
Setelah melakukan perjalanan selama beberapa saat, akhirnya prajurit Nobuhide sudah sampai di istana Fumio. Mereka disambut dengan sederhana oleh keluarga kekaisaran Fumio, karena mereka tak pernah menyangka jika akan kedatangan tamu seperti ini.
Zhou kembali mengenakan penutup wajah dengan kain hitamnya dan segera menghadap Zeus, sang kaisar Fumio saat ini.
Sementara Zeus masih duduk di singga sananya dengan jubah lapis mewahnya berwarna hitam pekat dengan kombinasi keemasan. Mahkota kebanggaannya juga masih bertengger dengan gagah di atas kepalanya.
"Yang Mulia Kaisar Zeus, aku Panglima Zhou menghadap yang mulia!" Zhou memberikan salam penghormatan penuh untuk Zeus dengan menautkan kepalan tinjunya dan menundukkan kepalanya.
Hal ini sebenarnya membuat Nouhime yang melihatnya merasa kesal dan tak terima. Namun dia tak memiliki pilihan lain. Sesuai dengan permintaan dari Zhou, akhirnya Nouhime juga memberikan penghormatannya untuk Zeus dan berdiri di dekat Zhou.
Kedatangan mereka secara bersamaan membuat Zeus berpikir keras. Kedua alis tampannya berkerut saling berdekatan dan sepasang mata tajamnya masih menyorot tajam menatap Zhou.
"Mengapa permaisuri Nouhime bisa datang bersama dengan kalian? Dimana para prajurit dari Fumio?!" tanya Zeus yang rupanya belum mendengarkan suatu kabar apapun tentang istri serta beberapa prajuritnya yang telah dihadang oleh para bandit itu.
Belum sempat Zhou menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Zeus, Nouhime sudah lebih dulu menjawabnya.
"Panglima Zhou telah menyelamatkan aku dari serangan para bandit. Mereka membunuh para prajurit dari Fumio dan membuatku hampir terjatuh di sebuah jurang. Jika saat itu panglima Zhou tak datang untuk menolongku, mungkin saja ... aku sudah tiada karena terjatuh di dalam jurang itu."
Ucap Nouhime menjelaskan dan mulai berani berbicara sedikit lebih panjang di hadapan Zeus. Tidak seperti biasanya yang akan selalu berbicara sedikit dan irit di depan Zeus.
Perubahan ini sangat dirasakan oleh Zeus karena menurutnya Nouhime sedikit berubah. Bahkan wajah cantik yang selalu terlihat murung di hadapannya selama ini, kini sedikit terlihat semakin berbinar, seolah suasana hatinya sedang dalam keadaan yang sangat baik.
"Baiklah. Aku ucapkan terima kasih kepadamu karena sudah menyelamatkan permaisuri Nouhime, Panglima Zhou. Kami akan menjamu kalian dengan sangat baik. Menginaplah karena hari juga sudah senja dan mulai gelap." ucap Zeus berusaha untuk ramah dan berwibawa di hadapan para prajurit dari kekaisaran Nobuhide.
"Terima kasih atas kebaikan hati anda, Yang Mulia Kaisar Zeus. Tapi kami tidak bisa menginap dan harus segera melanjutkan perjalanan kembali menuju kekaisaran Nobuhide. Karena saat ini pangeran Toshie sudah menantikan kami untuk mengawalnya untuk menghadiri suatu kota untuk meramaikan sebuah acara kedewasaan." ucap Zhou menolak dengan halus.
"Hhm. Begitu rupanya ya. Kamu pasti sangat berjasa untuk kekaisaran Fumio ya, Panglima Zhou. Sangat luar biasa!" puji Zeus tersenyum simpul.
Namun pujian itu seakan malah terdengar seperti sebuah ejekan untuk Zhou. Zhou hanya tersenyum dan mengangguk pelan.
"Itu sudah menjadi tanggung jawabku untuk selalu melindungi kekaisaran Fumio, seluruh kota di bawahnya, serta seluruh desa dan seluruh klan di bawah kekaisaran Nobuhide, Yang Mulia Zeus." jawab Zhou seadanya.
"Baiklah. Jika seperti itu. Tolong sampaikan salamku untuk Yang Mulia Kaisar Yoshinao Nobuhide dan Pangeran Toshie." ucap Zeus masih berusaha untuk bersikap wajar dan pantas sebagai seorang Kaisar Fumio.
"Baik, Yang Mulia Kaisar Zeus!" jawab Zhou dengan patuh dengan kepala yang kembali menunduk dan memberikan salam penghormatan kembali sebelum dia dan para prajurit Nobuhide meninggalkan tanah istana kekaisaran Fumio.
Nouhime menatap kepergian Zhou dengan hati yang sangat berat. Bahkan tak dia sadari sepasang manik-manik indah itu kini sudah menjadi berair karena melepaskan kepergian Zhou.
Tanpa dia sadari dia melangkahkan kakinya 2 langkah untuk segera menyusul kepergian Zhou. Namun tiba-tiba sebuah ucapan tegas dan penuh dengan penekanan mulai terdengar dan membuatnya menghentikan niatnya kembali.
Zeus meninggalkan ruangan besar nan megah itu untuk menuju kamarnya, seperti yang telah dia ucapkan sebelumnya.
Tak ada pilihan lain, dengan berat hati Nouhime hanya bisa melepaskan dan menatap kepergian Zhou begitu saja. Dia mulai berbalik untuk mengikuti Zeus yang saat ini sedang menunggunya di kamar.
Nouhime kembali menghentikan langkah kakinya tepat saat dia berada di depan kamarnya bersama Zeus. Dia menguatkan hatinya untuk menghadapi Zeus saat ini yang selalu bersikap dingin dan tak pernah mempedulikan dirinya. Karena Zeus menikahi dirinya hanya untuk sebuah pencapaian, yaitu untuk menjadi seorang kaisar Fumio.
Nouhime mengambil nafas dalam, lalu mengeluarkannya perlahan. Perlahan Nouhime mulai membuka pintu kayu kombinasi emas itu.
Langkah kakinya yang pelan dan penuh dengan keraguan serta ketakutan membawanya untuk menghadap Zeus yang saat ini sudah berdiri membelakangi dirinya di dekat sebuah pembaringan yang sangat mewah.
"Yang Mulia Kaisar Zeus, aku Nouhime sudah datang menghadap. Apa ada yang ingin kaisar sampaikan padaku?" tanya Nouhime sangat berhati-hati, karena saat berhadapan dengan Zeus selalu membuatnya ketakutan.
Zeus tak langsung menjawabnya, dia berbalik dan menatap Nouhime dengan tatapn yang penuh dengan intimidasi. Membuat Nouhime seketika menunduk dan berani untuk menatap sepasang manik-manik tajam itu.
Zeus melenggang pelan dengan gagahnya mendekati Nouhime dan mengitarinya sekali. Membuat Nouhime semakin merasa ketakutan, seolah-olah Nouhime sudah membuat sebuah kesalahan.
Bukan! Sebenarnya bukan itu yang membuatnya semakin takut. Namun karena saat ini Nouhime sudah mengetahui seperti apa Zeus yang sesungguhnya. Sangat jahat dan tidak berhati hinhga tega mencelakai Hadess di masa lalu hanya untuk sebuah tahta.
"Permaisuri Nouhime ... melihatmu datang kembali bersama panglima Zhou membuatku sangat marah hingga rasanya aku ingin menghancurkannya di hadapanmu!! Karena kamu terlihat sangat bahagia dan berbinar setelah kamu kembali bersamanya!! Jelaskan padaku tentang semua ini! Setiap jawabanmu, akan menentukan apa yang akan aku lakukan padanya ..."
Ucap Zeus membuat sepasang mata bening itu membulat sempurna.
Tubuh Nouhime sedikit bergetar, dan seketika dia merasa sangat kebingungan untuk menjawab semua itu. Cukup lama dia terdiam membeku, membuat Zeus kembali dipenuhi dengan amarah dan mulai menarik rambut indah yang panjang itu hingga membuat Nouhime mendongak menatapnya.
"Katakan padaku, Permaisuri Nouhime!! Apa kamu menyukai panglima Zhou?! Apa kamu berniat untuk mengkhianati aku?!! Hah?!!!" Zeus berteriak dan menghempaskan tubuh Nouhime dengan sangat kasar hingga membuat Nouhime terjatuh di pembaringan.
Nouhime semakin ketakutan dan malah menangis mendapatkan perlakuan dari Zeus. Zeus sangat membenci wanita yang menangis di hadapannya. Masih dipenuhi dengan amarah Zeus menghampiri Nouhime lagi.
Bersambung ...
...⚜⚜⚜...
Bonus visual Zeus lagi ...