The God of War

The God of War
Sebuah Pengorbanan 2



Upacara pernikahan diselenggarakan sangat meriah dengan sebuah pesta besar yang dihadiri oleh seluruh rakyat Fumio dan beberapa klan besar.


Bahkan Lily juga ikut membantu merias Nouhime dan selalu berusaha untuk terlihat bahagia dan selalu tersenyum di hadapan semua orang.


Selama ini, Nouhime masih tidak mengetahui sebuah kebenaran jika Lily adalah istri Zhou. Dia hanya mengetahui jika Lily dan keluarganya ikut bersama ke Fumio karena ingin mengabdi untuk Fumio.


Ditambah lagi Nouhime begitu menyukai Lily setelah mereka saling mengenal di Nobuhide. Hal itu tentunya membuat Nouhime merasa bahagia. Dan selama ini Nouhime hanya mengetahui jika suami Lily tiba-tiba meninggalkannya begitu saja. Hal ini tentunya membuat Nouhime merasa bersimpati terhadap Lily, karena merasa jika mereka pernah berada di fase yang sama.


Selama ini Nouhime merasakan kebaikan hati Lily yang begitu tulus dan lembut. Dan Nouhime juga selalu nyaman saat bersama dengan Lily. Bahkan Nouhimr sudah menganggap Lily adalah teman serta saudaranya.


"Lily, aku sungguh tidak menyangka jika aku akan benar-benar menikah dengan Pangeran Hadess. Apa kamu tau, ini adalah salah satu impianku selama ini." ucap Nouhime penuh binar.


Padahal selama ini dia selalu terlihat murung setelah hilangnya Saika dan Kenshin yang telah dilarikan oleh panglima Nakai.


"Namun entah mengapa kenapa aku malah merasa tidak tenang saat ini. Rasanya seperti ada sesuatu yang aneh dan mengganjal." imbuh Nouhime kembali mulai terlihat murung.


Lily yang sedang membantunya memasangkan hiasan kepala Nouhime untuk riasan pernikahan tersenyum hangat dan mulai menjawabnya.


"Itu mungkin karena putri Nouhime merasa gugup. Jadi malah merasa seperti itu." jawab Lily berusaha untuk bersikap wajar seperti biasanya.


"Hhm. Mungkin juga. Tapi aku masih tidak mengerti, mengapa istri dan putra pangeran Hadess tiba-tiba malah meninggalkannya begitu saja ketika dia kembali ke Fumio." gumam Nouhime tiba-tiba.


"Meninggalkannya?" tanya Lily menatap pantulan Nouhime melalui kaca rias dengan rumit.


Nouhime mengangguk pelan, "Hhm. Ada seorang pelayan istana yang mengatakan hal seperti itu padaku. Aku sendiri masih tidak memahami semua itu." ucap Nouhime masih menatap pantulan dirinya yang sudah dirias dengan dandanan pengantin yang begitu cantik dan menawan.


Lily terdiam selama beberapa saat, dia tak bisa berkata apapun. Karena sebenarnya dia dan putranya sama sekali tidak meninggalkan Zhou. Memang pada awalnya dia memang ingin pergi dan meninggalkan Fumio, namun semua diurungkannya kembali dan tetap berada disini.


"Oya, Lily ... kalau boleh tau, bagaimana kamu bisa berpisah dengan suamimu? Bukankah kalian saling mencintai?" tanya Nouhime tiba-tiba.


Untuk beberapa saat Lily kembali terdiam, "Karena dia harus menikahi wanita lain, untuk menyelamatkan rakyatnya. Dia terpaksa melakukannya karena masih memiliki sebuah tanggung jawab besar." ucap Lily tanpa sadar.


"Apa? Mengapa dia mau melakukan hal itu? Dia pasti akan menyesal karena meninggalkan istri sebaik kamu! Bahkan putranya yang begitu lucu dan menggemaskan seperti Helios! Aku saja sangat membenci diriku sendiri karena tak bisa menyelamatkan Saika dan Kenshin ... mengapa suamimu malah dengan mudahnya melakukan semua itu? Itu sungguh sangat keterlaluan!"


Belum sempat Lily menjawab ucapan Nouhime, beberapa wanita mulai datang untuk menjemput Nouhime, karena upacara pernikahan akan segera dilangsungkan.


Lily hanya menghela nafas perlahan. Dia tak kuasa untuk menyaksikan pernikahan itu. Dia lebih memilih untuk mengajak sang putra melihat taman istana saat itu dan menenangkan dirinya.


"Lily!! Mengapa Zhou melakukan semua itu?!! Keterlaluan!!" sang bibi tiba-tiba saja menyusul Lily dan terlihat begitu dipenuhi emosi.


"Benar! Mentang-mentang sudah mau menjadi seorang kaisar, dia malah membuangmu! Ini sangat keterlaluan! Apa tak mengingat siapa yang selama ini selalu ada untuknya!! Keparat Zhou itu benar-benar minta dihajar!" sang paman juga terlihat sangat murka kali ini.


"Sudahlah, Bibi, Paman. Aku yang memintanya untuk melakukan semua ini. Ini bukan salahnya ..." ucap Lily tak mau menanbah suasana menjadi lebih runyam. "Dan aku mohon kepada bibi dan paman, jangan mengungkit pernikahanku dengan suamiku di hadapan permaisuri Nouhime." imbuh Lily penuh harap menatap sang bibi dan pamannya yang hanya bisa mendengus kesal.


Sementara Lily kembali menatap sang putra yang masih berada di atas pangkuannya. Pedih, sesak, nyeri dan ingin menangis ... tentu saja semua itu dirasakan oleh Lily. Namun hanya sang putra-lah yang selama ini selalu menjadi kekuatan untuknya.


...⚜⚜⚜...


Malam ini Nouhime terus menunggu Zhou di dalam kamarnya, namun Zhou tak segera kunjung datang. Bahkan hingga matahari sudah mulai terbit, dia juga tak kunjung datang.


Kebahagiaan penuh harapan itu pada akhirnya berganti menjadi sebuah kekecewaan dan kesedihan. Di malam pertama pernikahannya yang seharusnya akan dihabiskan bersama suaminya, kini dia malah menghabiskannya seorang diri di dalam kamarnya. Tentu saja hal itu membuatnya bersedih.


Sementara itu di kamar lainnya, Zhou terlihat sedang duduk bersila dan bermeditasi. Dia lebih memilih untuk menyendiri saat ini untuk mencari sebuah ketenangan.


Dia bukanlah seorang pria brengsek yang akan senang memanfaatkan atas apa yang telah terjadi. Memang benar dia dan Nouhime pernah saling mencintai di masa lalu. Namun pernikahan kali ini adalah untuk Fumio dan seluruh klannya.


Biar bagaimanapun, dia masih sangat menghormati dan mencintaiLily. Dia tak akan dengan mudah menyentuh wanita lain.


...⚜⚜⚜...


Upacara penobatan Zhou untuk mendeklarasikan penobatannya sebagai seorang kaisar Fumio saat ini akan segera dilaksanakan.


Di sebuah paviliun setinggi 7 meter dengan berat sekitar 8 ton, serta dengan sebuah pedang kuno permata berkilauan, yang merupakan dua dari Tiga Harta Karun Suci Fumio, ditempatkan di sampingnya.


Pedang legendaris ini adalah pedang kusanagi no tsurugi yang juga merupakan salah satu dari pusaka keramat dan salah satu harta suci milik leluhur Fumio.


Selain itu juga ada sebuah permata Yasakani no Magatama dan juga cermin Yata no Kagami yang selama ini disimpan di tempat paling suci bagi Fumio. Pedang ini juga diselimuti berbagai cerita leluhur dan berbagai jenis mistisisme.


Pusaka ini begitu dihormati dan dipuja. Baik untuk sejarahnya, atau pentingnya dalam budaya Fumio. Pusaka yang melambangkan kebajikan dan keberanian ini, kini akan diberikan untuk Zhou sebagai kaisar Fumio saat ini.


Terlihat permaisuri Nouhime juga turut mendampingi dalam upacara tersebut, dengan menggunakan jubah lapisnya yang berlambang burung poenix merah di singgasananya sendiri yang berada di sebelah singga sana sang kaisar. Wajahnya memang terlihat cantik, namun dia terlihat masih memendam sebuah luka.


Sementara Lily juga terlihat nerada dari kejauhan untuk menyaksikan semua ini. Lily juga merasakan kebahagiaan ini, karena kini Zhou telah dinobatkan sebagai seorang Kaisar Fumio. Meskipun dirinya harus menggunakan sebuah identitas palsu saat ini.


Dengan balutan jubah lapis berwarna jingga gelap berlambang naga dan merupakan rancangan di abad ini, Zhou berdiri dengan gagahnya di dalam takhta kekaisaran Fumio selama upacara yang disaksikan oleh ribuan tamu dari beberapa klan dan rakyat.


"Aku Hadess berjanji dengan ini bahwa aku akan bertindak sesuai dengan konstitusi dan memenuhi tanggung jawabku sebagai simbol kekaisaran Fumio dan persatuan rakyat Fumio." kata Zhou dengan tegas.


Permaisuri Nouhime kini berdiri di sampingnya di dalam takhta dengan bentuk yang sama.


"Aku selalu berharap untuk mewujudkan kebahagiaan rakyat, kesejahteraan, dan kedamaian dunia ini. Aku akan mengalihkan pikiranku kepada orang-orang dan berdiri di samping mereka." imbuh Zhou kembali mengedarkan pandangannya menatap para tamu itu.


Sedangkan Perdana Menteri Fumio Shinzo memimpin undangan dari pihak pemerintahan Fumio di dalam sebuah ruangan di Istana Kekaisaran Fumio, tempat upacara diadakan.


"Kami juga akan melakukan upaya yang terbaik untuk menciptakan masa depan yang damai dan cerah penuh, dengan harapan bagi Fumio." ucap Perdana Menteri Shinzo, yang memimpin para tamu bersorak agar kaisar diberi umur panjang.


"Hidup, Yang Mulia Kaisar Hadess!!"


"Hidup, Yang Mulia Kaisar Hadess!!"


Pada penobatan Zhou menjadi kaisar Fumio kali ini, dia juga memberikan grasi kepada lebih dari setengah juta pelaku kriminal ringan saat ini.


Sambutan dan ritual dilakukan dengan lancar, dan mereka semua bersorak tiga kali kepada kaisar baru untuk mengakhiri upacara penobatan kali ini.


"Hidup, Yang Mulia Kaisar Hadess!!"


"Hidup, Yang Mulia Kaisar Hadess!"


"Hidup, Yang Mulia Kaisar Hadess!!"


...⚜⚜⚜...