
"Zhou!!"
Disaat rombongan Zhou sudah hampir meninggalkan kekaisaran Nobuhide, tiba-tiba saja seorang pria berlari ke arahnya dan memanggil namanya dengan lantang.
Dia juga dikawal oleh beberapa prajurit istana, karena masih berada dalam pengawasan dan kemungkinan akan segera mendapatkan hukuman penjara bawah tanah selama beberapa waktu yang telah ditentukan oleh sang kaisar Yoshinao. Dia adalah Luoyi.
Zhou berbalik dan menatap Luoyi datar. Namun Luoyi segera memberikan salam penghormatannya untuk Zhou. Dan ini adalah pertama kalinya dia melakukannya dengan tulus.
"Luoyi, apa ada sesuatu yang ingin kau sampaikan padaku?" tanya Zhou datar.
Luoyi mengambil nafas panjang lalu mengeluarkannya perlahan untuk mengatur nafasnya kembali.
"Zhou ... uhm ... bukan! Maksudku adalah pangeran pertama Hadess, bisakah aku berbicara sebentar denganmu?" sahut Luoyi terlihat ragu, karena dia merasa tidak yakin jika Zhou akan memberikan waktu tersebut untuknya.
Zhou terdiam selama beberapa saat, hingga akhirnya dia mulai menjawabnya, "Aku akan berbincang dengan Luoyi sebentar." ucapnya kepada salah satu prajurit Fumio lalu melenggang meninggalkan rombongannya.
Zhou menuju ke sebuah jembatan di atas sebuah sungai yang berada tak jauh dari rombongannya menunggu. Sementara Luoyi mengekorinya dan terus meliriknya dengan tatapan yang sangat berbeda dari biasanya.
Jika biasanya selalu menatap Zhou dengan tatapan meremehkan, maka tatapan kali ini lebih menghormati dan segan terhadapnya.
"Ada apa?" tanya Zhou menatap lurus ke depan ke arah sungai yang memiliki air jernih itu.
"Pangeran Hadess. Aku ingin minta maaf padamu atas sikapku selama ini padamu. Aku sungguh telah banyak berbuat salah padamu, bahkan pada mereka semua. Aku samgat jahat dan tidak berhati. Dan aku menyesal karena pernah berada di pihak kaisar Zeus. Aku sungguh menyesal ... Maafkan aku ..." ucap Luoyi penuh rasa sesal.
"Aku sudah banyak berkontribusi dalam setiap pergerakan dan rencana jahat kaisar Zeus. Aku juga salah satu orang dibalik penyerangan di desa kita, akulah yang memerintahkan prajurit Takeda untuk memasukkan racun hemlock pada makananmu dan pangeran Toshie, akulah yang mengirimkan lukisan dirimu untuk kaisar Zeus. Aku sangat berdosa! Aku telah bersalah!!" imbuh Luoyi dengan suara yang bergetar.
"Aku begitu bodoh hingga bisa melakukan semua itu. Aku begitu bodoh karena telah memihak dan membantunya saat itu. Dan ... dan itu semua aku lakukan hanya semata-mata karena ingin menghancurkanmu. Maafkan aku, Zhou ... maafkan aku ..."
Sepasang mata Luoyi sudah memerah dan berkaca-kaca, bahkan suaranya sudah terdengar semakin parau.
"Aku sungguh bodoh! Dan kini ... kini aku malah kehilangan ayahku. Di hadapanku sendiri dia membunuh ayahku! Aku bahkan tak bisa menyelamatkannya saat itu!! Orang yang paling aku hormati dan paling aku hargai di dunia ini, telah dibunuh oleh Zeus di hadapanku sendiri!! Aku sungguh merasa sangat buruk dan tidak berguna!!"
Kali ini Luoyi tak kuasa untuk menahan tangisnya lagi karena kembali mengingat detik-detik sang ayah meregang nyawa di hadapannya saat itu.
Zhou melirik Luoyi menatapnya nanar, namun tak ada yang bisa dia lakukan, kecuali hanya memberikan nasehat untuknya.
"Lebih baik terlambat, daripada tidak pernah berubah sama sekali. Kamu masih bisa menebus semua kesalahan dan dosa-dosamu di masa lalu, Luoyi! Renungilah semua ini! Pikirkan dengan baik semua ini! Setelah masa hukumanmu berakhir, berubahlah dan tebus semuanya! Pengabdian dan pengorbanan Daimyo Nobunaga sangatlah besar! Lanjutkan perjuangannya di jalan yang benar!"
Ucap Zhou menatap lekat Luoyi yang kini juga sudah menatapnya.
Zhou menggeleng pelan dan menepuk bahu lebar Luoyi, "Tidak. Mereka tidak akan memberikan hukuman mati untukmu. Biar bagaimanapun karena kamulah kita bisa menghancurkan pecahan jiwa Zeus dan menyegelnya di dunia lain melalui portal itu. Buktikan kepada mereka semua jika kamu bisa berubah. Dan kamu memang layak untuk menjadi seorang prajurit yang baik dan kompeten!"
"Semangatlah, Luoyi ... saudaraku!! Karena aku sama sekali tak pernah menganggapmu sebagai musuh! Aku juga sama sekali tidak pernah membencimu. Kita bahkan berasal dari desa yang sama dan tumbuh berkembang di kekaisaran Nobuhide bersama!" imbuh Zhou mengukir senyum tipis menghiasi wajah tampannya.
Bibir tipis Luoyi bergetar, lidahnya seakan kelu mendengarkan ucapan Zhou. Dia merqsa sangat menyesal dan sangat buruk di hadapan Zhou. Dirinya sudah melakukan segala hal kotor selama ini untuk menyingkirkan bahkan untuk melepkan Zhou, namun Zhou sama sekali tak pernah dendam atau membencinya.
"Ingat pesanku, selalu berbuat baiklah dan berprasangka baiklah. Jangan pernah memandang rendah orang lain. Sekalipun dia terlihat sangat rendah, bukan berarti dia tak layak untuk dihargai. Sesuatu yang terlihat sederhana dari sampulnya, bisa jadi menyimpan sesuatu yang sangat berharga."
Ucap Zhou meneduhkan, dan semakin membuat Luoyi menyesali dirinya di masa lalu yang tak pernah menghargai Zhou. Bahkan dia hanya menganggap Zhou seperti sampah yang tak layak untuk mendapatkan apapun, termasuk Lily dan pusaka Azzael Shin Guto.
"Baiklah! Aku harus segera pergi. Mereka semya sudah menunggu. Sampai jumpa!" Zhou menepuk bahu lebar Luoyi dua kali lalu berbalik dan melenggang meninggalkannya.
Zhou segera menemui rombongannya kembali dan mulai menaiki kuda putihnya lalu memberikan perintah untuk segera memulai perjalanan menuju kekaisaran Fumio yang berjarak cukup jauh.
Rombongan mereka semakin menjauh, namun Luoyi, Yaoyao dan Nagamasa masih saja menatap kepergian mereka disaat semua orang sudah berlalu mrmasuki istana lagi.
Entah mengapa ketiga pria ini merasa cukup berat untuk melepaskan Zhou dan rombongannya.
Panglima Zhou ... bukan ... tapi pangeran Hadess ... semoga suatu saat nanti aku bisa bertemu denganmu lagi. Meskipun sebenarnya kamu berasal dari kekaisaran Fumio, namun aku tetap sangat mengagumimu! Kami sangat hebat dan luar biasa!
Batin Nagamasa masih saja menatap kepergian mereka.
Permaisuri Nouhime, maafkan aku. Karena aku tak bisa menemukan pangeran Kenshin dan putri Saika. Aku tak bisa membawa mereka untukmu. Andai saja aku lebih kuat, andai saja saat itu peperangan dapat diselesaikan lebih cepat ... pasti aku bisa datang lebih cepat untuk membawa mereka untukmu. Kehilangan orang terkasih itu sangat menyesakkan dada. Aku masih bisa mengingat begitu jelas, saat aku kehilangan kedua orang tuaku saat itu, bahkan semua itu terjadi di hadapanku secara langsung! Maaf ... aku begitu lemah dan tak bisa mengalahkan panglima Nakai saat itu. Andai saja aku lebih kuat sedikit saja ... semua ini tak akan terjadi ... tidak akan pernah ...
Batin Yaoyao masih saja merasa bersalah atas semua ini. Dia masih saja menatap nanar kepergian rombongan Zhou.
Zhou, aku akan berubah! Aku tidak akan menyia-nyiakan semua ini!
Batin Luoyi yang juga masih menatap kepergian mereka.
"Luoyi! Pangeran Toshie memberikan perintah untuk segera membawamu ke penjara bawah tanah!" ucap seorang prajurit istana lalu mencekal salah satu tangan Luoyi.
Lalu prajurit lainnya segera mencekal tangan Luoyi yang lainnya lagi dan segera menggiringnya ke sebuaj bangunan yang menghubungkannya dengan penjara bawah tanah.
...⚜⚜⚜...