
Seketika angan Nouhime mulai buyar dan wanita cantik itu mulai berpegangan semakin erat dengan memeluk tubuh Zhou. Namun saat ini dia tidak memejamkan sepasang mata beningnya yang indah seperti di masa lalu. Melainkan dia malah mendongak menatap lekat wajah tampan Zhou.
"Hupphh ..." Zhou melepaskan pegangannya pada ranting kayu dan melompat jauh ke arah Igurukingu yang sedang mengudara di antara tebing curam itu.
Hingga akhirnya mereka berhasil mendarat di atas tubuh elang yang sangat gagah perkasa itu dengan sangat sempurna.
Siapapun yang melihat aksi ini, maka akan sangat menguji adrenalin. Zhou melompat tinggi dan jauh di atas sebuah jurang yang sangat dalam dan curam. Namun tak ada rasa khawatir atau ketakutan sedikitpun yang dirasakan oleh Nouhime.
Wanita cantik itu justru merasa sangat nyaman dan aman ketika sedang bersama dengan Zhou. Sebuah rasa yang selalu dia rasakan saat bersama dengan Hadess, kekasih hatinya di masa lalu.
Perlahan Igurukingu itu membawa mereka naik ke atas tebing kembali. Dimana disana sudah ada para prajurit Nobuhide yang sedang menunggu dan sangat mengkhawatirkan mereka berdua karena beberapa saat yang lalu terjatuh di dalam jurang curam itu.
Melihat seekor elang raksasa yang sangat gagah perkasa, membuat para prajurit Nobuhide membeku seketika. Namun disaat mereka menyadari jika di atasnya sudah ada Zhou dan Nouhime yang mengendalikan elang besar itu, mereka mulai bernafas dengan lega. Karena itu artinya elang raksasa itu ada di pihak mereka dan bukanlah musuh yang berbahayadan tidak mengancam.
Namun melihat hal ini, membuat mereka semakin bertanda tanya besar. Sebenarnya siapakah panglima Zhou itu? Dan mengapa dia bisa menjinakkan dan menakhukkan elang raksasa yang lebih terlihat seperti seekor monster itu.
Mungkin seperti itulah pemikiran mereka semua. Namun tak ada yang berani mengucapkannya secara terang-terangan di hadapan Zhou. Mereka menelan kembali ucapan mereka yang bahkan belum terucap itu.
"Berpeganganlah, Permaisuri Nouhime. Kita akan segera turun dengan melompat." ucap Zhou menatap Nouhime datar dan seperti tak pernah terjadi apapun di antara mereka berdua.
"Hhm ..." Nouhime menyauti singkat dan mengangguk pelan.
Zhou mulai melompat dengan indah dan keren dari atas Igurukingu itu bersama dengan Nouuhime yang masih memeluknya erat. Pandangan Nouhime sedetikpun tak pernah terlepas menatap Zhou. Malah ingin berlama-lama menatapnya
HUPPP ...
Semua prajurit merasa sangat lega dan mulai bernafas penuh kelegaan. Karena pada awalnya mereka sangat khawatir dan was-was ketika merrka berdua terjatuh di dalam tebing curam itu.
"Igurukingu, kamu boleh pergi sekarang." ucap Zhou mengusap lembut paruh burung elang raksasa itu.
"Baik, Panglima Zhou." balas Igurukingu patuh dan segera terbang membumbung tinggi kembali di udara dan semakin menjauh.
Kini Zhou mulai mempreteli pakaian zirahnya satu persatu. Lalu dia melepaskan jubah lapisnya dan memakaikannya untuk Nouhime. Karena saat ini jubah lapis yang Nouhime kenakan koyak pada bagian lengannya karena ulah bandit yang berusaha untuk melecehkannya beberapa saat yang lalu.
Dengan sangat canggung Nouhime menerimanya, dia masih saja menatap Zhou dan tak mengindahkan tatapan para prajurit yang sedang mengawasinya penuh ketidak mengertian. Setelah itu Zhou kembali memakaikan pakaian zirahnya kembali dibantu oleh seorang prajurit.
"Apakah permaisuri Nouhime baik-baik saja? Apakah ada yang terluka?" tanya Zhou memastikan jika Nouhime baik-baik saja dan tidak terluka.
"Aku ... baik-baik saja, Had ... uhm ... maksudku panglima perang Zhou." ucap Nouhime merasa gugup.
Mendengar Nouhime hampir saja memanggilnya Hadess kembali, sebenanya cukup membuat Zhou tercengang bingung. Namun dia segera bersikap dengan wajar kembali dan memerankan perannya sebagai Zhou dengan baik.
"Permaisuri Nouhime masuklah ke dalam kereta kencana. Kami akan mengantarkan permaisuri ke istana Fumio." ucap Zhou datar dan penuh hormat.
"Semuanya!! Kita rubah arah tujuan kita! Saat ini kita akan menuju kekaisaran Fumio!" titah Zhou kepada para prajurit Nobuhide.
"Siap, Panglima Zhou!" sahut para prajurit kompak.
Mereka mulai melakukan perjalanan menuju wilayah Fumio. Namun karena jarak yang ditempuh cukup jauh, akhirnya mereka mulai beristirahat disaat matahari sudah mulai terbenam.
Para prajurit mulai mendirikan beberapa tenda di dekat pinggiran sebuah hutan dan pantai. Dan sebagian dari mereka juga ada yang berburu untuk mempersiapkan makan malam untuk hari ini. Karena kali ini mereka juga harus memberikan pelayanan yang baik untuk permaisuri Nouhime.
Zhou juga ikut dalam berburu dan dalam beberapa saat mereka sudah kembali dengan membawa beberapa rusa mati dan burung mati untuk segera dipanggang.
"Kalian pangganglah dulu! Aku akan melihat-lihat sekitar." ucap Zhou lalu meninggalkan mereka.
"Baik, Panglima Zhou!" sahut mereka patuh.
Zhou memutuskan untuk melihat pemandangan indah di hadapannya sekaligus memeriksa kedaan sekitarnya benar-benar aman dan tak ada musuh yang sedang ingin mengincar dan menyerang mereka.
Angin malam terasa begitu dingin dan menusuk hingga sampai ke tulang. Membuat pepohohan menari-nari dengan undah.
Temaram sinar rembulan yang indah terpantul dari air biru gelap lelautan luas di hadapannya. Sang bulan yang sedang memiliki bentuk bulat sempurna dan teihat sangat besar terlihat di hadapannya. Seakan begitu dekat. Sangat indah!
Ribuan bintang juga terlihat menghiasi langit yang sangat gelap gulita di malam hari ini dengan cahayanya yang indah.
Zhou berdiri di bibir pantai dan menikmati keindahan alam yang terbentang luas di hadapannya. Namun tiba-tiba saja seseorang mulai menyusulnya dan berdiri tepat di sampingnya.
"Panglima Zhou, apa kamu suka melihat pantai?" tanya Nouhime yang sudah berdiri tepat di sampingnya.
"Aku menyukainya. Karena ..." ucap Zhou.
"Hati akan selalu merasa lebih tenang jika melihat pantai dan rembulan." Nouhime dan Zhou mengucapkan bersamaan.
Zhou cukup merasa terkejut, karena semua ini. Dia kurang siaga. Dan sebenarnya ucapan itu adalah ucapan yang pernah diucapkan oleh dirinya sebagai Hadess di masa lalu. Dan diucapkan ketika mereka melihat sebuah pantai bersama.
Untuk beberapa saat Zhou terdiam dan membeku karena telah lengah begitu saja.
"Hadess. Kamu adalah Hadess! Kamu tidak bisa lagi menyangkalnya dariku, Hadess! Bahkan Igurukingu itu! Hanya Hadess yang selama ini bisa menakhlukkannya! Hanya Hadess yang memainkan melodi itu dengan sebuah seruling! Semua ucapanmu juga sama dengan ucapan dari Hadess. Kamu tidak bisa lagi berbohong padaku, Hadess. Mengapa? Mengapa kamu malah menjadi panglima Zhou? Mengapa kamu tidak kembali untuk Fumio dan malah berada di Nobuhide?? Ayahandamu selalu mengharapkan kehadiranmu kembali! Kembalilah, Hadess. Kembalilah ke Fumio sebagai dirimu! Semua orang merindukanmu! Semua orang mengharapkan kamu masih hidup dan kembali lagi! Kembalilah, Hadess ..."
Ucap Nouhime tegas namun masih terdengar sangat lemah lembut. Dan kali ini dia menjadi semakin yakin jika pria yang sedang berdiri di hadapannya adalah Hadess. Bukanlah Zhou!