The God of War

The God of War
Mendatangi Lembah Persik Emas



Sudah hampir satu bulan Zhou dan para prajurit berada di wilayah ibukota Fujiwara-Yamato, namun mereka masih saja belum menemukan tanda-tanda keberadaan dari Suzaku.


Bahkan menurut warga sekitar yang pernah mereka temui, mereka mengatakan jika terakhir Suzaku memperlihatkan dirinya di dunia ini adalah 500 tahun yang lalu kepada seorang pendekar muda yang dikehendakinya saat itu.


"Kalau boleh tau siapa pendekar muda itu? Apakah kalian bisa menceritakannya sedikit untuk kami?" tanya Zhou kepada warga yang baru saja dia temui.


"Pendekar genius muda di periodenya. Dan dia tidak sadar memiliki sebuah artefak pemicu pancingan peninggalan dari gurunya. Maka dari itu Suzaku memperlihatkan dirinya saat pendekar genius muda itu datang di wilayah Fujiwara." ucap pria paruh baya itu menjelaskan seadanya.


"Artefak pemicu pancingan?" Zhou bergumam lirih dengan kening berkerut.


"Benar. Tapi barang itu adalah barang yang sangat langka. Selain menggunakan artefak tingkat atas, artefak itu biasanya sudah berusia ribuan tahun. Atau ..." ucap pria itu menggantung ucapannya.


"Apakah ada cara lain?"


"Ya. Ada, Tuan. Biasanya kristal trigonal yang dimiliki oleh binatang spiritual tingkat tinggi bisa digunakan sebagai pengganti artefak pemancing. Meskipun sebenarnya hanya memiliki tingkat keberhasilan 10% saja. Namun di wilayah kami, tidak pernah ada binatang spiritual tingkat tinggi. Yang sering ada di hutan dan lembah embun hanyalah binatang spiritual tingkat dasar dan rendah saja." ucap pria paruh baya itu lagi menjelaskan sedikit yang dia tau.


Jadi itu artinya sangat mustahil ya untuk mendapatkan kristal trigonal milik hewan spiritual tingkat tinggi? Hhm ...


Batin Zhou menyimpulkan.


"Sebenarnya ada sebuah wilayah yang berada 5 mil dari sini. Di antara tebing tinggi arah barat, ada sebuah lembah persik emas. Aku pernah mendengar jika disana pernah tinggal seekor singa api yang memiliki tingkatan tinggi. Namun tidak ada yang pernah berani memasuki wilayahnya lagi setelah ada warga desa kami yang terbunuh karena singa api itu. Saat itu hanya ada 1 orang yang selamat, namun dia terluka sangat parah. Aura singa api itu tak akan bisa membuat orang biasa seperti kami tetap bernafas. Dan siapapun yang sudah memasuki tempat itu, biasanya tidak akan bisa kembali dengan selamat. Jika pun bisa keluar, kemungkinannya sangat kecil."


Jelas pria paruh baya itu lagi.


Zhou terdiam dengan kening berkerut, mencerna semua ucapan pria tua itu.


"Baiklah, kalau begitu aku akan segera kembali. Jika membutuhkan bantuan, kalian bisa datang ke rumahku. Rumahku tepat berada di balik danau ini." imbuhnya dengan ramah lalu meninggalkan rombongan Zhou.


"Baik. Terima kasih, Paman." balas Zhou dengan ramah.


Binatang spiritual tingkat tinggi? Sebenarnya Igurukingu memilikinya, karena aku telah memberikan sebuah kristal trigonal yang aku dapatkan dari siluman rubah merah ekor 9 itu. Namun tidak mungkin aku memintanya lagi! Hhm ... sepertinya aku harus menemukan singa api itu untuk mendapatkan kristal trigonal miliknya. Meskipun sangat kecil kemungkinannya untuk menggunakannya memancing kehadiran Suzaku, namun tidak ada salahnya mencoba!


Batin Zhou.


"Semuanya! Kita bersiap untuk pergi ke lembah persik emas sekarang juga!" titah Zhou.


"Baik, Panglima Zhou!" jawab para prajurit kompak.


Mereka melakukan perjalanan untuk mencapai lembah persik emas, dan tiba disana saat senja. Tak beristirahat, mereka langsung memasuki tempat itu dengan menyusuri sebuah jalan sempit yang dihimpit oleh dua tebing tinggi.


Di ujung jalan sempit itu mereka mulai melihat lembah indah yang dipenuhi oleh hamparan pohon persik emas dengan langit cerah yang menyelimutinya. Seakan telah memasuki dunia yang berbeda setelah melewati jalan sempit di antara 2 tebing itu. Sangat indah!


"A-Apa ini?" prajurit itu terkejut dan segera membuka tangannya hingga makhluk kecil bersayap indah itu mulai terbang.


Zhou memetik sebuah persik emas lainnya dan meletakkan di atas telapak tangannya yang terbuka. Dia memandanginya dan menelisiknya sebenarnya benda apa itu? Seperti buah persik emas, namun mengapa bisa berubah menjadi peri kecil?


Hal yang sama terjadi, persik emas di tangan Zhou tiba-tiba melebur dengan debu keemasannya dan berubah menjadi makhluk kecil bersayap indah.


"Ras peri? Ternyata persik emas ini bukan persik biasa." gumam Zhou lirih.


Belum ada percakapan yang terjadi lagi, tiba-tiba terdengar lolongan yang menggema di seluruh lembah persik emas ini yang dikelilingi oleh tebing tinggi di setiap sisinya.


AUUUMMM ...


ROAARR ...


Para prajurit mulai siaga mengawasi sekitar dan mengangkat senjata masing-masing. Zhou memimpin mereka untuk menyusuri jalan di hadapannya untuk mendekati ke arah sumber suara lolongan itu.


Hingga akhirnya mereka melihat segerombolan singa api yang berukuran standar di hadapan mereka.


"Melihat dari auranya, mereka hanyalah binatang spiritual tingkat dasar hingga tingkat menengah saja. Lalu ... dimana singa api yang dibicarakan oleh paman itu?" gumam Zhou masih menebarkan pandangannya untuk mencari singa api lainnya.


Namun tiba-tiba puluhan singa api itu mulai berbalik, dan sepertinya mereka telah menyadari kehadiran Zhou dan para prajurit. Hingga akhirnya mereka mulai mengaum dan satu persatu dari mereka mulai mendekati Zhou dan para prajurit.


"Segera selesaikan mereka dengan cepat! Aku akan mencari singa api tingkat tinggi itu!" titah Zhou bersiap dengan Azzael Shin Guto miliknya.


"Baik, Panglima Zhou!" sahut mereka bersamaan.


Puluhan singa api tingkat dasar hingga menengah itu melompat untuk menerkam mereka. Salah satu dari mereka melompat ke arah Yaoyao, namun Yaoyao dengan sangat mudah mengakhirinya dengan tombak api naga miliknya untuk menghunuskan pada salah satu titik vitalnya.


Sementara Nagamasa menggunakan anak panahnya yang sudah dialiri oleh kekuatan spiritualnya untuk menghadapi para binatang spiritual itu tingkat dasar itu. Sementara para prajurit lain menggunakan pedang, tombak dan anak panahnya untuk menghadapi mereka.


Sementara Zhou masih menyusuri sebuah jalan dan berharap akan segera menemukan singa api tingkat tinggi itu. Hingga pada akhirnya Zhou malah menemukan sebuah danau. Dan di tepian danau dia melihat seeokor singa api yang berukuran 3 kali lebih besar dari singa api yang dia temui sebelumnya.


Singa api itu terlihat sedang mencabik-cabik jasad manusia. Meskipun sudah sangat berantakan bentuknya, namun masih ada beberapa bagian seperti kaki dan tangan yang masih utuh. Dan itu adalah bagian dari tubuh manusia.


Zhou memicingkan sepasang matanya dan bersiap dengan Azzael Shin Guto miliknya. Dia bersiap untuk menyerang singa api itu. Dengan sangat cepat Zhou melesat mendekati singa api itu karena tak mau menyia-nyiakan kesempatan ini disaat singa api itu lengah.


Namun siapa sangka, singa api rupanya sudah menyadari kedatangan Zhou. Tepat saat katana Azzael Shin Guto hanya menyisakan 1 meter saja darinya, singa api itu melesat cepat dan melompat ke arah Zhou.