
Seorang pemuda berpakaian zirah dengan aura yang begitu dipenuhi demgan keinginan untuk membunuh, kini nekat menunggangi seekor kuda dan berniat untuk semakin mendekati Zeus karena ingin menyerangnya.
Dia memacu kudanya dengan sangat cepat dan sudah bersiap dengan pedang yang sudah berlumuran dengan darah segar di tangan kanannya.
Luka di beberapa anggota tubuhnya tak dihiraukannya lagi. Semangatnya dan ambisinya untuk membalaskan dendam sang ayah, telah membakar dan menumbuhkan kembali semangatnya, dan menyamarkan semua perih dan sakit itu.
"Aku tak akan membiarkanmu tetap hidup, Zeus!! Kau sangat busuk!! Kau harus dihukum! Dan aku akan menghukummu dengan tanganku sendiri!! Aku akan membalaskan dendam ayahku!! Hiaatthhh ..." pemuda yang sudah dipenuhi dengan semangat membara itu kini melompat dari kudanya ke udara dan mengayunkan katanya miliknya.
"TEBASAN HALILINTAR!!!"
SSRRTTT ...
TRANGGG ...
Ucapnya sembari mengayunkan seranganannya ke arah Zeus. Namnun bukannya bisa menyentuh Zeus, namun tubuh pemuda itu malah terpental dan terpelanting cukup jauh karena hembusan kuat dari katana kirasodo.
Pemuda yang tak lain adalah Luoyi seketika memuntahkan seteguk darah segar dan dia segera mengusapnya dengan punggung telapak tangannya.
Tak menyerah begitu saja, Luoyi berusaha untuk bangun kembali dan mengerahkan seluruh kekuatan yang tersisa untuk melesat cepat mendekati Zeus.
Zeus menyeringai kelam menatap Luoyi dan bergumam pelan, "Kau sudah berani melawanku?? Dasar anjing tak berguna!! Apa kau juga mau bernasib sama seperti mereka?"
"Persetan!! Aku sudah muak denganmu!! Kau sudah sangat keterlaluan!!" umpat Luoyi sudah tak mempedulikan apapun lagi kecuali hanya sebuah keinginan untuk balas dendam.
Zeus dari kejauhan mengangkat tangan kanannya yang masih mengeluarkan aura kelam kebiruan ke udara dan terlihat seperti dalam posisi mencekik seseorang. Dan bersamaan dengan itu, tubuh Luoyi naik ke udara setinggi 2 meter dan seperti sedang mencekiknya dari kejauhan.
Pada sekitar tubuh Luoyi, terutama pada bagian lehernya terlihat aura kebiruan milik Zeus. Hal ini tentu saja membuat Luoyi kesulitan untuk bernafas dan merasa sesak. Dan dia berusaha untuk melepaskan cekikan kuat Zeus.
Dari kejauhan Zhou terlihat melakukan pergerakan cepat dengan menggunakan jemarinya da setelah benerapa saat sebuah energi berwarna purih menyilaukan mulai dihempaskannya ke arah serangan Zeus.
Dan karena hal ini, membuat cengkeraman hawa milik Zeus terhadap Luoyi terlepas. Sehingga membuat tubuh Luoyi terjatuh di atas permukaan tanah cukup keras.
BRUGGHH ...
"Apa kau sedang ingin menyelamatkan seorang pengkhianat, Kakak?" ucap Zeus sarkas dan kembali menyeringai menatap Zhou. "Dialah yang selama ini menjadi musuh dalam selimut kalian. Dialah orang yang selama ini kalian cari. Dialah racun dan duri dalam selimut. Mengapa kamu masih ingin menyelamatkannya, Kakak? Apa kamu benar-benar bodoh?" imbuh Zeus dengan senyuman aneh.
Zhou tak bergeming, bukanya memikirkan ucapan Zeus, namun dia masih fokus menatap Zeus dengan mempertimbangkan cara yang akan dia pilih untuk mengakhiri Zeus dan kirasodo.
Menenukan inti jiwanya lalu menyegelnya, namun aku tak memiliki kekuatan untuk membuka portal dunia lain. Bagaimana ini? Jumonji yari, Azzael Shin Guto, maupun Sabataou milikku mungkin adalah pusaka kelas tinggi. Namun itu semua tidak cukup untuk menghadapi kirasodo maupun tubuh abadi itu.
Batin Zhou masih berusaha untuk memikirkan sebuah cara.
Tunggu dulu! Ayahanda pernah mengajarkan padaku cara membuka portal dunia lain di masa aku kecil. Namun diperlukan 3 orang yang memiliki kekuatan yang sebanding untuk membuka portal tersebut. Lalu ... siapa kedua orang itu?
Namun sebuah tebasan api neraka Zeus tiba-tiba saja menyerangnya. Zhou yang membaca pergerakan itu dengan cepat melompat dan melesat ke arah lain sembari melemparkan serangan balasan dengan energi spiritualnya.
BOOMM ...
DUARRR ...
Dua kekuatan hebat saling bertemu dan menimbulkan sebuah ledakan dasyat. Debu beterbangan dan lagi-lagi membuat kabut asap tebal.
Setelah beberapa saat pertarungan dasyat kembali terjadi. Kekuatan spiritual, katana, tombat, panah, naginata, maupun senjata lainnya masih saling beradu seakan tak memiliki sebuah akhir.
Zhou masih berusaha untuk menyerang Zeus yang saat ini sudah hampir sepenuhnya kehilangan kesadarannya, karena iblis itu benar-benar sudah mulai mengambil alih tubuhnya.
Yaoyao juga harus terlibat bersama pertarungan mereka, karena pertarungan mereka berdua berada di sekitar Yaoyao.
"Aku rasa Yaoyao bisa melakukan formasi untuk membuka portal dunia lain itu. Namun masih dibutuhkan seorang lagi untuk formasi tersebut." Zhou bergeming disela-sela pertarungan sengit itu.
"Kalian semua akan mati!! Gyahahaha ..." Zeus tertawa menggelegar dan kembali menghempaskan kekuatan dari pusaka kirasodo itu. Angin hempasannya begitu kuat dan kembali membuat sekitarnya beterbangan.
Mereka semua kembali menancapkan senjata masing-masing di dalam tanah untuk berpegangan.
Tanda iblis pada tubuh Zeus semakin melebar, dan dan kini sudah mencapai wajahnya.
"Tidak bisa berlama-lama lagi! Semua harus segera dilakukan! Portal dunia lain harus segera dibuka! Jika tidak, semua akan benar-benar hancur." Zhou kembali bergeming.
"Pangeran Hadess, bagaimana ini?" Yaoyao yang berada di dekat Zhou bertanya karena sudah cukup kebingungan untuk mengalahkan Zeus.
Dia yakin jika Zhou sudah berhasil membuka dan membaca buku kehidupan dan buku pusaka serta kekuatan. Pastinya Zhou sudah bisa menemukan dan memecahkan cara untuk mengalahkan Zeus dan pusaka kirasodo.
"Satu-satunya cara yang bisa kita lakukan saat ini adalah dengan membuka portal dunia lain dan menyegel tubuh abadi Zeus di dalamnya. Namun, portal dunia lain hanya bisa terbuka dengan sebuah formasi dari 3 ksatria yang pernah menguasai kilat putih tanpa batas. Sementara aku tak pernah mengajarkan teknik tersebut kepada siapapun kecuali padamu. Bahkan aku hanya memberikan gerakan dasarnya padamu." ucap Zhou seakan merasa putus asa.
Zhou merasa tak berguna dan payah, karena baru mengingat hal sepenting ini disaat seperti ini. Hal ini tentu saja membuat Zhou dan Zhou cukup bingung. Padahal seharusnya Zhou mengantisipasinya sejak awal, jika Dewa Bintang sampai menolak untuk mencabut kutukan kirasodo seperti saat ini.
"Aku sudah menguasai teknik dasar itu, Pangeran. Meskipun masih belum sempurna, namun aku bisa menggunakan teknik kilat putih tanpa batas." ucap Yaoyao.
"Zhou!! Aku bisa melakukannya!!" tiba-tiba saja terdengar suara seorang pemuda di belakang mereka. "Maafkan aku ... aku pernah diam-diam mengamati saat senior Yaoyao saat berlatih teknik itu. Dan aku juga ikut mempelajarinya secara otodidak. Dan aku ... minta maaf karena lancang melakukan semua ini." imbuhnya.
Zhou dan Yaoyao mulai berbalik menatap pemuda itu.
"Aku mungkin memang sudah sangat bersalah dan berdosa kepada kalian semua. Namun kali ini aku ingin menebusnya! Aku tidak peduli lagi jika aku harus mati di dalam peperangan ini! Setidaknya aku bisa berguna untuk kalian!" imbuh pemuda itu lagi.