
Pandangan Nouhime menjadi nanar saat memandang Hellios. Namun dia merasakan luka di dalam hatinya sedikit membaik saat melihat tawa Hellios yang menggemaskan dan menenangkan.
Dengan reflek sudut-sudut bibir Nouhime ditariknya hingga menyembulkan sebuah senyuman tipis. Dan perlahan dia mendekap bayi kecil itu dengan hangat. Terasa hangat dan tenang, sebuah rasa yang sama yang selalu dia rasakan saat berdekatan dengan Saika, Kenshin maupun Hadess.
Namun dia kembali menitikkan air matanya ketika mengingat beberapa saat yang lalu, ketika Yaoyao hendak meninggalkan kekaisaran Nobuhide lagi untuk berperang.
Flash back on ...
"Prajurit Yaoyao, bolehkah aku meminta tolong padamu?" ucap Nouhime yang sudah tak berdaya dan tak tau harus meminta tolong kepada siapa lagi. Hingga pada akhirnya dia meminta tolong kepada Yaoyao.
Saat itu mereka hanya ada berdua saja di dalam ruangan ini. Saat itu beberapa tabib dan pelayan istana sedang mempersiapkan beberapa obat untuk mereka di ruangan lainnya. Dan saat itu Nouhime menyampaikan sesuatu kepada Yaoyao. Sesuatu yang sangat penting untuknya.
"Ya. Katakan saja padaku, Permaisuri Nouhime." Yaoyao menyauti dengan nada rendah.
"Tolong selamatkan pangeran Keshin dan putri Saika." ucap Nouhime penuh harap Yaoyao bisa melakukannya.
"Saat ini pangeran Kenshin sedang dijaga di kamar kaisar Zeus dengan penjagaan yang sangat ketat. Namun ada sebuah pintu rahasia untuk mencapai kamarnya yang tidak diketahui oleh prajurit maupun pelayan istana. Sebuah pintu yang berada di dalam ruangan penjara bawah tanah utama akan langsung menghubungkan ke dalam kamarnya. Sementara putri Saika, dia berada dalam penjagaan seorang pelayan istana dan di tinggal di paviliun Hana. Dia adalah seorang putri kecil yang memiliki sebuah kalung dengan sebuah liontin kristal trigonal kecil berwarna kebiruan cerah. Apa kamu bisa menyelamatkan putri Saika dan pangeran Kenshin, Prajurit Yaoyao? Dan apakah kamu bisa membawakan mereka untukku, Prajurit Yaoyao?"
Ucap Nouhime dengan penuh harap dengan sepasang mata yang bergetar dan sudah semakin berair. Dia tidak tau lagi harus meminta tolong kepada siapa saat ini.
Putri Saika dan pangeran Kenshin? Setahuku kekaisaran Fumio hanya memiliki seorang putra bernama pangeran Kenshin. Lalu mengapa permaisuri memintaku untuk menyelamatkan anak dari seorang pelayang istana? Bahkan dia memangilnya putri. Apakah sebenarnyq permaisuri Nouhime memiliki 2 anak kembar saat itu? Dan dia menyembunyikannya dari kaisar Zeus?
Batin Yaoyao tak mengerti. Karena sebelumnya dia tidak pernah mendengar tentang Saika.
"Prajurit Yaoyao, apa kamu bisa melakukannya? Aku mohon ... selamatkan mereka ..." harap Nouhime lagi karena Yoyaomasih terdiam belum menjawabnya.
"Setelah peperangan berakhir, aku akan mencoba untuk menyelamatkannya. Permaisuri Nouhime jangan khawatir, aku akan berusaha sebaik mungkin." Yaoyao menyauti dan segera memberikan salam sebelum dia meninggalkan Nouhime.
Flash back off ...
Nouhime yang merasakan ketenangan selama beberapa saat, tiba-tiba saja kembali teringat oleh untaian kata dari Zeus yang pernah diucapkan oleh Zeus sebelum Zeus memenjarakan dirinya di penjara bawah tanah. Ucapan itu membuat Nouhime terdiam kembali selama beberapa saat.
Asal kamu tau, Permaisuri Nouhime! Hadess sudah menikah dan dia sudah memiliki seorang putra! Dan mereka tinggal bersama di kekaisaran Nobuhide!!
Ucapan dari Zeus kembali menggema dan memenuhi gendang telinganya, membuatnya menatap kembali Hellios dengan lekat. Tatapan nanar penuh keputusasaan, karena dia sudah kehilangan orang-orang yang sangat disayanginya.
Bahkan kini dia harus berpisah bengan Kenshin dan Saika. Dan Nouhime juga tidak tau, mengapa disaat dia sedang menggendong Hellios tiba-tiba saja dia malah mengingat semua itu. Padahal saat ini dia belum pernah bertemu dengan istri maupun putra dari Zhou.
"Lily, bisakah kamu mengambilkan beberapa buah naga dan jeruk di dapur untuk kaisar Fumio terdahulu? Kami sedang kewalahan memeriksa dan mengobati para prajurit yang sedang terluka." tiba-tiba bibi Lu datang menyusul Lily di kamar itu.
Nouhime yang tanggap, segera menyerahkan Hellios kembali untuk Lily.
"Terima kasih sudah menemaniku dan menghiburku. Pergilah ..." ucap Nouhime dengan tulus.
Lily mengangguk pelan dan tersenyum hangat sambil menggendong sang putra kembali, "Sama-sama, Permaisuri Nouhime. Jika membutuhkan sesuatu permaisuri Nouhime bisa memanggilku kembali."
"Hhm ..."
Lily memberikan salam penghormatan dan segera berlalu bersama bibi Lu.
...⚜⚜⚜...
Zhou bersama kedua prajurit kembali menyusuri tebing tinggi dan sungai yang cukup besar dan luas itu. Aura di dalam goa dan sungai itu terasa sedikit berbeda dari saat pertama kali Zhou memasukinya. Kali ini lebih terang dan hangat. Aura kelam itu kini seakan sudah lenyap setelah sang Dewi Benzaiten merubah pandangannya terhadap manusia.
Kedua prajurit kembali mendayung perahu kecil itu, sementara Zhou terlihat duduk bersila dan menengadahkan tangan kirinya dengan sebuah batu kristal sumber daya putih bersinar.
Selama beberapa saat raut wajahnya terlihat datar memandangi benda langka tersebut. Setelh mencapai mulut goa kembali, mereka mulai melewati sebuah air terjun.
Dan saat itulah Zhou mulai memainkan melodi indahnya untuk memanggil Igurukingu kembali. Karena mereka akan segera pergi ke wilayah selatan kembali untuk menemui Seiryu dan memintanya untuk menghantarkannya menuju dasar lautan kematian untuk menuju portal dunia kegelapan.
Perjalanan udara kembali mereka tempuh cukup lama hingga mencapai lautan selatan. Dan Igurukingu kembali meninggalkan mereka.
Zhou menatap lautan luas di hadapannya yang memiliki air jernih dan ombak cukup besar itu. Tiba-tiba saja dari tengah air laut itu terdengar suara percikan air yang kuat dan besar, hingga akhirnya sosok naga berwarna biru keemasan yang besar dan perkasa mulai memperlihatkan setengah dari tubuhnya.
Meskipun ini bukanlah pertama kalinya prajurit Ieyasu dan orajurit Toda melihat Seiryu, namun mereka masih saja tak bisa menutupi perasaan takjub namun juga takut saat melihatnya.
Pantas saja saat itu Seiryu langsung tunduk dan mengakui panglima Zhou. Ternyata karena panglima Zhou adalah sang Dewa Perang yang berasal dari Fumio yang begitu dikenal itu. Dia bahkan sangat pemberani dan rela mengorbankan dirinya untuk mencabut kutukan dari Dewi Benzaiten. Beruntungnya aku bisa bertemu langsung dengannya.
Batin prajurit Ieyasu yang begitu mengagumi sosok Zhou, dia juga melirik menatap Zhou yang masih berdiri di hadapannya dengan gagahnya menatap Seiryu dan lautan luas di hadapannya.
"Seiryu, bisakah kamu mengantarkan kami untuk pergi ke dasar lautan kematian ini? Kami harus melewati portal dunia kegelapan untuk menemui inti jiwa dari Dewa Bintang." ucap Zhou menengadahkan wajahnya menatap Seiryu.
"Ini adalah sebuah kehormatan untukku bisa mengantarkan Pangeran Hadess. Silakan naik dan aku akan segera mengantarkan ke tempat itu ..." ucap Seiryu dengan suara yang menggema lepas di lautan ini.