The God of War

The God of War
Serangan Siluman Rubah Merah



Temaram sinar rembulan menyinari kegelapan malam ini. Beberapa suara hewan sesekali terdengar saling bersahutan memecah kesunyian malam yang sudah menjadi semakin dingin ini.


Malam itu Zhou sedang duduk bersila untuk bermeditasi di dekat sebuah api unggun di tengah hamparan rerumputan di dekat sebuah lembah awan. Tempat dimana mereka sedang beristirahat saat ini.


Sementara beberapa prajurit berada di dalam tenda sedang tertidur, namun ada beberapa prajurit yang masih berjaga. Karena mereka saling bergantian berjaga malam ini. Karena tak menutup kemungkinan bahaya apapun bisa saja mengancam mereka saat ini.


ROAR ...


GGRR ...


Tiba-tiba suara lolongan menggema di sisi lembah awan yang berada tak jauh dari mereka beristirahat malam ini. Seolah mereka telah merasakan kehadiran dari para manusia ini.


Zhou yang mendengarkan lolongan itu tak terlalu menghiraukannya dan masih melanjutkan meditasinya. Namun suara itu kini semakin kuat dan semakin dekat dirasakan olehnya.


Sementara tiga orang prajurit yang masih berjaga di seberang Zhou, mulai mengawasi sekitar dan sudah bersiap dengan senjata mereka masing-masing.


Dan benar saja tiba-tiba salah satu dari mereka mulai datang untuk mulai menyerang karena merasa terancam atau sesuatu hal lainnya. Sebuah siluman rubah berwarna merah dengan dua ekornya yang bergoyang, menatap tajam ke arah ketiga prajurit dengan sepasang mata merahnya yang menyala.


Siluman itu memiliki aura berwarna gelap. Sepasang matanya merah menyala dengan gigi tajamnya yang mulai dipamerkannya. Masing-masing ukuran mereka sekitar 2 kali lebih besar dari manusia dewasa. Dan mereka memiliki kekuatan yang si atas siluman tingkat dasar.


Prajurit yang menyadari kehadiran siluman rubah merah itu kini mulai bangkit dan mengangkat senjata mereka. Namun belum sempat meluncurkan anak panahnya, siluman rubah itu lebih dulu melompat tinggi ke arah salah satu dari prajurit itu.


GGRRR ...


Sepasang mata Zhou terbuka tegas dan dia segera memberikan perisai untuk melindungi dirinya dan ketiga prajurit itu. Sebuah perisai berwarna keemasan itu membuat siluman rubah merah itu terhempas sejauh beberapa meter ke belakang.


Namun bukannya menyerah, dia malah meraung lebih keras dengan suaranya yang begitu memekakkan telinga. Siluman rubah merah itu memanggil teman-temannya. Dan hanya dalam beberapa detik saja puluhan siluman rubah mulai berdatangan mengepung mereka.


Beberapa prajurit yang tertidur seketika terbangun karena lolongan yang siluman rubah merah yang memekakkan telinga itu. Mereka keluar dari tenda dan terkejut karena puluhan siluman rubah merah sudah mengepung mereka saat ini.


Sebuah formasi mulai dibentuk atas instruksi dari Zhou. Mereka semua berdiri saling membelakangi dan bersiaga untuk menghadapi puluhan siluman rubah merah itu.


Siluman rubah merah itu cukup bervariasi. Ada yang masih memiliki 1 ekor. Namun ada yang memiliki 2 ekor, hingga sampai memiliki 9 ekor. Dan sebenarnya semakin banyak ekor yang dimiliki oleh siluman rubah merah tersebut, maka itu artinya dia semakin tua, semakin memiliki kekuatan sihir yang tinggi, dan semakin kuat siluman rubah merah tersebut.


Beberapa prajurit mulai melakukan pertahanan dan penyerangan disaat beberapa dari siluman rubah itu mulai melompat tinggi dan jauh ke arah mereka. Pedang, panah, tombak digunakan oleh para prajurit untuk melawan rubah siluman merah itu.


Setelah mengawasi selama beberapa saat, akhirnya Zhou menemukan sebuah kejanggalan atas semua ini. Dan Zhou mengetahui setiap serangan atau kelemahan dari para siluman rubah merah itu karena kegeniusannya.


Tak hanya itu saja, Zhou juga menemukan sebuah aura aneh yang berada di sekitar rubah itu. Sebuah aura membunuh yang sangat kental dan menjadikan mereka menjadi semakin kuat dan tak terkalahlan. Bahkan serangan dari para prajurit seakan menjadi begitu percuma saja. Karena mereka selalu menjadi kuat kembali.


Disaat para prajurit masih terus berperang melawan para siluman rubah merah itu, Zhou masih mencari tau apa penyebab dari semua ini. Hingga akhirnya dia berhasil menemukan sesuatu.


Ada seekor siluman rubah merah yang berukuran paling besar dengan kesembilan ekornya yang bergoyang, sedang menatap semua ini dari batu tebing awan. Pada bagian keningnya terdapat sebuah batu kristal dengan aura biru gelap kelam, dan hampir seperti berwarna hitam pekat.


Zhou mulai berfikiran dan menyimpulkan sesuatu, jika semua kekuatan dari para siluman rubah merah yang sedang menyerqng para prajurit ini adalah berasal dari sana. Hingga akhirnya Zhou memutuskan untuk mendekati siluman rubah merah berekor 9 itu.


"Yaoyao! Jangan lengah dan tetap pimpin mereka dengan baik! Butuh waktu 30 detik untuk setiap dari silumam rubah merah ini yang terluka untuk memulihkan diri kembali. Jadi manfaatkan waktu itu untuk mengumpulkan kembali cakramu dan untuk mengatur serangan kembali! Aku akan pergi dan melakukan sesuatu. Aku rasa mereka telah dikendalikan oleh sebuah pengendali yang membuatnya semakin kuat." ucap Zhou lirih tepat di dekat Yaoyao.


"Baik, Panglima Zhou! Dipahami!" Yaoyao menyauti dengan cepat dan juga lirih.


Sementara Zhou mulai meninggalkan mereka dan mengendap-endap mendekati bos dari siluman rubah merah itu, yang saat ini masih berada di tebing lembah awan.


Para prajurit mulai kewalahan dan kelelahan saat menghadapi puluhan siluman rubah merah itu. Karena serangan mereka semua seakan sangat percuma saja.


Sementara itu Zhou sudah berhasil melesat dengan cepat mendekati sang siluman rubah merah ekor 9 itu. Kehadiran Zhou rupanya diketahui oleh siluman tersebut.


Siluman rubah merah ekor 9 itu terlihat paling sangar jika dibangdinkan dengan puluhan siluman rubah merah yang sedang dihadapi oleh para prajurit itu. Bahkan ukurannya 2 kali lebih besar dibandingkan dengan siluman rubah merah lainnya.


Dengan sangat cepat siluman itu melesat ke arah Zhou. Zhou yang sudah membawa Azaael Shin Guto miliknya, melesat dengan cepat untuk menghindari terjangan tersebut.


Namun siluman rubah merah ekor 9 itu juga sangat gesit. Dia segera berbalik dan kembali melompat ingin menerkam Zhou. Dan disaat itulah Zhou melesat cepat menaiki sisi samping tebing dan menggoreskan Azaael Shin Guto miliknya pada dinding tebing itu.


Beberapa detik, bebatuan tebing itu tiba-tiba saja runtuh dan membuat kabut asap yang membuat penglihatan siluman rubah merah ekor 9 itu sedikit terhalang.


Disaat itulah Zhou melompat tinggi di udara dengan menghempaskan Azzael Shin Guto ke arah kening siluman rubah merah ekor 9 itu hingga akhirnya serangan Zhou mengenai tepat sebuah kristal berwarna biru gelap itu.


Namun serangan dari Zhou hanya sedikit meretakkan batu kristal itu saja, karena siluman rubah merah berekor 9 itu sempat menahannya dengan salah satu ekornya.