The God of War

The God of War
Serangan Mematikan Arslan



Wanita cantik itu masih memeluk erat bayinya dengan gemetaran disaat seseorang menendang reruntuhan kayu yang digunakan untuk wanita dan sang bayi untuk bersembunyi, hingga membuat keberadaannya kini telah diketahui oleh orang tersebut.


Sebuah tawa yang sedikit tertahan dari seorang pria mulai terdengar tepat di belakangnya. Membuat wanita itu semakin meringkuk memeluk erat sang bayi.


"Mau bersembunyi ke lubang cacing pun, aku akan tetap menemukanmu!! Bwahahaha ... bangun dan persiapkan dirimu untuk menemui ajalmu!!" tandas pria itu dengan tangan kanan yang masih memegangi katana cemetinya-Kansetsuken.


Wanita itu tidak segera berdiri, melainkan malah semakin duduk meringkuk untuk melindungi putranya. Dia lebih memilih nyawanya sendiri yang berakhir, asalkan putranya bisa selamat.


"Dasar tuli!! Baiklah! Aku tak akan membuang-buang waktu lagi!! Rasakan betapa dasyatnya Kansetsuken milikku ini!! Hiaatthhh ..." dalam sekejap saja keberadaannya di belakang wanita itu menghilang tergantikan dengan sebuah kabut asap hitam pekat, dan tiba-tiba Arslan sudah berada tepat di depan wanita yang tak lain adalah Lily itu.


Helios, kamu harus tetap hidup apapun yang terjadi! Meskipun ibu harus kehilangan nyawa sekalipun, asalkan kamu selamat saja, itu sudah cukup ... bertahanlah dan tetaplah hidup, Putraku.


Batin Lily menitikkan air matanya dan masih memeluk erat sang putra, namun sang putra malah tersenyum lebar melihat ibundanya. Sepasang mata beningnya indah dan mampu menenangkan kegundahan dan kegelisahan Lily untuk beberapa saat. Lily memejamkan sepasang matanya disaat Kansetsuken itu semakin mendekatinya. Dan ...


SSRRTTT ...


JLEBB ...


SRAATT ...


Tiba-tiba seorang pemuda ahli ninja datang berdiri menghadang serangan itu dengan menyerang Arslan menggunakan kedua kunai miliknya. Kedua kunai itu mengenai perut Arslan, namun disaat yang bersamaan Kansetsuken Arslan sukses mencambuk berputar menghujami tubuh pemuda itu, hingga berakhir menjadi beberapa bagian dan terjatuh di hadapan Lily.


Percikan darah segar seperti air hujan berhamburan dan mengenai pakaian serta wajah Lily yang sudah beruraian dengan air mata. Semua itu disaksikan oleh Lily tepat di hadapannya. Membuatnya syok dan semakin gemetaran hebat dengan sepasang mata yang memerah dan berair.


"U-Uesegi ..." lirih Lily bergetar melihat pemuda itu yang sebenarnya adalah salah satu murid dari kakeknya yang kini sudah menjadi seperti daging cincang.


"Siapapun yang menghalangiku, maka dia harus dimusnahkan!!" tandas Arslan dengan suara menggelegar dan sudah bersiap untuk kembali menarikan Kansetsuken miliknya kembali. "Hiaatthhh!!!"


Lily kembali meringkuk untuk melindungi Helios dan memejamkan sepasang matanya. Dia hanya bisa pasrah dan berharap akan ada bala bantuan yang bisa menyelamatkan desa dan seluruh penduduknya.


Namun langkah dan pergerakan Arslan seketika terhenti karena tiba-tiba ada sebuah cahaya menyilaukan menghalangi penglihatannya. Dia menutupi matanya dari cahaya itu dengan lengan kanannya yang masih menggenggam kansetsuken andalannnya.


Rupanya cahaya itu berasal dari sebuah simbol matahari yang ada pada kening sang bayi. Sebenarnya itu adalah sebuah peringatan untuk Arslan, namun rupanya dia malah semakin berambisi untuk segera melenyapkan mereka semua.


Hingga akhirnya Arslan nekat kembali dengan mengayunkan kansetsuken itu dan mengabaikan peringatan itu, "Hiiaatthhh ..."


SRRTT ...


TRANG ...


Tiba-tiba saja kali ini seorang laki-laki paruh baya menahan serangan itu dengan sebuah katana nagimaki, hingga membuat Kansetsuken milik Arslan melilit katana milik laki-laki paruh baya itu.


Kedua senjata itu saling bergesekan dengan kuat dan memancarkan cahaya berwarna putih kejinggaan yang berasal dari Kansetsuken milik Arslan dan cahaya berwarna putih kebiruan yang berasal dari katana nagimaki milik laki-laki paruh baya itu.


Nagamaki merupakan pedang panjang dengan pisau yang bisa mencapai 2 meter atau lebih, dan pegangan dengan ukuran panjang yang sama dengan pisau. Cukup kecil.


Pegangan nagamaki dibungkus dengan kulit atau sutra dengan cara saling silang, sangat mirip dengan pembungkus yang dibuat pada katana. Nagamaki ini diasumsikan berevolusi dari nodachi atau odachi pedang.


Dan Nagimaki milik pria paruh baya ini memiliki kekuatan yang cukup fantatis, karena bisa membekukan apapun yang disentuhnya menjadikannya es beku, setelah itu menghancurkannya dengan kekuatan dalamnya.


Sebenarnya kansetsuken milik Arslan ini sangat tajam dan mematikan. Hanya dengan sekali tebas saja akan membuat apapun yang ditembusnya atan terpotong begitu saja. Namun katana nagamaki milik pria tua yang tak lain adalah Hiroki Feng ini mampu menahannya dengan sangat sempurna.


Dan nagamaki ini mampu membekukan kansetsuken dalam sekejap saja hingga setelah beberapa saat Hiroki Feng mengumpulkan kekuatannya dan cakranya pada kedua tangannya untuk menghancurkan Kansetsuken yang selama ini selalu Arslan gunakan untuk membunuh ribuan nyawa yang tidak berdosa.


PRANG ...


KRAKK ...


Seketika kansetsuken itu terpotong-potong menjadi beberapa bagian seperti bentuk aslinya. Hal ini sangat membuat Arslan murka, karena Hiroki Feng telah menghancurkan senjata pamungkasnya begitu saja.


"Keparat!! Dasar pria tua tak berguna!! Sialan!! Beraninya kau menghancurkan kansetsuken warisan dari leluhurku!!! Kau akan membayar semua ini dengan nyawamu!! Rasakan ini!!!" geram Arslan sangat murka dan seketika sudah menghilang dari hadapan Hiroki Feng dan hanya meninggalkan kepulan kabut kehitaman pekat.


Hanya dalam satu detik saja, Arslan sudah berada di belakang Hiroki Feng, dan kali ini sudah mengeluarkan sebuah wakiyashi beracun, yang menjadi senjata kedua andalannya.


Wakiyashi beracun miliknya adalah sebuah pedang Jepang tradisional, dengan ukuran yang lebih pendek jika dibandingkan dengan katana, karena rata-rata hanya berukuran antara 30 sentimeter hingga 60 sentimeter.


Para prajurit samurai biasanya akan selalu membawa pedang ini berdampingan bersama katana, karena wakizashi dapat digunakan sebagai senjata cadangan, atau dalam beberapa keadaan darurat oleh para samurai.


Bahkan terkadang wakiyashi juga dapat digunakan untuk melakukan seppuku atau ritual bunuh diri para kaisar ataupun pangeran untuk menebus dosa-dosa mereka, yaitu dengan merobek bagian perut mereka dan mengeluarkan usus mereka sendiri.


Namun wakiyashi beracun milik Arslan sangat berbeda. Wakiyashi miliknya adalah diciptakan untuk melancarkan aksinya dalam pembunuhan dan pembantaian. Racun yang dikeluarkannya sangat mematikan dan belum memiliki penawarnya. Dengan kata lain siapapun yang tertitam oleh wakiyashi beracun miliknya, maka dia akan segera menemui dewa kematiannya.


"Kakek ..." pekik Lily ketika menyaksikan Arslan sudah berada di belakang Hiroki Feng dan sudah melayangkan senjatanya untuk menghunuskannya pada punggung Hiroki Feng.


Lily sangat ketakutan dan panik menyaksikan semua itu Namun dia tak bisa berbuat apa-apa untuk membantu kakeknya. Karena Lily juga tidak pernah ilmu bela diri ataupun menguasai senjata apapun.


TRANG ...


Tepat disaat wakiyashi beracun milik Arslan hampir mengenai punggung Hiroki Feng, tiba-tiba sebuah katana dengan mata bilah terbalik mengenai wakiyashi beracun itu dan membuatnya terhempas begitu saja di atas lantai.


Bersambung ...


...⚜⚜⚜...


Yang penasaran mau melihat seperti apa Kansetsuken / pedang cemeti / whipe sword milik Arslan milik Arslan si Black Demon, aku kasih penampakannya ya.