
Setelah melakukan perjalanan yang cukup jauh, dan tiba di suatu tanah luas nan gersang, tiba-tiba prajurit dari Nobuhide dihadang oleh segerombolan orang dengan penampilan sangar. Mereka ada cukup banyak dan masing-masing membawa senjata seperti katana, tombak, kunai, shuriken raksasa, gada raksasa, yumi, naginata dan lain sebagainya.
Mereka sudah berdiri berderet dengan gaya sombong dan menantang. Seolah mereka memang sudah menantikan rombongan prajurit Nobuhide sejak dari tadi.
Zhou memberikan isyarat dengan tangannya untuk prajuritnya agar berhenti tepat saat kira-kira 10 meter dari mereka musuh. Nouhime yang berada di dalam kereta kencana penasaran karena mendadak kereta kencana itu berhenti Dia mulai menyibak kain berwarna keemasan itu untuk sedikit mengintip apa yang sedang terjadi di luar dan bertanya kepada salah satu prajurit.
"Apa yang sedang terjadi?" tanya Nouhime kepada salah satu prajurit Nobuhide.
"Ada segerombolan bandit yang menghadang kita, Permaisuri Nouhime. Sebaiknya anda tetap berada di dalam kereta kencana dan menunggu saja, Permaisuri Nouhime. Karena di luar akan cukup berbahaya." ucap prajurit itu dengan nada rendah dan berbicara menunduk.
"Hhm. Panglima Zhou pasti akan bisa mengatasi semua ini dengan baik." sahut Nouhime tersenyum tipis dan mulai melihat Zhou dari kejauhan.
Tapi Nouhime hanya bisa melihat sisi belakang tubuh Zhou. Nouhime sangat memahami siapa Zhou yang sebenarnya. Pria yang sangat kuat dan tak akan mudah dikalahkan.
Zhou masih duduk santai di atas kuda putihnya mengamati para berandalan itu dan masih mengekori setiap pergerakan mereka.
Sang bos yang sedang meletakkan dan menopang pedang besarnya di atas kedua pundak lebarnya, mulai menyeringai menatap Zhou.
Salah satu matanya terpejam, karena sebuah luka sayatan hingga membuat salah satu matanya mengalami cedera.
"Akhirnya kalian telah datang!! Aku sudah sangat bosan!! Dan aku juga sangat marah karena menunggu kalian terlalu lama!!" ucap bos berandalan itu lalu meludah ke sisi sampingnya, dan dia mulai melenggang beberapa langkah ke depan.
Sedangkan Zhou mengekori setiap gerakan mereka dengan sepasang mata yang memincing.
Tato kalajengking pada setiap punggung telapak tangan mereka ini, sama seperti para bandit tempo hari lalu. Ini artinya mereka adalag satu komplotan. Dan kemungkinan besar mereka datang untuk membalaskan dendam. Hhm ... sungguh membuang-buang waktuku saja!
Batin Zhou menyimpulkan setelah mengamati mereka semua yang berjumlah kira-kira 50 orang.
"Kalian adalah komplotan dari para bandit itu. Apa kalian datang untuk membalaskan dendam karena kami sudah mengirimkan mereka semua ke alam lain?" ucap Zhou yang rupanya sudah memahami jika bandit di hadapannya saat ini masih satu gerombolan dengan bandit yang sebelumnya berusaha untuk mencelakai Nouhime.
Sang bos bandit itu menyeringai dan sedikit menggerakkan kepalanya untuk meregangkan otot-otot pada lehernya.
"Kamu sungguh memiliki insting yang sangat tajam dan pemikiran yang sempurna. Kalian sudah sangat berani membuat beberapa anggota kami lenyap begitu saja. Jadi kini kalian harus menghadapi kami!! Kami akan membuat kalian semua menyesal! Dan kami akan mengantarkan kalian ke dunia lainnya!!"
Bandit-bandit ini tidak memiliki ketrampilan luar biasa sama sekali. Mereka memang kuat dan memiliki badan yang besar, namun bagiku mereka hanya amatiran yang hanya memiliki beberapa senjata saja! Untuk menghadapiku, itu bukanlah hal yang seberapa. Seharusnya ini semua sangat mudah dan cepat untuk menyelesaikannya. Tidak mengeluarkan tenaga ekstrapun, aku akan bisa saja menyelesaikan mereka semua dalam waktu yang singkat. Sebaiknya segera selesaikan saja! Dan anggap saja semua ini untuk mengasah katana Azzael Shin Guto agar menjadi lebih tajam!
Batin Zhou mengamati dan memperlihatkan para bandit itu dengan ekspresi santai dan mulai menarik Azzael Shin Guto miliknya untuk menghabisi mereka semua sekaligus.
"Sombong sekali kau!! Lihat dan rasakan saja serangan dasyat dari kami!! Karena semua senjata yang kami miliki ini adalah bukan senjata biasa saja!" ucap sang bos bandit menyombongkan dirinya. "Semuanya, serang!!!" titah sang bos memberikan aba-aba, hingga anak buahnya kini mulai menyerang pasukan Nobuhide.
Namun baru melangkah beberapa langkah saja mendekati prajurit Nobuhide, Zhou dengan santainya berdiri di atas kuda putihnya. Dia melompat tinggi ke udara dengan cepat sambil mengayunkan katana Azzael Shin Guto miliknya.
Tarian katana yang memancarkan cahaya putih kebiruan itu sangat indah di udara. Menari-nari seperti air yang mengalir begitu saja. Dan dalam satu ayunan saja, Zhou bisa menyelesaikan semua bandit-bandit itu.
SSRRRRTTT ...
Dalam sekali ayunan saja, Zhou berhasil menebas semua kepala bandit itu dan membuat kepala dan tubuh mereka saling terpisah begitu saja. Darah segar mengalir dan muncrat kemana-mana seperti hujan yang tiba-tiba hadir mengguyur tanah gersang itu.
Wajah serta pakaian Zhou terkena cipratan darah segar dari para bandit yang bernasib malang dan mengenaskan itu. Dia menyelesaikannya dengan cepat dan sangat sempurna, bahkan tak memberikan kesempatan untuk para prajurit Nobuhide untuk melawan mereka.
"Ambil saja senjata milik mereka yang kalian mau!Senjata mereka bukanlah senjata biasa, karena senjata-senjata itu memiliki masing-masing keistimewaan. Dan kita akan beristirahat sebentar dulu! Aku akan mencari sungai untuk membersihkan diri dulu!!" ucap Zhou sambil meninggalkan tempat itu untuk mencari sumber air terdekat.
Sementara para prajurit Nobuhide terlihat sangat bersemangat untuk mengambil dan memilih senjata-senjata itu. Nouhime langsung turun dari kereta kencana dan mengikuti Zhou.
Setelah berjalan cukup jauh dan menggunakan instingnya, akhirnya Zhou menemukan sebuah sungai besar yang terhubung dengan sebuah danau besar dan memiliki air cukup jernih dan menyegarkan.
Namun belum sempat Zhou mengambil air dari sungai tersebut, dia menghentikan niatnya karena merasa jika dia sedang diintai oleh seseorang dengan energi mereka yang cerah namun penuh penuh dengan kewaspadaan yang mendominasinya.
Setelah beberapa saat, akhirnya Zhou mulai menemukan darimana energi itu berasal, yang tak lain berada di dalam air sungai itu. Rupanya ada seorang gadis cantik dengan tubuh bagian bawahnya menyerupai seperti seekor ikan dengan sirip dan ekor yang indah. Dia menyerupai seekor putri duyung.
"Siapa kamu?! Dan mengapa datang dan hendak mengambil air sesuka hatimu tanpa seijinku?! Ini adalah daerah kekuasaanku!! Dimana sopan santunmu?!" siluman cantik itu kini mulai menghardik Zhou karena merasa kesal.
"Maafkan aku. Aku lengah lagi hingga aku lupa jika wilayah ini ada yang menjaganya. Aku tidak bermaksud untuk merusak dan berbuat jahat dengan wilayahmu. Seperti janjiku di masa lalu, jika aku datang kembali ke tempat ini, maka aku akan membawakanmu makanan kesukaanmu."
Zhou mulai mengeluarkan sebuah kantong hitam kecil dari balik pakaian zirahnya yang berisi batu permata yang dia peroleh dari tubuh seeokor siluman srigala yang pernah dia kalahkan sebelumnya.
"Makanlah!" ucap Zhou sembari mengulurkan kantong tersebut untuk siluman ikan yang menyerupai duyung itu.
"Pa-pangeran Hadess? Maafkan hamba karena tidak mengenali pangeran. Jangan bunuh hamba ..." ucap siluman penjaga sungai itu dipenuhi dengan rasa bersalah dan ketakutan, membuat Zhou tersenyum tipis.
"Aku hanya datang untuk membersihkan diriku karena telah bermandikan darah. Aku tidak akan membunuhmu, karena biar bagaimanapun kamu pernah menyelamatkan aku saat aku masih kecil." ucap Zhou masih tersenyum tipis.