiri diantara Zhou dan Yaoyao dengan semangat yang membara terpancar dari dirinya.
Entah semangat, kemarahan, kekecewaan atau sebuah niat untuk membalas dendam ... ataukah mungkin semua rasa itu malah sedang berkecamuk menjadi satu di dalam hatinya.
"Aku mungkin memang sudah sangat bersalah dan berdosa kepada kalian semua, bahkan terhadap kekaisaran Nobuhide. Namun kali ini aku ingin sekali bisa sedikit menebus kesalahanku! Aku tidak peduli lagi jika aku harus gugur di dalam peperangan ini! Aku tidak peduli! Tapi setidaknya disaat terakhir ... aku bisa berguna untuk kalian!" imbuh pemuda yang tak lain adalah Luoyi.
"Mari kita lakukan bersama, Pangeran Hadess! Mari kita buka portal dunia lain itu!" imbuh Luoyi dengan sepasang manik-manik yang sudah semakin bergetar dan memerah menatap Zhou.
Kali ini tatapannya begitu penuh dengan keyakinan dan tekad kuat. Tak ada kebohongan atau sebuah siasat licik terlukis pada raut wajahnya.
"Baiklah! Yaoyao, Luoyi segera bersiap dengan formasi segitiga! Gunakan untuk teknik kilat putih tanpa batas! Ingat!! Setelah portal dunia lain terbuka, tetaplah fokus dan jangan pernah untuk melepaskan dan meninggalkan formasi! Apa kalian mengerti?" ucap Zhou mulai mengatur rencana.
"Kami mengerti!!" sahut Yaoyao dan Luoyi kompak.
"Lakukan sekarang!"
"Siap!!"
Mereka segera berkelebat cepat dan menuju posisinya masing-masing membentuk sebuah formasi segitiga di sekitar Zhou. Dan mereka segera menggunakan teknik kilat putih tanpa batas bersamaan.
Seketika langit menjadi semakin gelap dan angin bertiup semakin kencang. Dan api neraka Zeus sudah semakin menjalar dan menjatuhkan cukup banyak prajurit yang tersisa.
Dalam keadaan yang sudah semakin kacau, namun Zhou, Yaoyao dan Luoyi masih bertahan di posisinya masing-masing. Mereka tetap fokus untuk menstabilkan kekuatan spiritual mereka pada kedua titiik, yaitu tangan.
Hingga setelah beberapa saat akhirnya, kilat putih mulai terlihat tepat berada di atas masing-masing mereka bertiga. Suara halilintar yang menggelegar juga menggema di medan peperangan ini
Di langit gelap itu, tepatnya berada di atas Zeus mulai terlihat seperti ada sebuah sobekan langit yang berukuran sangat kecil, yang akhirnya mulai terbuka secara perlahan membentuk sebuah porlal gelap yang masih berukuran sangat kecil.
Zeus menengadahkan wajahnya menatap portal kecil itu penuh dengan kemurkaan. Dia yang merasa terancam, kali ini menggunakan api nerakanya untuk menyerang Yaoyao, Luoyi bahkan Zhou.
Hanya dengan menggunakan pergerakan jemarinya, Zeus mengatur api neraka itu dan mulai mengarahkannya pada mereka bertiga. Beruntungnya Zhou sudah mengantisipasi hal ini. Dia memberikan artefak pelindung untuk Yaoyao dan Luoyi sebelum mereka berpisah. Sebuah artefak pelindung yang akan selalu melindungi mereka disaat apapun.
Serangan api neraka dari Zeus terpental tak bisa menyentuk mereka bertiga. Mereka bertiga semakin memperkuat untuk membuka portal dunia lain itu, tak mempedulikan kedua tangan yang sudah terluka dan berdarah karena teknik ini cukup menguras energi dan bisa membuat terluka.
Zeus dengan sangat murka menggunakan katana kirasodo miliknya untuk kembali menyerang Zhou, karena posisi Zhou saat ini adalah tepat berada di seberang Zeus.
"Bodoh!! Kirasodo milikku akan dengan sangat mudah menembus artefak pelindungmu!! Persiapkan dirimu untuk menemui kematian yang sesungguhnya, Hadess!! Gyahahaha ..." Zeus tertawa menggelengar dan melesat cepat ke arah Zeus dengan kirasodo yang masih berada di tangan kanannya.
SRRRTT ...
KRAAKK ...
Sungguh sangat mengejutkan! Mata pisau pusaka kirasodo yang menyentuh perisai milik Zhou seketika mampu untuk meretakkannya. Zeus semakin menyeringai penuh kemenangan melihat hal ini.
Hingga akhirnya Zeus kembali mengayunkan pusaka kirasodo itu sekali lagi, dan kali ini benar-benar menghancurkan perisai milik Zhou sepenuhnya.
TRANGG ...
KRAKKK ...
Zeus kembali tertawa menggelegar melihat hal ini.
"Hadess!! Kali ini kamu akan benar-benar menemui Dewa Kematian! Aku akan berbaik hati dan meminjamkan pusaka kirasodo ini untuk mengantarkanmu menemui Dewa Kematian!! Gyahahaha ..." Zeus merentangkan kedua tangannya dan tertawa menggelegar.
Zhou tak menghiraukannya. Dia semakin memperkuat dan berusaha untuk semakin memperlebar portal dunia lain menggunakan teknik kilat putih tanpa batasnya yang masih berkilauan mencapai langit.
Kedua tangannya sudah terluka semakin parah, bahkan wajahnya juga sudah mulai terlihat pucat karena dia sudah menggunakan hampir setengah dari energinya yang tersisa. Darah yang keluar melalui kedua tangannya semakin banyak dan merembes pada lengan pakaiannya. Namun Zhou tak menghiraukan semua itu.
Hal yang sama tentu saja juga dilakukan oleh Yaoyao dan Luoyi. Dan kali ini Luoyi benar-benar bersungguh-sungguh dan tulus melakukan hal ini. Dia ingin menebus segala dosa dan kesalahannya selama ini.
"Rasakan dasyatnya pusaka kirasodo milikku, Hadess!! Hiaattthhh ..." Zeus yang sudah bermata merah dan hampir seluruh tubuhnya dipenuhi dengan tanda iblis mulai mengayunkan katana kirasodo itu ke arah Zhou.
Celaka!! Portal dunia lain belum terbuka dengan sempurna! Jika aku berakhir sampai disini, itu artinya semua ini akan menjadi sia-sia. Dan ini akan sangat berbahaya. Dunia ini akan benar-benar akan menemui kehancurannya. Tidak boleh! Ini tidak boleh terjadi! Tidak boleh!
Batin Zhou yang pandangannya kali ini hanya terfokuskan pada pusaka kirasodo yang sudah semakin mendekatinya. Bahkan pusaka beraura kelam itu sudah terlihat pada sepasang manik-manik Zhou.
Sementara itu di istana Nobuhide, Lily yang sedang membawakan secawan teh hangat daj ganmodoki untuk Lily tiba-tiba menjatuhkannya karena tidak sengaja.
Hal itu tentu saja membuat Nouhime beralih menatap Lily dan membantunya untuk merapikannya kembali.
"Apa kamu baik-baik saja?" ucap Nouhime yang masih saja terlihat pucat dan wajahnya selalu tergambarkan kesedihan.
"Aku ... baik-baik saja, Permaisuri Nouhime. Uhm ... aku akan membuatkan teh lagi untukmu. Dan aku akan membawakan ganmodoki lagi." ucap Lily berniat untuk membuatkannya lagi untuk Nouhime.
"Ganmodoki ..." Nouhime bergumam lirih dengan tatapan nanar menatap makanan dengan olahan tahu yang baru saja terjatuh dan dipunguti oleh Lily.
"Ya. Apa permaisuri Nouhime menyukai ganmodoki? Jika permaisuri Nouhime mau aku akan mengambilkan yang baru." tanya Lily dengan ramah.
Nouhime masih terdiam beberapa saat masih dengan tatapan yang sama. Namun manik-manik indah itu mulai berkaca-kaca kembali.
"Dia sangat menyukainya ... disaat berlatih, dia akan selalu menikmatinya bersama ganmodoki. Dan dia juga pernah mengatakan padaku, jika dia ingin memakan ganmodoki buatanku setelah kembali dari berburu saat itu." ucap Nouhime begitu lirih dan terdengar sangat memilukan.
"Namun ... namun dia tidak pernah kembali lagi setelah saat itu ..." imbuhnya tanpa sadar sudah menumpahkan air matanya membasahi pipi pucatnya.
"Di-dia?" ucap Lily menautkan kedua alis indahnya penuh ketidakmengertian.
Namun disaat Nouhime mengatakan hal seperti itu, entah mengapa tiba-tiba saja dia malah mengingat Zhou. Karena selama ini Zhou juga sangat menyukai makanan dengan olahan tahu ini.